
Dua bulan berlalu. . .
Gita dan asgar sedang berjalan pagi disekitaran rumahnya, sebulan terakhir ini ia sangat rajin sekali hanya untuk sekedar berjalan pagi, karena ia tinggal menghitung hari untuk lahirn dokter memang menyarankan untuk sesering mungkin jalan pagi
"Lelah sayang?" tanya asgar membelai rambut istrinya
"Sedikit" gita memang terlihat seperti orang kelelahan
"Ya udah yuk istirahat dulu duduk disini ya, aku ambilin jus" setelah mendudukkan istrinya di pendopo halaman rumahnya, asgar bergegas mengambil jus untuk istrinya didalam rumah
Gita yang ditinggal sendirian di pendopo sudah merasakan rasa tidak enak diperutnya tetapi ia mengacuhkannya, ia terus saja mengusap perutnya berharap rasa tidak nyaman yang ia rasakan akan segera hilang
Namun apa yang dipikirkan git salah, rasa tidak nyaman yang ia rasakan semakin menjadi bahkan lebih sakit, sakit itu terasa dalam kurun waktu 5 menit sekali, ia mencoba untuk tetap berjalan menuju rumah, jika ia merasakan perutnya sedang sakit ia akan berhenti melangkah
Asgar terlihat baru saja akan mendatangi istrinya, tetapi melihat istrinya yang memegang perut seperti menahan sakit, asgar spontan berlari menuju istrinya, jus yang ia bawakan sedikit tertumpah namun ia tidak perduli itu, ia sangat memgkhawatirkan istrinya
"Sayang...kenapa? Ini minum dulu" asgar memberikan segelas jus kepada istrinya dan gita langsung menenggaknya sampai habis, asgar menaruh gelas itu sembarang bahkan ditengah halaman
"Sakit sayang, sakit banget, keknya uda waktu deh"
"Benarkah sayang? Baiklah ayo kita kerumah sakit" asgar membantu istrinya berjalan
Melihat istrinya yang kesulitan berjalan asgar langsung menggendong istrinya
"Akkhh...bikin kaget aja sih yank, permisi kek orang lagi sakit juga" gita bersungut karena terkejut
"Maaf sayang, apa masih sakit?"
"Uda g, tapi ntar datang lagi, tadi juga gitu ilang trus sakit ntar ilang lagi gitu" gita mengalungkan tangannya ke leher suaminya
Sesampainya didalam rumah asgar mengejutkan gita, ia berteriak kencang memanggil mommy dan daddy tanpa menurunkan gita dari gendongannya
"Moooomm....daaaadd... Where are you? Gita mau lahiran"
"Kamuu!! kaget tau bisa g, g telinga aku teriaknya, turunin dulu kek akunya iiihhh" ucap gita sebal namun asgar tidak memperdulikannya
"Sayang aku belum mandi, kira kira kalau aku mandi dulu sempat g ya?" ucap asgar dan itu didengar oleh mommy dan daddy
"Jangn aneh aneh deh, gita uda kesakitan gitu kamunya malah mikir mandi" mommy bergegas menghampiri asgar dan gita
__ADS_1
"Bukan gitu mom, ntar aku gendongin anak aku gimana?"
"Ya g gimana gimana, gendong ya gendong aja" timpal daddy
"Bau keringat dad, ntar anak aku muntah lagi" asgar benar benar konyol disituasi seperti ini ia masih sempat berpikir demikian, gita tersenyum mendengar semangat asgar untuk bertemu dengan anaknya namun tetap aja itu konyol pikir gita
"Gimana sayang, sakitnya uda sering?" tanya mommy pada gita dan gita mengangguk masih dalam gendongan asgar
"Ya sudah ayo kita kesana, daddy telfonin ayah kamu dulu ya suruh siap siap dijemput sama supir" git akemvali mengangguk menahan sakit, sakitnya kambuh lagi dan bahkan lebih sakit
Asgar melihat wajah istrinyanyang menahan sakit digendongannya, ia merasa iba dan tidak tega
"Sakit banget ya sayang? Kasian banget aku liat wajah kamu nahan sakit, maaf ya sayang g bisa ngerasain sakit kamu" gita berusaha tersenyum
Asgar menempatkan gita didalam mobil yang disupir oleh daddy, sementar mommy duduk didepan dan asgar menemani istrinya dibangku belakang
Asgar terus menggenggam tangan istrinya serta mengusap keringat istrinya, ia sesekali mencium tangan dan dahi istrinya
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan sampai, kamu harus kuat sebentar lagi kita akan bertemu anak kita" asgar beralih mengusap perut gita, mommy dan daddy juga sesekali memberi semangat pada gita
Gita mengatur nafasnya, ia berusaha untuk tidak merintih dan tidak berteriak, walaupun sakitnya luar biasa ia akan mencoba untuk menenangkan dirinya
Tak lama kemudian mereka tiba dirumah sakit terdekat dari rumah mereka, gita kembali digendong oleh suaminya dan diletakkan di brangkar rumah sakit, gita didorong menuju igd untuk pemeriksaan
Asgar senantiasa menemani istrinya, mommy dan daddy berada diluar ruangan igd, dan setelah masuk keruangan igd khusus wanita melahirkan, dokter dan bidan segera memeriksa keadaan gita dan sekarang sudah pembukaan tujuh berarti tidak lama lagi ia akan segera melahirkn
Mendengar itu asgar semakin tidak sabar namun tidak sabarnya kalah dengan melihat wajah istrinya yang terlihat begitu kesakitan
"Bapak boleh dampingin ya pak, kasi support sama istrinya" ucao dokter yang memeriksa gita
"Baik dok, terimakasih"
Asgar kembali mengusap kepala istrinya sambil menggenggam tangan gita, sesekali ia mencium gita dan berpindah mengusap perutnya
"I love sayang, terimakasih sudah sekuat ini, terimakasih sudah menahan kesakitan yang luar biasa demi anak kita, aku yakin kamu bisa, sebentar lagi sayang, sebentar lagi" asgar mencium dahi istrinya lama, gita sempat mengangguk pelan
Genggaman tangan gita semakin kuat, dan asgar tahu itu tanda sakit yang istrinya rasakan semakin kuat, ia mencium tangan istrinya
"Dok apa masih lama? Istrinya saya sudah sangat kesakitan" asgar sangat mengkhawatirkan istrinya
__ADS_1
"Iya bapak sebentar lagi, kita lagi bersiap untuk menyambut kelahiran anak bapak
Seharusnya mereka akan melahirkan dirumah sakit kerabat mereka, namun apa daya semua diluar rencana, jadi merek memilih rumah sakit terdekat saja karena kasian banget melihat gita menahan sakit
Para dokter dan bidan kembali memeriksa pembukaan pada gita, mereka juga sudah menyiapkan segala sesuatu untuk melahirka, pembukaan gita sudah lengkap dokter memberi edukasi cara mengejan dengan benar dan gita paham akan itu karena ja mengikuti class yoga
Dokter dan bidan pun memulai ritual pengambutan bayi
"Ya ibu, kalau saya bisa ngeden, ngeden ya bu, baik ibu tarik nafas dalam 1,2,3 ayo bu ngeden"
"Eeekkkkhhhh. . . . ." gita mulai mengedan, tangan gita menggenggam kuat tangan asgar dan karena gita seorang yang bisa bela diri asgar merasa kesakitan yang lumayan sakit untuk skala genggaman wanita, namun asgar menahannya
"Bagus ibu, tarik nafas dalam ya bu, bayinya sudah terlihat, semangat ya ibu" dokter kembali menyemangati pasiennya
"Ayo sayang, kamu bisa, genggam lebih kuat tangan aku sayang, lepaskan aja semua energi kamu, i love u sayang" asgar kembali mencium kepala gita yang sedang mengatur nafasnya, gita sedikit mengangguk merespon ucapan suaminya
"Siap ya bu, 1,2,3 ayo bu, ngedan lagi, kali jni lebih kuat dan lebih panjang bu biar bayinya lamgsung keluar, uda didepan pintu ibu" ucap dokter
Kali ini gita benar mengedan dengan sekali hentakan, ia menggenggam tangan asgar sekuat tenaganya dan asgar semakin merasa kesulitan namu ia tetap bertahan pikirnya sakit genggaman gita tidak ada apa apanya dibandingkan sakit gita melahirkan
Novel baru aku,mampir yaa guys yaa
.
.
.
Alhamdulillah masih bisa lanjut
Next part adalah part akhir ya tsay
Jangan lupa follow, like koment dan vote
Terimakasih readers 🥰🙏
...✨✨✨✨✨...
__ADS_1