
Gita melayangkan kepalan tangannya ke wajah asgar, tapi dengan cepat asgar menangkap tangan gita, gita yang memang pandai bela diri dengan secepat kilat melepaskan tangannya dari genggaman asgar dan ia kembali malayangkan tangannya, perkelahianpun tk terelakkan, asgar hanya mengelak tidak sedikitpun ia melawan
Asgar sedikit kualahan menangani gita, ia terkena pukulan dari gita tepat disudut bibirnya, gita menyeringai
"Bagaimana?" tanya gita dengan gaya sok nya
"Kamu menantang saya? baikla" asgar melepaskan jasnya dan membuka kancing baju dilehernya
Asgar kembali berdiri dihadapan gita, ia bukan tidak bisa melawan tetapi ia tidak mau karna yang dilawannya adalah perempuan, gita hanya diam saja menatap asgar, asgar mencoba memancing gita dengan berpura-pura melayangkan kepalan tangannya kearah gita, gita dengan cepat mengelak, asgar tersenyum pancingannya berhasil
Mereka kembali beradu, sekali lagi asgar terkena pukulan diperutnya, asgar menahan sakitnya, sakit yang teramat sangat
"Uugghh" dada asgar turun naik menahan sakit yang diperutnya, ia kembali bangun
Asgar sudah tidak mau lagi bermain-main, ia bangun dan mengejar gita, gita bersiap sedia dengan kuda-kudanya, kali ini asgar akan memberi gita pelajaran, meski sempat ada perlawanan, asgar berhasil menangkap kedua tangan gita dan melipatkannya dibelakang pinggang gita asgar menguncinya kuat, jarak mereka sangat dekat, asgar secara tidak langsung memeluk gita
"Sudah puas bermain-main? pukulanmu boleh juga" asgar meregangkan rahangnya yang sakit terkena pukulan gita
"Sudah!! dan sekarang lepasin saya" gita menggoyangkan tubuhnya
"G akan sebelum kamu bertanggung jawab"
"Bertanggung jawab gimana maksud bapak?"
"Bibir dan perut saya sakit"
"Bapak juga harus bertanggung jawab donk, saya capek bolak balik, lepasin pak"
Asgar tersenyum tipis, gita tak mau kalah, berdebat dengan gita menjadi kesenangan baru bagi asgar, posisi mereka masih sama asgar tidak melepaskan gita, mereka saling menatap, asgar menatap gita dalam-dalam dan begitu juga gita, ntah apa yanb ada dipikiran mereka
Sedetik.....
Dua detik...
Tiga detik....
Asgar tersentak dan seketika itu juga asgar melepaskan gita dan sedikit mendorongnya
"Kamu boleh keluar" asgar kembali dingin
"Baik pak, maaf saya permisi"
Ntah apa yang mereka rasakan, asgar dan gita sama-sama gugup, jantung keduanya berpacu, gita keluar dari keluar asgar sambil memegang dadanya, nafasnya memburu, sementara asgar juga melakukan hal serupa ia memandang jauh dari kaca jendela ruangannya
__ADS_1
Ia baru saja mengobati luka disudut bibirnya, ia menempelkan plestee kecil disudut bibirnya, ia terus saja mengusap luka disudut bibirnya
"Kenapa dengan jantungku? tidak mungkin, sarah maafkan aku, aku akan tetap menjaga cinta ini untukmu"
Asgar kembali duduk dan merapikan pakaiannya, pikirannya berkecamuk tak menentu, ia tetap meyakini bahwa ia hanya menyukai dan mencintai sarah tidak ada yang lain
Sedangkan gita, ia terduduk lemas dikursinya dan segera merogoh tasnya mencari ponselnya, satu namanyang ia tuju yaitu leo, namun sayang leo tetap tidak menjawabnya
"Huhhft lama banget sih ngambeknya, g biasanya" gita mengirimkan pesan pada leo
*****
Leo sedang memeriksa sebuah dokumen, ia akan pergi memeriksa sebuah proyek yang sedang dibangun oleh perusahaannya, ia mendengar bunyi pesan di ponselnya dan ia membukanya
"Aku akan mengunjungimu malam ini, udah donk marahannya sayang, maafkan aku, i love u"
Leo mencibir membaca pesan dari gita, ia tidak membalasnya
"Nyampenya semalem dan malm ini baru akan keeumahku" leo meletakkan ponselnya ia kembali memeriksa kerjaannya
Tak lama kemudian ponsel leo kembali berbunyi, ia ingin membuka pesannya kembali
"Hai sayang, apa kau kehilangan sesuatu setelah malam panas kita?"
"Malam panas? siapa dia?" seketika leo membelalakkan matanya ia teringat waktu ia mabuk berat malam itu
"Come on baby, kita akan bertemu lagi right?"
"No!! go to hell!!"
Leo menghembuskan nafasnya kasar, ia akan mencari tau siapa wanita gila ini
*****
Waktu menunjukkan pukul sepuluh, asgar akan bersiap untuk mengadakan pertemuan dengan salah satu koleganya, ia memanggil sekretarisnya menggu akan interkom
"Keruang saya" ia menutup interkomnya kembali setelah mendapat jawaban
Pintu ruangannya diketuk dan gitapun masuk
"Bersiaplah, kita akan menghadiri pertemuan direstoran X dan jangan lupa bawa dokumen lengkap"
"Saya juga ikut pak?"
__ADS_1
"Apa arvin sudah pulang?"
"Baik pak" gita keluar untuk bersiap.
Tak lama kemudian gita kembali keruangan asgar lengkap dengan berkasnya
"Ini pak berkasnya, apa ada yang harhs dibawa lagi pak?"
Asgar memeriksa berkas yang akan dibawanya
"Cukup" asgar berdiri dari dudukannya dan keluar, mereka akan segera pergi ke tempat pertemuan
Sesampainya ditempat pertemuan asgar dan gita menunggu kolega mereka, hari ini mereka akan bertemu dengan dua perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan asgar
Lima menit asgar dan gita menunggu tidak ada satupun yang bersuara, mereka sama-sama membisu, tak lama kolega asgar dari perusahaan R datang dan mereka menyambutnya dengan baik, mereka masih menunggu sambil berbincang ringan
"Selamat siang pak asgar" akhirnya penantian mereka berakhir, perusahaan lainnya sudah tiba, asgar menyambutnya dengan tersenyum
"Selamat siang pak diego" ucap asgar menyalami diego
Berbeda dengan asgar, gita menatap diego nyalang, diego mengeluarkan senyumnya yang tak biasa serta menatap gita intens, asgar melihat itu tetapi ia hanya diam
"Selamat siang gita? apa kabar?" diego mengulurkan tangannya
Gita memandang diego dengan tatapan jijiknya, lama ia membiarkan tangan diego diatas angin, kolega dari perusahaan lain dan aspri mereka hanya memperhatikannya
"Saya baik" gita menjawab ketus, ia berusaha profesional dan tak terpancing ulah diego sialan itu
"Apa dia asisten pribadi baru pak asgar?" tanya pimpinan perusahaan R
"Oh tidak pak, ini sekretaris saya, aspri sya sedang cuti dan gita yang menggantikannya"
Baikla kita mulai saja, kedua pimpinan perusahaan pun setuju, mereka memulai perbincangan mereka
.
.
.
Jangan lupa vote like dan coment
Semoga suka dengan ceritanya
__ADS_1
Terimakasih 🙏
🌟🌟🌟🌟🌟