
Arvin melepaskan tawanya
Gita sedikit terkejut mendengar suara tawa lepas arvin dan spontan menoleh ke arvin
"Kenapa tertawa" tanya gita
Arvin menggeleng masih dengan tawanya tetapi tidak sekeras tadi
"Tidak pernah sekalipun orang menyebut asgar tua" jelas arvin, ia sudah berhenti tertawa
"Apa kau supirnya? akan ku beritahu pada bos bu jika kau menertawakannya" ancam gita sambil tersenyum
Arvin mengernyitkan dahinya
"Aku asprinya bukan supirnya, apa aku terlihat seperti supir?" tanya arvin sedikit kesal
Gita terkekeh melihat arvin tidak terima dibilang supir
"Ni ruangan HRD silahkan masuk dan semoga sukses" arvin mengepalkan satu tangannya memberi semangat kepada gita
"Baik terimakasih sampai jumpa" ucap gita
Sebelum masuk keruangan HRD gita kembali bercermin, kali ini ponselnya yang dijadikan cermin, tetapi tak lama kemudian kekasihnya menghubungi
Ia tidak menjawab panggilan kekasihnya, ia hanya mengirim pesan jika ia sedang interview dan kekasihnya pun mengerti
Gita memasuki ruang HRD dan terdapatlah 4 orang yang duduk ditempat interview
"Wah ketat sekali seleksinya, sampai 4 orang yang harus ku hadapi, semangat gita kamu bisa"
2 jam berlalu dan gita akhirnya menyelesaikan interviewnya, ia berjalan lunglai mencari kantin diperusahaan tersebut, ia sangat lapar, belum mengisi perutnya dari pagi
.
.
.
Dilantai 10 tepatnya diruangan CEO asgar sibuk dengan berkas-berkas dihadapan begitu juga arvin diruangannya, tak lama kemudian arvin terlihat membawa berkas keruangan asgar, ia masuk dengan mengetuk pintu asgar terlebih dahulu
"Nih boss yang harus ditanda tangan"
"Mmmm" lagi asgar hanya berdehem menanggapi ucapan arvin
"Eh tau g cewe bandara tadi, namanya gita dan dia baru aja interview dibawah, nama lengkapnya khawla...khawla gita apa gitu, gue lupa dan lucunya lo tau?" arvin pura-pura bertanya agar asgar penasaran tetapi seperti biasa es kutub tidak akan mencair karena belum bertemu mataharinya
__ADS_1
Asgar hanya mengangkat kedua bahunya, ia mendengarkan tetapi masih berkutat dengan berkasnya
"Dia bilang lo pak tua dan gue supir pak tua haha..haaa" arvin tertawa
Seketika asgar menatap arvin tajam
"Bukan gue, si gita yang bilang, uda tanda tangannya, sini gue bawa"
Asgar sedikit melempar berkasnya ke arah arvin, arvin tersenyum menunjukkan giginya
"As, lo g ada niat gitu nyari sekretaris? gue g sanggup as sendiri, sekretaris lo sekaligus aspri lo, gue cariin mau?" tanya arvin, ia mengingat gita yang pernah bekerja sebagai sekretaris
Asgar memikirkan ucapan arvin, ia juga kasian melihat sahabat sekaligus asprinya tersebut
"Gimana? lama amat mikirnya" tanya arvin kembali
"Boleh deh, kalau g cocok ama gue, ganti!" asgar bertitah
"Oke siap, atau g gini aja deh, training dulu 2 minggu, kalau menurut lo g cocok sama lo gue tempatin dia ke bagian lain"
"Oke" asgar mencebikkan bibirnya serta mengangkat kedua bahunya
Arvin keluar dari ruangan asgar lalu menuju keruangannga, ia segera menghubungi pihak HRD dan ia juga meminta CV gita untuk dijadikan sekretaris asgar
"Akhirnyaaaaah kau bebas arvin, merdeka!!" arvin mengepalkan satu tangannya keatas dengan sedikit berteriak menyambut kebebasannya
Sementara gita yang berada dikantin tengah mengisi perutnya sedang asik bercengkrama dengan pujaan hatinya
"Iya sayang, aku baru saja menyelesaikna interview diperusahaan impianku" gita menjelaskan kepada kekasihnya
"Hebat kamu ya, aku doain deh semoga diterima" kata leo
"Mmm aamiin semoga saja"
Gita tidak menceritakan hal yang memalukan yang terjadi padanya siang tadi, ia menganggapnya biasa saja dan gita bukanlah tipe gadis yang melaporkan segala hal pada kekasihnya
Selesai bercengkrama dengan kekasihnya, ia melanjutkan makannya dan ponselnya berbunyi, ia melihat ponselnya dan disana tertera nomor tidak dikenal
"Siapa nih? jangan-jangan dari perusahaan nih"
Gita menjawab panggilan telefon diponselnya
"Ya hallo, dengan siapa ini" gita menyapa seseorang dibalik ponselnya
"Ya hallo, apa ini dengan ibu khawla gita nizia?" jawab seseorang diseberang telefon
__ADS_1
"Ya saya sendiri, ada apa ya?" jawab gita
"Maaf menganggu waktunya ibu, saya dari perusahaan Infinity Company ingin memberikan informasi kepada ibu untuk besok pagi datang kekantor pukul 08.00 wib"
Gita syok, ia berdiri dari duduknya tersenyum dan memegang dahinya, sementara tangannya masih memegang handphone nya yang masih terletak ditelinganya
"Hallo ibu, apa masih disana?"
Sanking syoknya gita terlupa akan lawan bicaranya
"Ya...yy..yaa saa..saya masih disini, be..benarkah mbak saya diterima kerja?"
"Iya ibu silahkan datang kembali pukul 08.00 keruangan HRD, ada yang ditanyakan lagi bu?"
"Ooh besok pake baju ap? atau bebas rapi aj"
"Ya bu, boleh ibu, pakaiannya bebas rapi"
"Baik mbak terimakasih"
"Sama-sama ibu"
Gita menutup panggilan telefonnya, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 wib sudah lumayan lama ia berada dikantin dan kantin sudab mau tutup karena jam kantor akan segera berakhir
Gita hendak keluar dari wilayah kantor dan tidak sengaja ia bertemu arvin dilobby, arvin sedang bersama asgar
"Arvin" gita memanggil arvin, asgar yang mendengar nama arvin dipanggil oleh seseorang juga menoleh karena mereka memang bersama
"Ooh hai gita, belum pulang?" tanya arvin
Gita tersenyum menunjukkan giginya
"Belum, aku habis dari kantor ngisi perut belum makan dari pagi" jawab gita
Karena arvin akan pulang bersama asgar jadi asgar terpaksa menunggu kedua orang itu mengobrol tak jelas
"Belum makan dari pagi tapi kau bisa konsentrasi dalam interview?" tanya arvin karena arvin telah melihat laporan interview gita, dari keempat kandidat nilai gitalah yang paling tinggi
"Ooh itu mah gampang, otak gue emang uda keasah hahaa...g deenk becandaa" jawab gita sombong tetapi sambil tertawa bercanda, arvin juga ikut tertawa
"Sombong!!" timpal asgar ketus
"Maaf pak, apa anda sedang mengutuk saya?" jawab gita kesal
Asgar tak menanggapi ucapan gita dan gita cuek aja, ia kembali berbicara pada arvin
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa vote like dan komen