
Asgar menyadari bahwa ia sebenarnya cinta pada istrinya, ia tidak lagi memikirkan sarah dikepalanya hanyalah gita, ia tidak mau kehilangan gita
Sesampainya dikostan gita, senyum asgar menghiasi wajahnya, ia sudah tidak sabar ingin bertemu istrinya, ia memarkirkan mobilnya dan turun dengan membawa tentengan makan siang untuk istrinya
Ia melihat sekeliling rumah gita, keadaannya sama seperti ia tinggalkan kemaren, dimana hanya lampu luar yang menyala, sepatu gita juga tidak kelihatan disana, hati asgar mulai takut dan bimbang, kemana sebenarnya istrinya pergi, asgar mencoba mengetuk pintu kostan istrinya, ia berharap istrinya ada disalam
Tok...
Tok...
Tok...
"Gita,, sayang" asgar mengetuk pintu kostan gita, ia juga memanggil istrinya, dan itu ia lakukan berulang kali
Mendengar seperti ada yang mengetuk pintu dan memanggil dirinya, gita terbangun dari tidurnya, ia mengerjabkan matanya dan mencoba untuk mendengernya lagi, apakah itu hanya mimpi atau memang benar ada yang mengunjungi kostannya
"Sayaaang, buka pintunya git, aku mau bicara...tok..tok..tok...gita" asgar kembali memanggil gita
Gita bangun dari tempat tidurnya, ia keluar dari kamarnya dan mengintip dibalik jendela yang tidak jauh dari ruang makannya, disana terlihat mobil asgar sedang terparkir
"G akan gue bukain, lo bajing*n as, lo g akan nemuin gue tiga hari ini" ucap gita pelan
"Habis tiga hari ini gimana ya?" tanya gita pada dirinya sendiri, ia duduk dimeja makan sementara asgar terus saja memanggil dirinya
Diluar asgar terus menunggu ia duduk didepan pintu kostan gita, ia mencoba untuk menghubungi gita, namun kembali nomer istrinya tidak bisa dihubungi
Asgar mulai pasrah, ia kembali mengetuk pintu rumah gita namun gita hanya mendengar tanpa menjawabnya, gita yang menunggu diluar juga mulai leleah memperhatikan suaminya, ia mengendap berjalan pelan menuju kamarnya, ia berbaring sambil menghidupkan ponselnya tidak lupa ia mengaktifkan mode silent
Ia melihat banyak sekali panggilan dari suaminya dan juga vincen bossnya, ia juga membaca beberapa pesan masuk dari suaminya
__ADS_1
"Sayang aku minta maaf, tolong jangan pergi"
"Sayang aku salah, please angkat telfon"
"Sayang kamu dimana"
"Kasi tau aku kamu dimana, aku janji g akan ganggu kamu tapi aku harus tau kamu dimana, aku khawatir sayang, aku minta maaf"
"Khawla gita nizia, please nanti hubungi aku ya"
"Sayang please aku minta maaf, i love you"
Tak dipungkiri, sebagai wanita gita senang mendapatkan pesan dari suaminya, apalagi suaminya dengan terang terangan mengatakan i love you padanya, walaupun tidak mengatakannya secara langsung gita sudah merasa senang, karena selama ini asgar sama sekali tidak pernah mengatakan jika ia menyayangi ataupun mencintai gita
Gita kembali membuka pesan dari vincen bosnya, vincen penasaran dengan apa yang terjadi dengan sekretarisnya dan rekan bisnisnya
Gita tersenyum membaca kekepoan bosnya, ia tidak membalasnya, ia hanya membacanya, asgar yang akan kembali menghubungi gita melihat jika pesan yang ia kirimkan sudab dibaca gita, kali ini gita teledor
Diluar asgar kembali berusaha menghubungi istrinya, ia merasa ia ada harapan karena gita telah membaca pesannya, gita yang sedang mengotak atik ponselnta dikejutkan dengan getaran dari ponselnya, namun kembali ia tidak menjawabnya, asgar juga kembalu mengirimi ia pesan singkat
"Sayang angkat telfonnya please, aku tau kamu uda baca pesan ini, please sayang"
Gita yang membacanya menepok jidadnya
"Ya ampun gita, lo oon banget" gita berbicara pada dirinya sendiri, ia kembali mengotak atik ponselnya agar asgar tidak tahu jika gita sudah membaca pesannya
Sudah dua jam lebih asgar menunggu gita didepan rumah gita, asgar benar benar yakin jika gita tidak ada dikostannya, ia kembali berpikir kemana istrinya pergi, apa mungkin gita pulang kampung? seperti tidak mungkin, gita paling tidak mau jika ayahnya tahu apa yang sedang menimpanya, terlebih lagi itu hal buruk, atau mungkin ia dirumah teman temannya? tapi siapa teman gita? setau asgar gita bahkan tidak punya teman dekat
Arvin, asgar tiba tiba saya berpikir arvin, ia menghubungi arvin, namun satang asgar tidak mendapatkan apa yang ia harapan, lalu asgar kembali menghubungi lena, ia sangat berharap gita ada bersama lena, lagi lagi harapan asgar pupus, gita mendengar semua percakapan asgar dan teman temannya
__ADS_1
Lelah menunggu asgar masuk kedalam mobilnya, ia mulai melajukan mobilnya entah kemana ia akan berlabuh, yang ia pikirkan sekarang ia harus menemukan istrinya
Asgar melajukan mobilnya hingga tibalah ia dipemakaman sarah, tidak seperti biasa ia turun tanpa membawa apapun, wajah asgar sangat kusut, ia berjalan menuju makan sarah
"Hai sarah" ucap asgar, ia tidak lagi memanggil sarah dengan sebutan sayang seperti biasa
"Aku datang.....aku datang mungkin untuk yang terakhir" asgar mengusap pusara sarah
"Maafkan aku...aku....aku sudah mencintai istriku" asgar berkata terbata
"Aku benar benar tidak bisa kehilangan istriku, tadi pagi kami bertengkar dan aku mengatakan" asgar menjeda omongannya, ia seperti merasakan sakitnya gita mendengar apa yang ia bicarakan tadi pagi
"Aku mengatakan jika kamu masih ada dihatiku dan pikiranku, aku bodoh selama ini tidak menyadari bahwa aku mencintai gita, aku akui perlahan dirimu menghilang karena ada gita disisiku dan aku baru menyadarinya setelah gita pergi, aku tidak tahu dimana dia sar, aku seperti mau gila sar" asgar menghembuskan nafasnya kasar
"Aku harus mencarinya lagi, aku akan menemukannya, aku minta maaf, aku tidak lagi bisa mencintaimu, hatiku sudah dimiliki gita sar, aku pergi sar maafkan aku" asgar berdiri pergi meninggalkan makan sarah, ia sudah bukan seperti asgar yang rapi dan gagah, penampilannya benar benar kacau
.
.
.
Jangan like koment dan vote
follow aku juga ya 🥰
Terimakasih 🙏
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1