
"Yang memeluk saya seperti bantal peluk siapa? hem?" mommy yang mendengar omongan mereka tersenyum senang
"Ya maaf pak, saya kan g tau kirain emang bantal peluk"
"Kamu juga mengendus leher saya, jadi yang ambil kesempatan siapa?" asgar berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kamar, ia kembali berbicara dengan mommy, sementara gita masih terpaku ditempat tidur, ia benar-benar merasa malu
"Mommy dengar sendirikan tidak terjadi apa apa dengan aku dan gita mom, please no drama mommy"
"Oke baikah mommy percaya, sekarang cepat pulang i miss u so much"
"Ok mom" asgar menutup panggilannya, begitu juga mommy, ia merasa senang asgar sudsh menunjukkan sedikit kemajuan
"Vin menurut kamu apa asgar dan gita cocok?"
"Arvin rada asgar memang menyukai gita mom, karena asgar ambil berat tentang gita" arvin yang sedang sarapan menceritakan apa yang terjadi dengan asgar dan gita beberapa hari ini, ia juga menceritakan jika asgar membeli gaun untuk gita, arvin bercerita detail tidak satu pun yang ja lewatkan
Tiba-tiba asgar kembali menghubungi arvin
"Ya as"
"Tunda pertemuan kita dihotel besok atau lusa, aku akan kekantor siang nanti dan gita izin"
"Waaww mau menghabiskan waktu bersama hem?"
Asgar tidak menjawab pertanyaan arvin, ia malah mengakhiri pembicaraan mereke, arvin mencibir
"Kenapa vin?" tanya daddy, daddy yang sedari menjadi pendengar juga senang mendengar anaknya sudah mendekati perempuan
"Asgar g masuk pagi ini dad, dia sama gita siangan baru kekantor" daddy hanya mengangguk dan berdiri
"Lanjutkan pembicaraan kalian, daddy mau melihat berita hari ini dulu" arvin mengangguk mengiyakan
"Trus teus vin apa lagi? mommy seneng banget deh dengernya" mommy begitu antusias mendengar kabar anaknya, ia akan semakin mendekatkan gita dan asgar pikir mommy
Arvin kembali melanjutkan ceritanya dan tak lama kemudian setelah ia menyelesaikan ceritanya ia berpamitan untuk pergi kekantor, jika asgar tau jika tidak kekantor tetapi malah menggibah bersama mommy bisa habis bonusnya dipangkas asgar pikir arvin
*****
__ADS_1
Gita mencoba bangkit dari duduknya
"Aauuhh..ssthh kenapa ini terasa sakit sekali"
Mendengar gita meringis asgar kembali kekamar gita, ia berjalan santai memasukkan tangannya kekantong celananya
"Ada apa? apa punggungmu masih sakit?" gita mengangguk mengiyakan
"Sedikit pak" gita meringis menahan sakit, ia berusaha untuk tetap bangun
"Wajahmu menunjukkan jika itu sangat sakit, kamu mau kemana?" asgar beralih kesisi gita, ia menahan gita untuk bangkit
"Saya mau bikin sarapan lah pak, laper"
"G usah, kita pesan aja pake aplikasi, sini saya liat punggung kamu"
Gita pasrah ia sedikit membuka baju belakangnya, asgar melihat luka gita yang semakin memar dan membiru
"Kita kerumah sakit sekarang, bersiaplah, saya akan menghubungi arvin"
"Baiklah pak, terimakasih" asgar menatap gita sebentar
"Huh? tidak pak terimakasih" gita berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sebenarnya ia tidak benar-benar mand, ia hanya mencuci muka dan menyikat giginya
Asgar juga melakukan hal yang sama diwastafel rumah gita, ia sudah membeli sikat giginya sekaligus dengan sarapan paginya
Tak lama kemudiam gita sudah keluar dari kamar dan bersiap, ia sesekali meringis punggungnya terasa sakit ketika berjalan
"Duduklah" ucap asgar, ia meletakkan sebuah bungkusan diatas meja
"Apa ini pak?"
"Sarapan, tunggu sebentar" asgar pergi mengambil piring dan sendok, ia juga memgambilkannya untuk gita, gita mengulas senyumnya
"Makanlah" asgar memberikan piring dan sendok serta air pada gita
"Makasi pak" asgar diam tak menanggapinya
__ADS_1
Mereka sarapan bersama, sesekali asgar melirik gita dan begitu juha sebaliknya, mereka makan dengan keheningan, setelah selesai makan asgar kembali membereskan sisa makanan diatas meja, gita membiarkannya, ia senang jika rumahnya kembali bersih
"Bapak g mandi dulu? baju bapak kotor loh karena semalem"
"Uda g apa apa, nanggung kita kerumah sakit aja dulu baru kerumahku" asgar berdiri dihadapan gita, ia membantu gita untuk berdiri, ia tau gita kesulitan ketika berdiri
"Ke..kerumah bapak? mau ngapain?"
"Mau ngapain coba?" gita mengangkat kedua bahunya
"Jangan ngeres, saya g napsu sama kamu, saya mau mandi" asgar menunjuk dahi gita dengan satu jari telunjuknya dan berlalu pergi, ia memanaskan mobilnya
Tak lama kemudian setelah asgar membantu gita mengunci pintu kostannya, mereka pun pergi menuju kerumah sakit untuk memeriksa punggung gita, mereka juga akan meminta obat untuk luka yang mereka dapati akibat perkelahian mereka semalam
*****
Lena sedang berada dikantor diego, pagi pagi diego menghubungi lena meminta lena untuk segera dikantornya, dan ternyata dugaan lena benar, ia tidak lagi dipakai oleh diego dengan alasan lena adalah teman diego, ia tidak mau ditusuk dari belakang dan lena menerima itu, diego sudah membayar jasa lena sesuai dengan apa yang ia kerjaan
Lena keluar dari kantor diego, ia menghubungi ferdi suaminya unthk memberi tahu jika ia tidak lagi bekerja dengan diego dan ia akan pergi kekantor asgar untuk bertemu asgar, ferdi suami lena mengizinkan istringa mengusut tuntas kasus gita teman asgar
Tak lama kemudian lena sudah tiba dikantor asgar, sebelumnya ia tidak menghubungi asgar atau arvin, ia langsung saja mendatangi kantor asgar, karena ia tahu asgar yang workaholic pasti selalj berada dikantornya jika ia tidak ada meeting diluar
Lena melihat mobil arvin terparkir rapi diparkir lobby, lena tersenyum tebakan benar asgar dan arvin ada dikantornha, lena tau jika arvin dan asgar selalu pergi bersama dengan menggunakan mobil asgar ataupun arvin, lena masuk dan menghubungi arvin, ia menunggj arvin dilobby
"Hallo vin, gue dilobby kantor lo nih"
"Ooh naik aja len, gue diruangan kok"
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Semoga suka
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟