Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
17


__ADS_3

"Kalau lo cuti siapa yang ikut gue keluar kota? lo kan yang ngerti semuanya" asgar mengeluarkan suaranya


Setelah ia berpikir, tidak ada salahnya memberi arvin waktu untuk berlibur sebentar


"Gue uda kasi gita semua bahannya untuk dia pelajari dan sebelum cuti lusa gue akan ngajarin dia"


"Jadi maksud lo gue pergi berdua gitu dengan gita?" tanya asgar mulak menaikan tanduknya


"Come on as, please kali ini aja, aku hanya cuti 15 hari, aku kangen ibuku, sudah 2 tahun aku g cuti" arvin menelas agar disetujui asgar


Asgar menghembuskan nafasnya kasar


"Oke 15 hari, setelah 15 hari gue g mau liat gita dilantai 40" akhirnya asgar menyetujuinya


"Berarti dilantai boleh?" goda arvin


"Aku tidak mau melihatnya diperusahaan ini!" jawab asgar tegas


"Lo panggil dia deh, jelasin semuanya ma dia, sukur-sukur dia nolak, kalau dia nolak lo cuti setelah kerjaan selesai" sambung asgar


"Ya g bisa gitu as, gue yakin dia mau kok, aku panggilin dulu" arvin memencet interkom untuk memanggil gita


Tak lama gita masuk keruangan asgar


"Maaf pak ada apa?" tanya gita, ia sebenarnya masih kesal dengan perlakuan asgar yang kasar, tetapi gita berusaha tuk profesional


Asgar dan gita sama-sama kesal, mereka tidak saling pandang, gita memberi kode pada arvin dan mengangkat kedua alisnya

__ADS_1


"Git bahan yang saya kasi ke kamu, kamu pelajari ya, besok akan saya ajari, lusa kamu ikut pak asgar keluar kota untuk proyek disana, karena aku akan cuti" arvin mengubah mode nya menjadi mode serius, karena ia sekarang sedang bekerja dan terlebih lagi didalam ruangan CEO


Gita melototkan matanya mendengar arahan dari arvin, saat gita hendak berbicara, asgar mengangkat tangannya meminta gita untuk diam


"Jangan berpikir jika aku sudi pergi denganmu, itu semua karena arvin cuti, dan 1 lagi selama arvin cuti kau akan menggantikan arvin selama 15 hari, setelah 15 hari kau boleh keluar dari perusahaanku"


Gita makin bingung dan makin menajamkan pandangannya kearah asgar dan arvin, arvin yang mendengar ucapan asgar memejamkan matanya


"Maaf pak saya tidak mengerti maksud bapak" jawab gita mencoba untuk tenang, sebenarnya ia mengerti tetapi ia ingin asgar menjelaskan semuanya kenapa ia harus keluar dari perusahaannya padahal bekerja baru satu hari


"Jelaskan vin" titah asgar


"Maaf gita, aku sudah mendengar pertengkaranmu dan pak asgar, jadi maaf kau akan dipecat setelah 15 hari menggantikanku, kau dinilai kurang dalam menghormati atasanmu" jelas arvin


Gita menhembuskan nafasnya pelan, ia menenangkan dirinya


"Itu karena arvin mengajukan cuti" jawab asgar singkat


Gita memandang arvin, arvin menatapnya dengan tatapan memohon, gita juga sebenarnya takut dipecat, tetapi ia menjaga harga dirinya, ia bisa mencari kerja ditempat lain pikirnya


"Jika saya tidak menerima tawaran bapak?" gita kembali bertanya, ia gadis cerdas, ia tidak mau rugi sedikitpun


"Maka arvin tidak bisa cuti atau dia harus mencari penggantinya selama ia cuti" asgar dan gita memandang arvin


Arvin kembali memandang gita memelas


"Baiklah pak, saya terima tawaran bapak tetapi bapak harus menggaji saya full satu bulan walaupun saya bekerja 17 hari" gita yang tidak tega melihat temannya akhirnya menyetujui permintaaan asgar, tetapi ia meminta gaji full setidaknya gaji dari perusahaan ini bisa untuk bertahan hidup selama beberapa bulan kedepan jika ia sudah tidak bekerja

__ADS_1


Asgar dan arvin saling pandang


"Kau boleh keluar gita, informasi selanjutnya akan saya kabari nanti" arvin mengambil jalan tengah ia akan berbincang bersama asgar teelebih dulu


Gita mengangguk dan berpamitan, ia keluar dari ruangan asgar


"Gila ya tu orang, g profesional banget, gara-gara gue nyentuh lemari aja gue dipecat, ****** lo as" gita bersungut pelan sambil berjalan menuju ruangannya


"Gue kan g tau tu lemari kesayangannya, main pecat aja, harusnya kasi SP dulu kek atau hukuman apa gitu, gue kan uda minta maaf, baper banget sih" sambung gita dengan sungutnya ia sudah duduk diruangannya dan sedang menunggu arvin, ia ingin menumpahkan segala kekesalan dihatinya


Diruangan asgar, arvin memijat kepalanya, ia pusing dengan yang terjadi antara gita dan asgar


"Gar gimana tawaran gita? kalau menurut gue sih kasi aja la gaji full toh dia lo pecat juga kan, dan gue g akan nyari sekretaris lagi, g apa-apa gue kerja sendiri" kata arvin pasrah, asgar melihat arvin yang memijat kepalanya


"Lo gila ya kerja 17 hari gue disuruh bayar sebulan full"


"Ya uda tunda pemecatannya sampe sebulan kerja" saran arvin


Asgar tak menjawabnya ia berpikir sambil.memeriksa kembali dokumennya


"Oke gue setuju, sebulan, tapi jika dia membuatku marah lagi aku takkan menoleransinya lagi" asgar menekankan kata sebulan


"Ok sip" arvin sangat bersemangat mendengar sebulan ini gita akan membantunya, ia yakin gita pasti bertahan gita cerdas dan punya potensi, dan asgar akan menarik kembali kata-katanya


Arvin pergi menemui gita dan ia memberitahu gita segalanya, gita setuju dan ia akan menunjukkan kualitasnya pada asgar, ia juga tidak ingin keluar dari perusahaan besar asgar


Mereka melanjutkan kerja mereka dan tak terasa sorepun tiba, semua karyawan yang ada diperusahaanpun bersiap untuk pulang beristirahat, setelah seharian berkutat dengan komputer dan kertas

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2