
Mereka sudah tiba diruangan dokter Regi, mereka sudah dipersilahkan masuk dan duduk oleh asisten dokter regi, mereka hanya menunggu dokter regi yang sedang ada kesibukan lain sebentar
Tak lama kemudian terlihat seorang pria muda yang masuk keruangan tersebut, gita menoleh dan dokter muda itu tersenyum melihat gita namun ia belum melihat asgar, karena asgar sedang asik membaca majalah yang terdapat diruangan dokter sehingga wajah asgar tertutup oleh majalah tersebut
"Sore nona" ucap dokter regi menyapa gita, gita tersenyum mengangguk
Tup....asgar menutup bukunya sedikit keras dan itu membuat dokter regi sedikit kaget begitu juga gita
"Simpan kata manis lo, tuk calon istri gue" ucap asgar menatap regi tajam dan itu benar benar membuat dokter regi terkejut
"****** lo as, ngagetin gue" gita melihat asgar dan dokter regi, gita berpikir asgar akan sopan kepada dokternya ternyata sama saja, dia selalu mengeluarkan taringnya jika berhadapan dengan orang lain
"Beneran kamu calon istrinya asgar?" tanya dokter regi pada gita, gita mengangguk bingung, mereka bukan seperti dokter dan pasien
"Tanya ama gue jangan sama gita" ucap asgar
"Jangan banyak tanya lo, cepetan obatin gue, selama gue tidur nanti jangan macem macem lo ma bini gue" ya pengobatan asgar melalui terapi dibawah alam sadarnya
Terapi ini disebut dengan terapi psikoanalitik dan psikodinamik, jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien melihat lebih dalam ke alam bawah sadarnya., pasien akan diajak untuk menggali berbagai kejadian atau masalah yang selama ini terpendamnya
Dengan cara ini, pasien dapat memahami arti dari setiap kejadian yang dialaminya, pemahaman baru inilah yang akan membantu pasien dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai masalah
Asgar sudah berbaring ditempat yang biasa ia gunakan jika keklinik dokter regi, ia menunggu regi yang menyiapakan segala kepeeluannya, gita mendatangi asgar dan duduk disebelah asgar, asgar melihatnya
"Aku temenin ya" ucap gita lembut, asgar mengangguk, ia seperti takut kembali ke masa itu
"Memangnya sudah sering kamu diginiin?" asgar melihat gita ia menatap gita, lalu ia menggeleng
"Aku pernah sekali menggunakan terapi ini, tetapi aku tidak berhasil, aku takut, aku.....aku takut kembali kemasa itu, regi membawaku kemasa itu" asgae gugup ia memainkan jarinya, dan gita melihatnya lalu gita menggenggam tangan asgar berusaha untuk menenangkannya
__ADS_1
"Kita coba ya, aku akan ada disini nemanin kamu" ucap gita lembut dannitu membuat asgar tersentuh, ia membelai wajah gita tersenyum kaku, ia masih merasa gugup
"Udaaa jangan mesra mesraan depan gue, siapon mental lo, jangan kek kemaren main kabur aja" ucap dokter regi
"Memangnya asgar pernah kabur?" tanya gita polos
"Berisik lo uda cepetan mulai" ucap asgar
Dokter regi memulai pengobatan asgar, tangan gita masih menggenggam asgar kuat, dokter regi mulai menidurkan asgar membawa asgar kembali kemasa lalunya dimana kejadian yang menimpa sarah kembali lagi tepat dihadapannya, dokter regi mengajak asgar berbicara tentang kesulitan yang asgar alami sekarang dan jawaban setelah beberapa tahun berlalu masih sama yaitu ia merasa bersalah ia menganggap dirinya lalai menjaga sarah sehingga mengakibatkan sarah kecelakaan, namun 1 hal yang regi tidak mendengarnya dari asgar yaitu asgar mencintai sarah
"Asgar ini termasuk pasien saya yang dalam kategori kesulitan mengungkapkan perasaan atau ia merasa tidak ada orang lain yang bisa memahami perasaan dan masalah yangΒ sedang ia dihadapi" ucap dokter regi pada gita, gita hanya mendengarkan
"Kamu berhasil gita, asgar sudah tidak lagi menyebutkan jika ia mencintai sarah, tetapi mungkin ia masih perlu waktu, kamu harus sabar dan kuat terus dampingi asgar, ia akan sembuh saya yakin itu" sambung dokter regi gita mengangguk, pandangannya kembali ke asgar asgar sudah nampak berkeringat ia menggenggam tangan gita kuat sanpai gita sedikit meringis
"Semoga saja pak dokter"
"Apaan sih panggil pak, memangnya saya setua itu apa?" regi terkekeh. "Panggil mas aja, kemungkinan saya lebih tua dari kamu karena saya juga lebih tua setahun dari asgar" sambung regi, gita mengangguk tersenyum
Tak lama kemudian asgar telah menyelesaikan terapinya, ia sudah bangun dari tidurnya, ia masih menggenggam tangan gita dan ia melihatnya lalu melihat wajah gita, ia tersenyum
"Apa masih mengerikan? masih gugup?" tanya gita, asgar menggeleng pelan
"Sudah berkurang" asgar bangun dan berusaha duduk, gita membantunya
"Uda tahunan g balik kesini sekalinya balik bagus juga kemajuan lo, minggu depan kesini lagi ya kita terapi seminggu sekali" ucao dokter regi
"Minggu depan gue g bisa, gue nikah" ucap asgar pelan, setelah pengobatan wajahnsarah kembali terbayang diingatannya
"Lo jangan lupa dateng, di ballroom hotel gue" sambung asgar, ia duduk disofa ruangan regi
__ADS_1
"Waaaww, rupanya ini yang membuat lo banyak kemajuan, bagus deh, lupain masa lalu, bangun masa depan" ucao regi santai
"Ya uda gue balik ya, thanks bro" asgar berdiri mengulurkan genggaman tangannya layaknya tos para lelaki
"Makasi ya mas" gita mengangguk dan hendak mengikuti asgar yang menunggunha didepan pintu ruangan regi
Mendengar panggilan gita pada regi asgar mengerutkan dahinya, ia mentap regi dan gita
"Mas?...sejak kapan kamu manggil regi dengan sebutan mas?" tanya asgar terlihat kesal
"Sejak tadi saat kamu tidur" jawab gita polos dan itu membuat regi tekekeh
"Gue yang nyuruh gita manggil gue mas, wajar donk gue orang jawa dan lebih tua dari gita" regi menjelaskannya pada asgar
Asgar kembali menggenggam tangan gita, ia tidak begitu memperdulikan ucapan regi, pikiran masih terbelah
"Gue pulang" ucap asgar, gita ikut mengangguk pamit pada regi, mereka pergi meninggalkan ruangan dokter regi
.
.
.
Jangan lupa like koment dan vote
Ditunggu komen2an manjanya π₯°π
Terimakasih
__ADS_1
πππππ