Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
43


__ADS_3

"Gue perhatiin ya, mobil yang masuk itu mobil-mobil mewah as, ada juga sih yang mobil biasa, pengamanannya ketat banget asli, jadi kalau orang masuk tu diperiksa trus keluar juga diperiksa, g tau deh gue tempat apa kenapa bisa seketat itu" lena meminum minumannya yang sudah diatas meja


"Lo g liat yang lain lagi?"


Lena masih menyesap minumannya "gue liat tu kayak ada cewe tapi g begitu jelas sih, trus gue takut ketangkep kan, ya uda gue pergi aja soalnya gue ngerasa ada satu penjaga yang ngawasin gue gitu, ngeri bok" ucap lena menggoyangkan bahunya ngeri


Asgar diam ia seperti sedang memikirkan sesuatu


"Lo tau alamatnya g?"


Lena mengangguk, waiter datang mengantar pesanan makanan mereka


"Ntar deh gue liat kesana"


"Lo pergi jangan sendiri as, bahaya, ntar kalau terjadi apa-apa g ada yang bantuin, jauh itu soalnya"


"Lo kalau pergi sama gue aja" tawar ferdi


"Bener tu yank, temenin asgar...eh tapi gue heran deh kenapa ambil berat kasus gita? yang baru beberapa minggu kerja sama lo?" lena mengangkat alisnya


"Jangan-jangan lo suka sama dia ya?" sambung lena, ia memicingkan matanya kearah asgar


Asgar membuang nafasnya pelan ia menoleh kearah kanannya, ia memicingkan matanya menatap lama pada seseorang yang pernah dijumpainya, penglihatannya tidak begitu jelas karena terlindung seorang waiter


"Brengs*k emang tu cowo" kini asgar melihat jelas siapa yang ada diseberang mejanya


"Siapa sih as?"


Asgar tidak menjawab pertanyaan ferdi, ia terus saja memperhatikan leo yang sedang makan bersama jeny berdua, ya sepulang dari rumah gita leo menghubungi jeny untuk bertemu disalah satu cafe, leo semakin akrab dengan jeny ia merasa jeny wanita yang realistis dan tidak sok suci seperti gita yang tidak ingin disentuh berlebihan dan sok kuat pikir leo, hubungannya dengan gita semakin renggang sejak gita bepergian bersama asgar dan sejak dia mengenal jeny


Asgar melihat leo sangat akrab dengan jeny, leo sampai memegang tangan jeny dan mengelus pipi jeny


"Siapa sih? gitu amat ngeliatainnya" giliran lena yang bertanya pada asgar


"Pacar gita" mendengar jawaban asgar lena tertawa


"Kenapa sayang? ngakak bener" tanya suami lena


"Sayang....fix temen kita uda move on, bisa sampe sewot gitu pacar gita jalan ama cewe lain dan satu lagi yang perlu dicatet, seorang asgar shawqi mau ikut campur masalah orang lain, that's something special right?" lena terus menggoda asgar


"Gue masih mencintai sarah, you know?"

__ADS_1


"Yeaah i know, gue juga g bilang lo cinta ma gita, tapi lo suka ama gita masih ditahap su-ka" lena menekankan kata suka pada asgar


Asgar diam tak menanggqapi ucapan lena


"Kita liat aja sayang, semoga dugaanmu benar" ucap ferdi


Asgar hanya mengangkat kedua bahunya, ia menyesap miumannya sesekali melihat kearah leo


*****


Hari ini arvin sudah mulai bekerja kembali, ia sudah menghabiskan sepuluh harinya untuk bercuti, kini saatnya mencari cuan kembali


"Pagi git" arvin menyapa gita dengan senyum manisnya


"Uda masuk lo?"


"Lemes banget bestie, kenapa?"


"G ada, kalau lo uda masuk saatnya gue resign"


"Masih ada waktu seminggu lagi kok, cepet amat mau resign"


"G apa-apa la sama aja kan hari ini atau nanti"


"G apa-apalah beda dikit, lagian gue harus nyari kerja tempat lain juga, buang-buang waktu kan gue disini ujung-ujungnya gue dipecat juga"


"Ya uda deh serah lo, mau gie bantuin g cariin kerja?"


"G usah lah, g enak pale orang dalem, enaknya tu usaha sendiri jadi lebih menghargai pekerjaan"


"Good girl banget lo" gita terkekeh, ia akan menyiapkan beberapa berkas yang akan ditanda tangani asgar


Gita menyiapkan surat pengunduran dirinya, ia merasa percuma menghabiskan waktu diperusahaan ini dan ujung-ujungnya ia juga dipecat, ia harus secepatnya mencari pekerjaan baru, sebelum itu ia akan pulang kekampunga menemhi ayah dan adiknya, sudah lama mereka tidak bertemu


Gita memasuki ruangan asgar, ia membacakan jadwal asgar hari ini, hari ini tidak ada meeting penting tetapi malam ini perusahaan tetangga mengundang asgar untuk menghadiri makan malam, angel mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke 29 tahun


"Morning pak" asgar hanya mengangguk dan melirik gita sebentar


"Ini berkas yang perlu bapak tanda tangani dan ini surat pengunduran diri saya pak" asgar kemali melirik gita, gita tersenyum


"Bukankah masih enam hari lagi? kenapa mengundurkan diri sekarang?" tanya asgar

__ADS_1


"Ya kan sama aja pak, hari ini atau besok, sama-sama dipecat"


"Saya bayar kamu full satu bulan"


"G full juga g apa-apa pak"


"Ya g bisa gitu donk"


"Kenapa g bisa pak?"


Asgar membuang nafasnya pelan


"Bikinin saya kopi dulu"


"Baik pak"


Gita keluar dari ruangan asgar untuk membuatkan asgar kopi, asgar memijit pangkal hidungnya, kenapa ada yang aneh, seakan ada perasaan tidak rela jika gita berhenti bekerja, tetapi gengsi yang besar sudah betahta sejak lahir dalam diri asgar


Gita kembali membawakan kopi untuk asgar


"Ini pak kopinya" asgar mengangguk


"Saya g terima pengunduran diri kamu sebelum kamu full bekerja satu bulan" asgar merobek kertas pengunduran diri gita


"Kenapa g bisa pak? kata pak arvin bisa kok"


"Bos kamu arvin atau saya?"


"Pak saya ngundurin diri hari ini sama saya ngundurin diri seminggu lagi itu sama saja, saya sama-sama dipecat dan saya harus prepare untuk cari kerjaan baru agar awal bulan nanti saya sudah langsung bisa bekerja ditempat yang baru" jelas gita panjang lebar


"Kenapa bapak jadi nahan saya?" sambung gita, mereka kembali berdebat


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih semoga suka 🥰🙏

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2