
Diego yang masih menyimpan dendam kepad asgar dan gita kini menyiapkan sebuah rencana untuk kedua pasangan suami istri itu, selama ini dia hanya diam karena menunggu dan mencari tahu
Ia tidak pernah dikalahkan oleh siapapun dan smpai kapanpun ia tidk akan menerima kekalahan, kini waktunya balas dendam pikir diego
*****
Setelah makan siang asgar terlebih dahulu mengantarkan istri tercintanya pulang kerumah, ia tidak istrinya kelelahan karena seharian menunggunya bekerja dan gita pun menyetujuinya
"Tunggu aku makan malam oke, jangan terlalu lelah istirahatlah sayang" asgar mencium dahi dan bibir istrinya dan gita membalasnya
Mereka berpisah, gita disambut oleh mommy dan dirumahnya selalu ramai akan tamu untuk persiapan acara syukuran 7 bulanan gita yang akan diadakan dua hari lagi
"Baru pulang sayang? Uda makan?" tanya mommy
"Iya mom, git uda makan kok tadi sama asgar, mommy uda makan siang? Daddy mana mom?"
"Daddy kamu pergi ada urusan katanya, ya uda kamu istirahat dulu gih sana, mommy masih ada urusan untuk persiapan syukuran nanti"
"Oke mom, mommy jangan terlalu capek, jaga kesehatan ya"
"Oke darling makasi ya" ucap mommy dan gitapun berlalu pergi menuju kekamarnya
*****
Keesokan harinya
Kali ini gita tidak mengikuti asgar untuk pergi kekantor, ia akan mengikuti mommy untuk pergi kebutik langganan mommy, mommy akan membelikan gita baju gaun untuk acaranya syukuran lusa
"Sayang, nanti perginya hati hati, mom jagain istri aku ya" asgar mengedipkan matanya kepada istrinya, gita tersenyum mendengar gurauan suaminya
"Iyaaaa iyaaaa, ntar mommy gandeng gita 24 jam, mommy gandeng disebelah kanan dan daddy kamu gandeng yang disebelah kiri"
"No mom, daddy g boleh"
"Kenapa g boleh gita kan juga anak daddy" ucap daddy sedikit kesal
"No dad, daddy aja cemburuan sama aku, aku juga bisa" ucap asgar dan asgar berlalu pergi setelah mencium mommy dan istrinya
"Jangan lupa hemput kaka kaka kamu" teriak mommy mengingatkan putranya
"Oke mom" jawab asgar dan ia pun menghilang
Daddy hanya bisa menahan kesal sementara mommy dan gita tertawa terkikik melihat kedua tingkah lelakinya
"Makanya sama anak sendiri jangan cemburu, dibaleskan jadinya" ucap mommy meledek suaminya, gita tersenyum melihat keharmonisan keluarga shawqi
__ADS_1
"Ayo sayang kita berangkat sekarang" ajak mommy pada gita dan daddy
Mereka pun berangkat menuju ke butik langganan mommy, mereka akan mencari gaun yang pas untuk gita sang menantu kesayangan
*****
Dikantor asgar dan arvin sedang berada diruangan asgar, mereka membicarakan sesuatu seputar pekerjaan
"Jangan lupa besok malam acara syukuran 7 bulanan gita, undang juga seluruh karyawan, acara syukuran calon anak pertama gue" asgar meminta arvin untuk mengundang seluruh karyawannya
"Oke boss beres"
"Jangan lupa juga anterin undangan buat lena dan yang lainnya"
"Iya bawel" ucap arvin kesal dengan perintah asgar, dan seketika arvin mendapatkan tatapan tajam dari asgar
"Sore ini lo jemput kak ayubbi dan kak naya" mendengar perintah asgar yang satu ini, arvin menatap tajam ke arah asgar
"Mata lo, mau gue copotin tu mata" ucap asgar sambil terus memeriksa berkas
"Lo ngasi perintah kira kira donk, banyak banget kerjaan gue"
"Uda bosan kerja lo?" ancam asgar
Arvin hanya menghela nafasnya, ia menahan kesal dengan perintah asgar hari ini, menurutnya terlalu banyak
"Serah lo deh, siang gue cabut, gue sibuk"
"Sibuk apaan? yang ada juga mommy yang sibuk bukan lo"
"Ya gue juga sibuk donk, jagain bini gue"
"Bini lo itu hamil bukan sakit parah pake dijagain" arvin masih terlihat kesal dengan asgar
"Berisik lo, uda lo keluar g fokus gue"
"****** lo ya" arvin keluar dengan wajah kesalnya, ia mulai melaksanakan apa yang harus ia kerjakan
*****
Disisi lain kantor, saat arvin mengantarkan undangan ke beberapa divisi, ia seperti melihat seseorang yang tidak asing baginya, lama ia merenung wajah seseorang yang dilihatnya, sampai sampai ada yang menepuk bahunya barula ia tersadar
"Lo kenapa vin?"
"Ha?" ucp arcin kaget namun matanya tk lepas dari sesoso wanit yang sangat familiar dimatanya
__ADS_1
"Lo kenapa? Liatin karyawan baru mulu"
"Karyawan baru? Ooh, divisi apa?"
"Lo sekarang ada di divisi apa?"
"Ha? Gu..gue sekarang ada di, oh dipemasaran, sorry" arvin tampak gugup, ia sedang berpikir, siapa wanita yang dihadapannya kenapa begitu familiar
"Kapan dia mulai bekerja?" tanya arvin lagi kepada temannya
"Baru hari ini kalau gue g salah, namanya sarah"
"Ha??!! Sa..sarah??" arvin sangat terkejut sehingga wanita itu pun memandangnya
"Iya pak maaf ada apa?" sapa sarah
"Ooh maaf tidak apa apa silahkan kembali bekerja" arvib masih gugup sekaligus tidak menyangka kenapa sarag bisa ada disini
"Kenapa sarah bis ada disini? Bukannya di sudah mati? Tapi apa benar itu sarah? Rasanta tidak mungkin, tetapi kenapa mirip sekali, gawat, bisa jadi perang dunia kedua ini" arvin bermonolog dalam hati sambil terus memandangi sarah
"Heh lo naksir vin? Ngeliatin mulu" arvin pun kembali tersadar
"G lah, gue heran aja, kenapa wajah dan namanya sama" ucap arvin pelan
"Apa vin?" tanya temennya yang kurnag jelas mendengarkan apa yang arvin bicarakan
"G..g ada ya uda lo lanjut kerja lagi aja, gue masih mau ke beberapa divisi lagi, thank ls ya bro" arvin menepuk bahu temannya dan kembalu menatap sarah
Setelah arvin pergi, sarah tersenyum smirk, sebenarnya ia tahu jika arvin terus memperhatikannya
"Oh jadi itu arvin asprinya asgar, oke sepertinya pak diego benar tentang sarah masa lalu asgar, baiklah aku akan melakukan tugasku agar aku bebas dari rumah laknat itu"
Arvin yang sudab selesai menebar undangan ingin kembali ke ruangan asgar, ia terus berpikir, apa ia harus mengatakannya kepada asgar atau tidak
"Kalau aku mengatakannya, aku takut ia kembali.akan mengingat sarah, kasian gita, tapi jika mereka akan berjumpa apa yang terjadi?? Aaghhh, kenapa aku harus terus terlibat? Bikin pusing aja" arvin bermonolog sendiri sambil menuju ruangan asgar
Sesampainya didepan ruangan asgar, ia berhenti sejenak, ia kembali memikirkan sarah di karyawan baru, ia lagi dilanda bimbang, ia ingin memberitahu tetapi takut jika asgar kembali mengingat sarah, apa lagi gita sekarang sedang hamil, ia tidak menghancurkan kebahagaian sahabat sekaligus bossnya itu
"Uda ah g usah kasi tau, gue g tega ma gita, sorry as" setelah bermonolog dengan dirinya sendiri iapun masuk tanpa mengetuk pintu asgar
"Kerjaan undangan uda beres ya, gue cabut dulu jumpa lena dan jemput kaka lo" ucpa arvin yang hanya memasukkan sedikit kepalanya dibalik pintu
"Hmmm" tanggapan asgar dan itu membuat arvin mengerutkan dahinya lalu pergi
Jangan lupa follow, vote like dan koment
__ADS_1
Akan ada cerit batu ya lusa di spill 🥰
✨✨✨✨✨