
"Gila lu, ya g la, ya pas dia nyari gue kirim pesan ke arvin suruh nelfon gue 5 menit lagi, nah pas dia dateng bawa tu cewe sumpah gue kasian, masih belia banget bro gue kan maunha yang perawan, parah tu tempat kek ngejual cewe banget, yang gue temuin ini kek gadis yang biasa aj gitu g dandan yang gimana gitu, trus gue bincang bincang la ya kan tarif perawan berapa sambil nunggu si arvin nelfon, ada ini rekamannya ma gue, g tau gue kepikiran aja mau ngerekam suaranya, tapi ya itu susah buat ngebuktiin kalau itu punyanya diego"
Lena membuang nafasnya kasar
"Iya itu dia kita g bisa nekan diego, gue uda kasi saran ke asgar supaga dia nikahin gita, tapi gitanya g mau asgar juga katanya g mau khianati sarah, temen lu uda gila g nyadar ma perasaan sendiri, kalah g suka ngapain bantuin gita sejauh ini dan dia g bisa jawab, vin gita balik jadi sekretarisnya diego, dia kepikiran ayahnya yang lagi sakit makanya dia ngalah, tapi dia pinter ngasi sarat ke diego" lena pun menceritakan apa yang terjadi pada pertemuan mereka dengan diego
*****
Asgar dan gita sudah tiba dirumah gita, gita mengucapkan terimakasih pada asgar karena telah mengantar dirinya pulang, tetapi asgar bukannya langsung balik ia malah turun dari mobilnya dan mengikuti gita mashk ke kostan gita
"Bapak g langsung pulang?" tanya gita
"Kamu ngusir saya?"
"Saya kan nanya pak"
"Ya itu berarti kamu ngusir saya"
"Uda tau diusir kenapa tetap masuk" gita bermonolog pelan, ia masuk kerumahnya dan diikuti asgar
Asgar duduk tanpa disuruh oleh tuan rumah, ia sudah biasa berada dirumah gita, ia sudah menganggap rumah gita seperti rumahnya sendiri
"Saya ganti baju dulu pak" gita masuk kekamarnya
"Saya mau baju kaosnya satu" gita menoleh kebelakang melihat asgar
"Bapak lama ya disini?" tanya gita, seperti yang sudah sudah jika asgar meminjam baju kaos gita itu berarti asgar akan lama dirumah gita, ia gerah jika harus menggunakan kemeja kantornya
"Terserah saya donk"
"Kok terserah bapak? rumah kan rumahnya saya"
Asgar hanya mencibir, gita terpaksa meminjamkan bajunya, asgar tersenyum, tak lama kemudian gita keluar dari kamarnya, ia pergi kedapur untuk memasak sementara baring disofa gita sambil menonton
"Git buatin saya kopi donk" gita menoleh melihat asgar dengan wajah kesalnya
__ADS_1
"Sorry, you're not my boss anymore"
Asgar tersenyum smirk
"Tapi saya tamu kamu"
"Tamu yang g diundang"
Asgar berdiri mendekati gita, ia akan membuatkan kopi sendiri, asgar meletakkan kedua tangannya dipinggangnya, ia memikirkan bagaimana caranya membuat kopi, gita yang tau asgar sedang kebingungan mengambil alih gelas asgar
"Uda sini saya buatin, bapak duduk aja sana" asgar tersenyum senang ia kembali duduk
Tak lama kemudian gita datang dengan dua cangkir dan cemilannya, mereka duduk menikmati cemilan dan menonton tv
"Kamu g bisa pulang git" asgar memulai pembicaraan, matanya masih fokus ke arah tv, ia berbicara tanpa menatap gita
"Ya pak, saya sudah menduganya, tidak apa apa saha sudsh menghubungi ayah saya"
"Apa dia baik baik saja?"
Gita menggeleng "Ayah sakit walaupun sakit ringan tetapi tetap saja saya mengkhawatirkannya"
"Trus menurut bapak saya harus gimana?"
Ingin sekali asgar mengatakan opsi ketiga dari lena, tapi lagi lagi mulutnya berat untuk berbicara, ia masih perang batin dengan dirinya sendiri, ia takut mengkhianati sarah tetapi disaat yang sama ia juga tidak ingin gita jauh darinya
"Jadi sekretaris saya lagi dan saya akan membantu kamu untuk keluar dari masalah ini"
Gita terkekeh ia memakan cemilannya
"Bukankah bapak sudah liat sendiri pak diego sudah menandatangani sarat yang saya ajukan? itu tandanya saya g bisa mundur pak, jika saya mundur sama saja saya cari masalah sendiri, saya akan dituntun pak diego lagi dan masalah akan semakin besar dan rumit, saya g mau pak, saya sudah cukup pusing memikirkan masalah ini dan saya juga pusing memikirkan ayah daya yang sedang sakit tapi saya g jenguk ayah saya"
Asgar terdiam mendengarkan penjelasan gita yang panjang, apa yang gita katakan benar, ia bjsa dituntut oleh diego karena mereka menandatangi surat diatas materai
Asgar membuang nafasnya kasar
__ADS_1
"Mau makan malam?" tawar asgar, mereka tidak lagu membicarakan masalah diego
"Saya udah kenyang pak"
"Kamu harus temenin saya makan"
"Diiiih pemaksaan" gita melanjutkan memakan cemilannya
*****
Tidak jauh berbeda dari asgar dan gita, ketiga teman asgar juga sedang makan malam, aron menghubungi isteinya gabby untuk bergabung bersama mereka disebuah restoran begitu juga dengan arvin yang juga menghubungi bella, pasangan mereka akan datang menggunakan taxi online
Tak lama kemudian bella dan gabby sudah tiba direstoran, mereka datang hampir bersamaan, lena menyambut kedua sahabatnya begitu juga suami mereka masing masing
"Duuh kangen banget uda lama g kayak gini" ucap gabby
"Iya nih uda lama banget ya...eh asgar mana?" sambung bella
"Sibuk sama gebetan barunya" jawab lena
"Akhirnya ya, doa kita terkabul juga, semoga kali ini mereka benar benar berjodoh" gabby yang juga tahu kisah asgar turut mendoakan asgar
"Palanya minta digetok biar sadar tu manusia satu, cintanya sama sarah tapi g rela jauh jauh dari gita, lucukan?" sungut lena
"Ntar kalau uda jauh baru sadar len, kek gue" jawab arvin
Lena dan lainnya tertawa, mereka mengobrol soal asgar, iaenceeitakan semuanya pada gabby dan bella dan mereka juga menceritakan masing masing.
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
__ADS_1
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟