
Tak butuh waktu lama asgar menunggu mommy dan gita berbincang mengenai dekorasi pernikannya nanti, gita memilih dekorasi yang simple namun elegant, selera sangat bagus menurut mommy, tak lama kemudian asgar dan gita pamit kepada mommy untuk pergi kekampung gita, akan menemui calon mertuanya untuk meminta izin
"Kita pergi dulu mom, mommy bilangin ke daddy ya" ucap asgar dan mommy mengangguk
"Iya sayang kalian hati hati ya, jangan ngebut ngebut as, nanti kalau sudah sampai kabarin mommy oke" gita dan asgar mengangguk mereka mencium pipi mommy
"Sayang nanti salam sama ayahmu ya" gita mengangguk mengiyakan dan mereka berlalu pergi
Asgar melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia melihat gita sekilas dan kemudian kembali fokus menyetir
Gita mengeluarkan ponselnya, ia terlihat menghubungi seseorang
"Hallo assalamualaikum yah"
"Waalaikumsalam gigit" jawab ayah dari seberang telfon
"Ayah gita pulang hari ini ya, tapi gita berdua ayah sama teman" asgar mengerutkan dahinya mendengar gita menyebutnya seorang teman
"Teman? tumben sekali" jawab ayah
Asgar mengambil alih ponsel gita, ia merebutnya dan meletakkannya ditelinga gita, gita terkejut jantungnya berpacu melihat asgar akan berbicara dengan ayahnya
"Hallo assalamualaikum yah" ucap asgar, gita mengerutkan dahinya serta melototkan matanya mendengar ucapan asgar yang memanggil ayahnya dengan sebutan ayah
"Ayah?? waalaikumsalam, dengan siapa ini?" tanya ayah heran
"Saya asgar shawqi yang insyaAllah akan jadi suami gita ayah, saya dan gita sedang didalam perjalan menuju rumah ayah"
Ayah syok mendengarkan penuturan asgar, ia bukannya tidak senang, ayah bahkan sangat senang karena putri satu satunya akan melepaskan masa lajangnya, ia hanya terkejut, setelah lama gita tidak pulang tiba tiba anaknya pulang dengan membawa calon suaminya
"Ba..baiklah ayah akan menunggunya, kalian hati hati dijalan" kawab ayah yang gugup seakan tidak percaya
"Baik ayah terimakasih" asgar dan ayah menutup panggilan mereka, asgar mengembalikan ponsel gita
"Apa apaan sih pak, ngapain coba pake ngomong ngomong begituan, ntar kalau ayah syok trus pingsan gimana?" ucap gita kesal
"Buktinya ayah baik baik saja dan saya bukan teman kamu tapi calon suami"
"Iya tau calon suami, tapi kan bisa nanti dibicarakan dirumah, harus ya bicaranya sekarang?" gita mendengus kesal
*****
__ADS_1
Sementara ayah yang sedang berada dirumah memanggil anak bungsunya
"Aufar.....aufar...."
"Ya ayah ada apa?" tanya aufar yang baru saja keluar dari kamarnya
"Hari ini kakakmu akan pulang"
"Bagus donk yah, uda lama kan kakak g pulang?"
"Iya tapi kali ini dengan calon suaminya?"
"Hah? calon suamik? kok mendadak yah?"
"Yaaa kamu kayak g tau kakak kamu aja, dia mana pernah ngomong ngomong"
"Yah jangan jangan kakak macem macem lagi yah?" ucap aufar menduga duga
"Hussshh jangan ngomong yang aneh aneh deh, ayah percaya sama kakak kamu, dia bisa jaga diri"
"Ya siapa tau khilaf yaaah"
"Uda deh g usah mikir macem macem, sekarang bantuin ayah beresin kamar kakak kamu ya, spreinya diganti dan jendela kamarnya dibuka"
"Oya sama lagi, ntar kalau calon suami kakak kamu mau nginep dirumah pake kamar kamu aja ya, kamu tidur sama ayah aja, beresin juga tu kamar kamu"
"Yah kok gitu yah?"
"Ya mau gimana lagi kan ada tamu, kamar tamu kita kan g ada"
Aufar melemaskan bahunya, ia pergi untuk membereskan kamar gita dan kamarnya
*****
Tak terasa sudah dua jam perjalanan gita dan asgar menuju kampung gita, asgar masih fokus menyetir sedangkan gita tertidur, mereka sudah masuk diperkampungan gita
"Git....gita....gita bangun" asgar membangunkan gita, ia tidak tahu alamat rumah gita
"Gita...." asgar akhirnya menepikan mobilnya untuk membangunkan gita, asgar melepaskan safety beltnya, ia kembali membangunkan gita
Kali ini ia melihat wajah gita lebih dekat, ia tersenyum, ia membelai wajah gita, ia kembali tersenyum
__ADS_1
"Cantik" asgar tersenyum dan kembali membelai wajah gita, ntah kenapa jantungnya berpacu hanya dengan membelak gita, ia memegang jantungnya dan kembali kedudukannya
Asgar tidak jadi membangunkan gita, ia mengambil ponsel gita dan mengotak atik ponsel gita, untung saja ponsel gita tidak dikunci
"Haloo assalamualaikum yah" ya asgar menghubungi ayah gita, ia tidak tega membangunkan gita yang terlelap
"Ooh nak calon suami gita?"
"Iya yah asgar"
"Ooh nak asgar, kalian sudah sampai dimana?" tanya ayah
Asgar mencari cari nama jalan yang ia lewati "Kami sudah dijalan xxxxx yah, gita sedang tidur makanya saya menghubungi ayah"
"Ooh begitu, tidak apa apa nak, baiklah kalian lurus saja...." asgar terus mendengarkan ayah yang sedang menunjukkan jalan padanya, ia mengangguk paham dengan apa yang ayah jelaskan
"Baikla yah terimakasih"
"Sama sama hati hati nak asgar"
"Baik yah" asgar menutup panggilannya, ia mengembalikan ponsel sarah kedalam tas gita, ia kembali melihat gita
Setelah menatap wajah gita asgar kembali melajukan mobilnya, ia mengikuti arah jalan yang ayah gita jelaskan, tidak berapa lama kemudian asgar dan gita sampai di deoan rumah gita, rumah sederhana, asri dan terlihat luas, asgar disambut oleh dua laki laki kesayangan gita yaitu ayah dan aufar
Asgar turun tanpa membangunkan gita, ia menyalami ayah dan aufar, aufa termenung melihat asgar, asgar dengan baju kaos dan celana pendeknya mampu menyihir aufar ditambah lagi dengan mobil mewah yang asgar bawa
"Waah calon suami kakak keren sekali"
Aufar spontan berbicara didepan ayah dan asgar, ayah memukul pelan lengan aufar dan aufar tersadar, ia menyalami asgar.
"Aufar bang adik kesayangan kak gita" asgar tersenyum, adiknya g jauh berbeda dari gita, ia menyambut uluran tangan aufar ramah
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Terimakasih 🥰🙏
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟