Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
58


__ADS_3

"Ya pak asgar, sebenarnya bapak rugi sekali melepaskan gita sebagai sekretaris bapak, dia sangat cer..."


"Kalau begitu aku tidak akan melepaskannya" asgar memotong ucapan diego, dan itu membuat diego dan gita menatap asgar, pandangan asgar jatuh pada gita yang menatapnya, lena tersenyum puas dengan jawaban asgar


"Pak asgar, tidak bisa begitu, anda sudah menandatangi surat resign saya, please jangan memperkeruh suasana pak" gita memelas memohon pada asgar


Diego yang kesal hanha diam saja memandang asgar, ia juga menyesal telah berbicara seperti itu, rupanha asgar terpancing dengan omongannya


"Maaf pak asgar, jika anda tidak melepaskannya ia juga tidak bisa bekerja dengan anda pak, ia akan dipenjara karena ia terbukti bersalah"


"Boleh saya bertanya pda anda pak diego?" ucap asgar dengan dinginnya dan tatapan yang menusuk


"Silahkan pak asgar"


"Kenapa anda mempermainkannya? kenapa anda sangat ingin gita menjadi sekretaris anda? dan kenapa anda memecatnya? apa kesalahannya?"


Diego gugup mendengar pertanyaan asgar, ia terkekeh untuk menghilangkan kegugupannya


"Dulu saya memecatnya karena ia punya kesalahan kecil saya sedang emosi waktu itu, saya sudah memintanya kembali tetapi ia tidak mendengarkan permintaan saya, makanya saya berbuat seperti ini"


Gita tersenyum smirk, ia mendengus mendengar diego lagi lagi berdusta, ia sungguh pintar beralasan, asgar dan lena yang tahu cerita sebenarnya dari gita juga memandang rendah pada diego, ternyata ia sungguh buruk


Asgar memilih untuk diam tidak lagi mempermasalahkan kebohongan diego, ia rasa percuma karena diego akan punya seribu alasan untuk mengelak


"Baiklah jadi apa saja sarat yang akan diajhkan gita? boleh saya mendengarnya juga?"


"Ooh baik pak asgar saya akan membacanya"



Pak diego tidak boleh melakukan kontak fisik pada gita


Pak diego tidak menjadikan gita sebagai asisten pribadi


Pak diego tidak boleh memaksa gita untuk melakukan hal hal yang merugikan gita

__ADS_1


Diego mencabut gugatannya pada gita serta tidak pernah menuntut gita kembali dengan alasan apapun


5.Waktu libur gita tidak boleh diganggu gugat, karena tanggung jawab gita hanyalah dikantor



Diego terkekeh membaca semua sarat yang diajukan gita, ia akui gita bukan gadis yang bisa ia remehkan, selain ia cerdas sepertinya ia juga menarik perhatian asgar, pikir diego


Tapi diegi tidak menyerah begitu saja, jika gita masuk dalam rumah bisnisnya maka ia akan untung besar, ia akan mencoba lain untuk menjebak gita


Sementara lena tersenyum, ia juga mengakui gita gadis cerdas yang bisa menjaga dirinya sendiri, berbeda dengan lena, asgar menatap gita dengan tatapan yang tidak sulit diartikan


"Baiklah aku menyetujuinya"


Mendengar jawaban diego gita menempelkan materai di atas nama diego, sekarang gita sedikit tenang ia bekerja dengan kekuatan hukum yang ia buat untuk melindungi dirinya sendiri, diego dan gita menandatangi sarat yang diajukan gita, serta lena diminta oleh gita sebagai saksi


"Baikla saya rasa sudah cukup, saya permisi, dan ya saya akan mulai bekerja senin depan, saya akan mengurus berkas berkas saya terlebih dahulu dikantor pak asgar"


Gita berdiri dari dudukannya, asgar dan lena mengikutinya, mereka pamit pada diego


"Gue nunggu ferdi aja ya as, gue uda telfonin dia tadi minta dia yang jemput gue" lena tau asgar butuh bicara dengan gita jadi ia akan meminta suaminya untuk menjemputnya


"G usah pak saya bisa pulang sendiri" asgar memejamkan matanya, ia menarik tangan gita lembut dan membawa gita kedalam mobil


Didalam mobil asgar dan gita diam seribu bahasa, tidak ada yang memulai obrolan


Sementara lena sedang menunggu suaminya, tak lama kemudian ada sebuah mobil yang berhenti didepan resto serta membunyikan klaksonnya, dan ternyata itu suami lena, ia membuka kaca mobilnya


"Sayang ayo" lena yang kaget mengerutkan dahinya pasalnya itu bukan mobil suaminya, ferdi kembali menutup kaca mobilnya


"Surprise...." lena yang hendak duduk dijok mobil depan terkejut dengan teriakan dua manusia dijok belakang


"Apaan sih kalian bikin kaget deh, heeeehhgg"


Arvin, aron dan ferdi tertawa melihat ekspresi keterkejutan lena

__ADS_1


"Kok bisa barengan? dari mana sih?"


"Kita dari rumah bord*ilnya" jawab arvin terkekeh


"Ngapain?! iiihhh sayang!!" lena yang terkejut mendengar jawaban arvin memukul lengan suaminya


"Sakit sayang, lo jangan cari gara gara ya vin....Jelasin ron" jawab ferdi


"Kita dari rumah bisnisnya aron len, dan lo tau itu rumah bord*l, gila ya bandit tua itu pantesan letaknha agak jauh ditempat sepi" jelas aron


"Gimana caranya?" tanya lena


"Asgar kan minta bantuan gue.." aron mulai menjelaskan


"Ya gue tau, maksudnya kalian bertiga kesana?" sanggah lena


"Iya tapi kita beda mobil awalnya sayang, aku sama arvin, aron sendiri bawa mobilnya trus mobil aku, aku tarok dibengkel buat service besok baru diambil biar sekalian ada yang nganterinkan" jelas ferdi


"Trus lu masuknya gimana ron?"


"Gue kan masuk ni ya trus diperiksala segalanya, mereka berdua nungguin gue jauh dari rumah bisnis itu, trus uda gue diperiksa gue parkir mobilnya kan, masuk ni gue, gue liat tu orang orang yang gandeng wanitanya masing masing, gue kira hotel terus tiba tiba datangla ya kan kek mami mami gitu, mau yang gimana mas? sumpah jijik gue, lembut kek menggoda gitu tapi bikin gue jijik, gue g tau apanya yang gimana, kalau gue nanya ketauan donk gue g tau tempatnya tapi gue datangin, yang paling bagus aja gue jawab, yang perawan apa g mas? dia nanya lagi, nah dari situ gue uda nangkep"


"Trus lu bawa tu cewe? mati lo ma gabby" lena mengingatkan aron akan istrinya


.


.


.


Jangan lupa vote like dan komen


Terimakasih 🥰😅


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2