
Asgar dan gita telah duduk disalah satu restoran ternama, mereka sudah memesan makanan, pandangan asgar tertuju pada sepasang kekasih yang sedang menikmati makan mereka yang sesekali terlihat tertawa bersama, gita mengikuti arah pandangan asgar
"Lagi kangen sarah ya pak?" asgar terkesiap dengan pertanyaan gita, ia beralih memandang gita, hanya memandangnya tidak memanggapi ucapan gita
"Saya juga sering seperti itu, melihat kedekatan orang dengan ibunya misalnya, saya rindu sekaligus iri, tapi saya yakin dengan Tuhan, Tuhan lebih sayang sama ibu saya mungkin itu memang yang terbaik untuk saya"
Percakapan gita terputus saat waiter mengantar pesanan mereka, gita mengaduk minumannya dan meminumnya
"Mungkin jika ibu saya masih hidup saya tidak seperti sekarang, saya akan menjadi anak yang manja dan tidak bisa apa-apa" sambung gita asgar hanya mendengarkan sambil menikmati makanan mereka
"Saya seperti sekarang menjadi mandiri karena ayah saya, karena saya tidak mau ayah bekerja terlalu keras untuk saya dan adik saya, jadi saya sekolah yang bener sampai saya mendapatkan gelar cumlaude diuniversitas saya dan ayah saya sangat bangga"
"Saya pernah mendengar ayah saya berdoa waktu itu saya masih sekolah menengah, seolah ia sedang berbicara dengan ibu saya, ayah berkata ia lelah sendiri tetapi ia juga berterima kasih pada ibu sudah melahirkan saya, saya menjadi pengganti ibu bagi ayah dan adik saya, semenjak saya mendengar itu tidak tahu kenapa saya punya tekad saya barus buat ayah merasa jika saya benar-benar pengganti ibu, saya masak, saya sekolah saya mengurus adik saya dan bahkan saya ingin bekerja agar ayah sedikit terbantu tetapi ayah melarang saya" gita meminumn minumannya dan juga menikmati makanannya sementara hanya menjadj pendengar tanpa berkomentar
"Ayah bilang, tugas saya hanya belajar, agar saya bisa::lp lebih sukses dari padanya, agar saya bisa bantu adik saya sskolah dan saya berhasil setidaknya sampai saat ini, saya bisa membantu ayah dan adik saya, bahkan ayah saya sudah mempunyai sebuah toko dari hasil tabungannya, saya selalu rutin memberi ayah uanga bulanan dan ayah menabungnya, tujuan hidup saya hanya ingin membuat ayah saya bahagia" gita tersenyum seolah membayangkan wajah ayahnya yang tersenyum
Melihat asgar yang hanya diam, gita kembali bicara
"Untuk menghilang beban dipundak dan hati kita, ada baiknya bapak bercerita, cobalah, saya selalu berkeluh kesah pada ayah, hanya ayah yang bisa menenangkan saya, mungkin jika ada ibu saya akan berkeluh kesah ke ibu, cobalah bercerita saya bisa menjadi pendengar tanpa berkomentar seperti bapak"
Asgar ingin mencobanya, tetapi masih berat untuk mengungkapnya, ia hanya menggelengkan kepalanya
Melihat gita sudah menyelesaikan makannya asgar mengajak gita untuk pergi
"Udah?"
"Sudah pak, mau pulamg sekarang?"
Asgar mengangguk dan berdiri, ia membayar makanan mereka dikasir lalu pergi, gita hanya mengikutinya
Asgar melajukan mobilnya, tak lama kemudian ia berhenti disalah satu pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari restorannya tadi
Asgar memarkirkan mobilnya, gita melihat sekelilingnya
__ADS_1
"Kita belanja pak?"
"Bukankah kamu ingin belanja?"
Gita tersenyum senang, ia memicingkan matanya "Bapak nemenin saya?"
Asgar berlalu meninggalkan gita yang menurutnya selalu banyak bicara dan bertanya, gita tersenyum mengikuti asgar
Asgar dan gita bejalan mengelilingi pusat perbelanjaan
"Bapak kalau capek tunggu ditempat makan aja pak, saya g enak bawa bapak berkeliling"
"Saya sudah kenyang"
Asgar kembali berjalan dan memasuki sebuah toko yang menjual gaum wanita, gita hanya mengikutinya dan melihat-lihat gaun yang ada ditoko, asgar duduk disofa toko tersebut tiba-tiba gita datang padanya
"Pak keluar yuk, harganha mahal banget, uang saya g cukup"
Gita membelalakkan matanya " Beneran pak? yee terimakasih pak" gita sedikit berteriak sangking senengnya, ia berlalu meninggalkan asgar memilih gaun
Asgar terus memperhatikan gita yang sedang memilih gaunnya, ia mengalih pandangannya jika gita menatapnya
Gita kembali datang padanya memilih gaun yang lumayan menurutnya, selagi dibayarin why not pikir gita
"Pak udah yuk, makasi ya pak"
Asgar berdiri dan mendatangi kasir, ia memberikan kartu kreditnya, senyum gita melebar melihat asgar benar-benar membelikan gaun untuknya, mereka kembali berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan
"Lumayan juga gaun kamu"
"Sengaja pak, karena bapak yang bayar saya pilih yang mahal, tapi bukan yang termahal"
"Kamu emang g ada segan-segannya sama saya, saya kek bukan boss" asgar berbicara datar
__ADS_1
Gita terkekeh "Emang pak, bentar lagi kan bapak bukan boss saya lagi, sekali-kali bolehla morotin bos"
"Pak kita beli jas bapak ya, biar matching gitu pak" sambung gita
"G usah la saya g mau pake jas"
"Gimana kalau kemeja, ayo donk pak, saya g enak bapak g beli apa-apa hanya nemenin saya aja"
Asgar membuang nafasnya pelan
"Yang boss siapa sih? kenapa saya harus ngikutin kamu?"
"Saya g ada minta ditemenin ke sini ya pak dan saya juga g minta dibelanjain, bapak kan yang nawarin" ucap gita santai
"Ya kamu perginya sama saya, saya harus bertanggung jawab, ini dinegara orang jika kamu kenapa-kenapa siapa yang repot saya jugakan?"
"Iya deh iya maaf, tapi saya g minta dibayarin ya pak" jawab gita masih tetap tidak mau kalah
"Itu g gratis, kamu hutang sama saya" mereka masih berkeliling sambil berdebat
.
.
.
Jangan luoa vote like dan koment
Semoga suka sama asgar dan gita 🥰
terimakasih readers 🙏
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1