
Arvin membawa OB tersebut keluar dari ruangan asgar, ia ingin OB menceritakan segalanya, ia akan berusaha mempertahankan OB tersebut, OB menceritakan segalanya dan arvin memerintahkan untuk tidak lagi bertugas dilantai 40, ia akan diletakkan dilantai yang lain agar asgar tidak tahu bahwa OB tersebut masih bekerja
Arvin yakin itu hanya kemarahan sesaat, ia akan mencoba membicarakannya dengan asgar nanti setelah asgar tenang, setelah mendengar penjelasan OB arvin kembali menemui asgar
"Lo kenapa as? sampe mau mecat gitu?"
"Lo bisa liatkan? foto gue sama sarah pecah man karena keteledorannya dia" asgar masih emosi mengingat fotonya bersama sarah pecah
"come on man itu cuma foto, bingkainya bisa dibeli lagi"
"Gue g mau yang baru vin, itu bingkai sarah yang beliin, dia yang narok dimeja gue biar gue lebih semangat kerja dan buktinya itu ampuh, setiap kali gue liat wajah sarah gue jadi semangat kerja!!" asgar menggebu gebu melepaskan kekesalannya
"Sekarang gue tanya, tadi lo ngapain makan siang dirumah gita?" arvin masih terlihat tenang
Asgar terdiam, asgar tidak menjawab pertanyaan arvin
"Kenapa jadi ke gita sih?! gue lagi ngomongin sarah"
"Iya gue tau tapi gue mau nanya aja, kenapa lo makan siang dirumah gita? gita ngundang lo makan siang?"
Asgar menatap arvin, arvin mendatangi asgar
"Ni gue kasi tau ya, kalau memang foto sarah membuat lo semangat dalam bekerja trus kemana lo siang ini? kerja lo? lo kerumah gita, kerumah perempuan lain!!" arvin sedikit meninggikan suaranya dan asgar hanya terdiam mendengar arvin, cukup lama arvin membiarkan asgar berpikir
"G bisa jawab kan lo?"
"Sekarang dengerin gue, dihati lo sekarang ini yang ada gita, lo nyadar g sih lo tu sukak sama gita cuma lo masih terpaku sama sosok sarah, lo takut khianati sarah dan sebagainya, padahal yang lo butuhin sekarang tu gita bukan sarah, come on man buka mata lo, sarah udah g ada, hanya gara gara OB mecahin bingkai foto sarah lo langsung ngecut rezeki orang, lo tu cinta apa obsesi?" arvin benar benar menceramahi asgar, arvin berharap asgar akan mengerti akan perasaannya
__ADS_1
"Lo pikir deh sekarang hati lo mau kemana" arvin memberi ruang untuk asgar berpikir. "Oya satu lagi OB yang tadi g gue pecat cuma gue pindahin, gue yakin lo ngomong buat mecat dia hanya emosi sesaat lo aja" Arvin kembali berbicara sebelum ia benar benar keluar dari ruang asgar
Asgar mencerna semua peekataan arvin, ia terus menatap foto sarah, ia mengingat kenangan kenangannya bersama sarah, asgar berjalan menuju lemari pastel sarah, ia membuka satu persatu lemari pastel sarah dan melihat isi didalamnya, sore itu ia mengenang segalanya tentang sarah dan kenangan mereka, ia seperti tidak mengindahkan ucapan arvin
"Gue cinta sama lo sar, gue g akan khianatin lo, gue uda janji sama diri gue sendiri, lo akan selalu ada dihati gue" asgar berbicara sendiri, ia terus menatap sarah
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima, arvin kembali melihay asgsr diruangannya, ia melihat asgar sedang berkemas
"Jadi g jumla aron?" tanya arvin yang hanya berbicara dari pintu ruangan asgar
"Jadi donk, ni gue uda mau gerak" arvin mengangguk menunggj asgar, mereka sudah seperti biasa, pertengkaran kecil seperti itu sudah biasa menurut asgar dan arvin
Asgar dan arvin keluar dari kantor mereka menuju mobil masing masing, mereka akan menemui aron disalah satu cafe deket kota
Sesampainya ditempat tujuan, aron dan temannya ternyata sudab menunggu dicafe tersebut
Aron memesankan minuman untuk arvin dan asgar, setelah minuman mereka tiba mereka mulai membahas inti dari pertemuan mereka
"Jadi gimana bro?" tanya arvin
"Sulit ar, susah banget, gue yakin diego yang punya tempat itu karena tadi kami sempat melihat mobil diego keluar dari rumah bisnis itu, tetapi sayangnya ia menggunakan nama orang lain untuk kepemilikan usaha itu" jelas aron pada asgar dan arvin, asgar mengangguk
"Jadi bisa dibilang dia dibalik layar man" teman aron menimpali
"Susah juga ya kita g ada bukti buat nekan diego" sambung arvin
"Ya uda gini aja, sementara ini kita santai dulu aja, lagi pula kalau kalian bookingnya tiap hari juga ya takutnya orang curiga, kita kumpul aja dulu informasi yang ada nanti sekiranya ada info baru ya kita tinggal saling kasi info" saran asgar
__ADS_1
"Gue setuju sih atau kita ajakin aja gita kerjasama, gita jadi sekretarisnya diego lagi kan? kayaknya itu lebih gampang " saran aron
"G kalau yang itu gue g setuju, ntar deh gue pikirkan lagi caranya gimana, eh itu yang mukulin gue dan gita kemaren uda tau dalangnya siapa?" asgar tidak menyetujui saran aron, iru terlalu berbahaya bagi gita pikir asgar
"Belum as, mereka ngakunya hanya ingin ngerampok, udah ditahan mereka" jawab teman aron yang berprofesi sebagai polisi
Asgar membuang nafasnya pelan "Ya uda kita fokus kerumah bord*lnya diego aja" jawab asgar lemas
"As lo ngapain sih repot repot ngurusin diego? buat apa? bantuin gita? kenapa lo bantuin dia?" pertanyaan arvin sukses membuat asgar terdiam
Aron mengangkat kedua alisnya kearah arvin, seolah aron juga berpikiran yang sama
"Lo kalau mau bantu gita g usah repot repot ngurusin diego, lo tinggal nikahin gita selesai masalah, g bakalan diego berani gangguin gita" sambung aron
"Gue cuma kasian aja bro, kalau nikah g deh lo semua taukan kenapa" jawaban asgar membuat arvin dan aron saling pandang, mereka memejamkan mata melihat asgar yang belum menyadari jika ia sudah mulai menyukai gita
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1