
Gita masuk kekamarnya dan ia membereskan apa saja yang akan dibawanya, tidak lupa ia membawa laptopnya dan bahan-bahan yang sangat penting untuk presentasenya besok
Setelah ia selesai ia membaringkan dirinya diatas kasur, ia menerawang menatap langi-langit kamarnya
"Semoga deh gue berhasil besok, kalau g berhasil bisa digorok gue ama boss batu itu" gita menghembuskan nafasnya pelan, ia deg degan mengingat presentase besok menggantikan arvin, ia termenung sampai tertidur
Sementara asgar dan keluarganya sudah berada dijalan pulang, mommy terus saja berbicara soal vanya
"Vanya cantik ya, pintar lagi, mommy ni ya kalau jadi laki-laki mommy pasti naksir"
"Vanya cantik kan dad? pinter lagi ngurus perusahaan" sambung mommy
"Iya mom, sopan lagi anaknya"
"Dad mom, please" ucap asgar
"Iya-iya kita g kenapa-kenapa kok ya kan dad, orang kita cuma muji vanya aja kok" mommy melemaskan bahunya, ntah sampai kapan anaknya akan terus terkurung dimasa lalunya
Sesampainya dirumah mommy bersenandung saat hendak memasuki kamarnya, daddy dan asgar juga mengikuti langkang mommy untuk ke kamar mereka
"Ooohh Tuhan, dengarkanlah jeritan hatiku, mommy akan berdoa suatu saat vanya atau siapapun deh bisa jadi menantu mommy" mommy sengaja mengeraskan suaranya agar asgar bisa mendengar jeritan hatinya
"Mom nanti keriput kalau banyak pikiran " asgar berlalu menuju kamarnya dan kata-katanya sukses membuat mommy menghentikan langkahnya, ia meraba wajahnya lalu menghirup nafas dalam dan membuangnya perlahan, seolah menenangkan hati dan pikirannya, ya perempuan manapun tidak akan terima jika muncul keriput di wajahnya walau hanya segaris
Asgar kembali merapikan bajunya, ia membawa beberapa pakaian saja Karena jika kekurangan pakaian ia berniat hendak membelinya saja
*****
Pagi menjelang waktu sudah menunjukkan pukul 7.00 wib dan asgar telah bersiap dengan pakaian santainya, ia menuruni anak tangga menuju meja makan, daddy dan mommy nya sudah menunggunya
"Ooh sayang mommy, tampan tapi sayang masih jomlo"
Asgar memejamkan mata menghembuskan nafasnya pelan, ia menggaruk kepalanga yang tidak gatal
"Mom masih pagi" jawab asgar
__ADS_1
"Good morning son, berangkat berapa hari?"
"Morning dad, palingan 5 hari jika lancar dad, kalau g sih bisa molor" asgar duduk disebelah daddy dan ia mulai mengambil beberapa roti dan mengolesinya dengan selai
"Daddy doakan lancar" asgar hanya mengangguk tersenyum, mereka mulai menggigit rotinya
"Mommy juga doakan semoga sukses dan lancar plus dapat pacar" mommy tersenyum manis melihat anaknya, dan asgar memaksakan senyumannya
Setelah selesai ia mengambil ponsel disakunya, ia menghubungi seseorang, 1x panggilan tidak dijawab, lanjut yang ke2 namun tidak juga dijawab dan yang ke3
"Hallo, siapa ini?" seseorang akhirnya menjawab panggilannya dengan suara khas bangun tidur
"Gita, liat jam mu"
Seketika mata gita melotot, ia hafal betul suara itu
"P...pak asgar?"
"Cepat bangun dan kekantor sekarang" asgar menutup panggilannya, ia menghembuskan nafasnya kasar
Sementara yang baru saja mendapatkan shock therapy dipagi hari ia segera bangki dan bersiap, tadi malam ia lupa menghidupkan alarmnya, ia termenung dan lalu tertidur
"Dari mana pak asgar tau nomorku ya?" gita berbicara sendiri sambil menunggu taxinya, ia memainkan ponselnya dan ia melihat nomor yang baru saja memberikan shock therapy padanya, ia membuay nama 'polar boss ' dikontak namanya sambil tersenyum
Tak lama kemudian taxi yang ditunggunya datang dan ia bergegas pergi kekantornya, dalam hati gita juga sedikit takut jika polar bossnya memarahinya, ia terlambat disebabkan kelalaiannya yang telat bangun tidur
Asgar juga sudah berada dijalan memenuhi padatnya kota, setelah ia berpamitan kepada kedua orang tuanya ia langsung menuju ke kantornya, ia juga akan mengambil beberapa berkas dikantornya, ia diantar oleh david
"Bang as, g mau mampir kemana-kemana dulu?" tanya david, david memang lebih muda dari asgar, mereka terpaut umur 5tahun mereka cukup dekat tetapi karena kesibukan masing-masing mereka jadi jarang bertemu, asgar sudah menganggap david sebagai saudaranya
"Kamu kapan selesai kuliah vid?" tanya asgar
"Palingan taon depan bg"
"Ntat kalau uda selesai kerja ditempat abang ya, jangan dicafe mulu"
__ADS_1
"G usah la bang, jangan bantuin aku terus"
"Abang cuma ngasi lapangan kerja dan seterusnya itu tergantung kamu dan abang g ngasi hak istimewa"
David terkekeh, ia hafal betul dengan asgar, asgar tidak haus pujian ia malah terkesan sombong dibalik ucapannya yang ingin membantu orang lain
Asgar sudah sampai diperusahaannya, ia meninggalkan david begitu saja dan ia pergi menuju keruangannya untuk mengambil beberapa berkas
Gita sedang menelfon leo, ia menceritakan pada kekasihnya kejadian tadi pagi leo menanggapinga dengan tertawa, ia pamit pada kekasihnya dan tak lama kemudian ia tiba di kantor asgar, gita pun menutup panggilannya pada leo
"Ini bukannya mobil pak asgar ya" gita bermonolog pada dirinya sendiri
"Mm maaf pak, apa pak asgar ada didalam?" gita bertanya pada david yang bersandar dibody mobil menunggu asgar
"Iya benar bu, saya david supir pak asgar, pak asgarnya sedang berada didalam bu" jawab david sopan
Gita mengangguk "Terimakasih"
"Sini saya bantu masukin kopernya bu" gita mengangguk lalu david mengambil koper gita dan memasukkannya dibagasi mobil
"Git kamu uda bawa semuanya?" asgar tiba-tiba muncul dari belakang gita
"Sudah pak" gita mengangguk, asgar memberikan berkas yang diambilnya pada gita
"Yakin g ada yang ketinggalan?" sambung asgar meyakinkan gita
"InsyaAllah tidak pak" asgar mengangguk dan mereka masuk kemobil
Asgar duduk didepan bersama david sementara gita duduk dibelakang sendirian, mereka melaju kebandara, pesawat yang mereka tumpangi akan take off pada pukul 10.00 wib
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komen
🌟🌟🌟🌟🌟