Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
99


__ADS_3

Setelah puas ia memeluk gita, ia membantu gita membawakan belanjaan yang berada ditangan gita menuju dapur, gita mengikuti asgar masuk kedalam rumahnya, namun ia tidak kedapur melainkan ke kamarnya, ia berganti baju dengan baju rumahan


Setelah gita selesai, ia duduk dimeja makan untuk memilah dan membereskan belanjaannya tadi dan asgar juga ikut membantunya


"Kenapa tidak mengajakku untuk belanja" tanya asgar, gita terkesiap mendengar asgar tidak lagi menggunakan saya tetapi aku, ia menoleh sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah semula setelah asgar juga menoleh kearahnya


"Kenapa harus?" jawab gita ketus


"Ya harus, kamukn jadi repot g ada yang bantuin"


"Uda biasa" gita kembali ketus


"Kita akan menikah minggu depan" ucap asgar tiba tiba


"Aku setuju dengan mommy, lebih cepat lebih baik" gita mendengus mendengar ucapan asgar, ia tersenyum smirk


"Jangan plin plan bisa g? kalau kamu masih terpaku dengan sarah, aku mohon maaf aku mundur, aku g bisa as" gita menelan susah salivanya, ia sedih ia menahan tangisnya, ia merasa dipermainkan


"Aku g bisa berperang melawan orang yang sudah tiada as, aku lebih baik berperang dengan orang yang nyata ada dihadapanku, aku mundur as, aku minta maaf" sambung gita


"Git please, apa kamu mau kembali dituntut oleh diego?"


"Jika hanya itu tujuanmu menikahiku, aku juga mundur asgar shawqi, aku hanya ingin menikah dengan orang yang benae benar sayang padaku dan bertanggung jawab, tak hanya itu ia juga mencintaiku, agar apa? agar aku bahagia" gita menghentikan kegiatannya memilah belanjaannya, ka menatap asgar


"Sekarang aku tanya, kenapa kamu peduli dengan urusanku dan diego?" asgar diam


"Apa yang kamu rasain saat berada didekatku? dan tadi kenapa seperti itu? kenapa memelukku erat seperti orang yang takut kehilangan?" gita benae benar menyerbu asgar dengan pertanyaan yang ada dibenaknya selama ini, ia berpikir jika asgar sayang padanya ia akan terus berjuang membantu asgae benar benae lepas dari masa lalunya tetapi jika asgar tidak menjawabnya lagi kali ini ia akan benar benar mundur


"Jawab as, aku butuh jawabanmu untuk aku bertahan ataupun mundur, kenapa sih setiap kali ditanyain hal beginian tu kamu g pernah jawab?"


Gita terus menatap asgar, asgar menunduk dan diam, melihat asgar yang tidak menjawab pertanyaannya gita berdiri dari duduknya hendak beranjak pergi, tetapi asgar menahannya, ia memegang tangan gita erat, ia juga berdiri dihadapan gita, ia juga menatap gita

__ADS_1


Asgar hendak menjawab segala pertanyaan gita, tetapi mulutnya sangat berat, ia menelan susah salivanya, jantungnya berpacu kencang


"Aku g tau git, yang aku rasain...aku marah dan aku kesal jika kamu dekat dekat sama cowo lain, dan saat aku berada didekatmu, jantungku berpacu, dan soal tadi aku takut kamu pergi" asgae menghela nafasnya pelan seolah ada perasaan lega dengan apa yang dia ungkapkan


"Untuk membina rumah tangga, semua perasaan yang kamu rasakan padaku g cukup as, kamu tau? sebelum aku keluar untuk berbelanja, kamu kembali bermimpi menyebutkan nama sarah, coba bayangkan jika disebelah kamu nanti itu aku, dan aku sudah menjadi istrimu sementara suamiku masih terus bermimpi mantannya bahkan ia masih mencintainya dan tidak mau mengkhianatinya" gita menekan ujung perkataannya


Asgar menatap gita, ia memeluk gita, seperti yang sudah sudah pelukan gita terasa menenangkan baginya, ia menghirup dalam wangi tubuh gita


"Bantu aku git, bantu aku untuk sembuh, aku tidak mau kehilanganmu, tapi..." asgar menjeda perkataannya


"Tapi juga tidak mau mengkhianati sarah bukan?" asgar masih memeluknya, gita sangat senang berada dipelukan asgar, karena ia mungkin sudah mulai mencintai asgar


"Kamu g bisa egois as, kamu harus pilih salah satu" gita menghela nafasnya, asgsr benar benar sakit pikirnya, ntah apa yang ada didalam pikiran asgar sehingga ia memperlakukan sarah seperti orang yang masih hidup


Gita melepaskan pelukannya, ia membawa asgar duduk disofanya


"Aku boleh nanya?" tanya gita lembut, dan asgar mengangguk


"Sarah sudah meninggal gita" jawab asgar malas


"Kalau begitu ceritakan padaku apa yang terjadi padamu dan sarah"


"G mau, aku lapar, boleh masakan untuku?" pinta asgar lembut


Gita mengangguk dan berdiri, ia membereskan sisa belanjaannya dan kemudian memasakkan asgar sesuatu


"Jadi.... kita nikah minggu depan ya?"


"No!" jawab gita cepar sambil merasik bumbu masakannya


"Kenapa tiba tiba mau? tadi didepan mommy g mau"

__ADS_1


"Aku bisa kehilangan kamu" jawab asgar, gita menoleh melihat asgar ia mencibir mengejek asgar


"Kalau g bisa kehilangan aku ya lupain sarah donk, masak dua duanya mau, g enak di aku donk" jawab gita


"Iya aku kan lagi usaha"


"Usaha apaan, barang barang dan fotonya sarah aja masih dikamar, aku aja g boleh nyentuh, kalau aku sentuh ni ya, aku dicekek" sindir gita sambil mempraktikkannya


"Bisa g kita bahas yang lain?" asgar masih anteng menonton tv


"Ya kalau usaha itu paling g hargain aku, barang barang sarah dan foto sarah ya disimpen baik baik, kalau uda jadi istri aku cemburu lo kamu mimpiin sarah, dan pekakas sarah masih ada dikamar kamu" sungut gita panjamg lebar


Gita menoleh ke asgar, karena asgar sama sekali tidak menanggapi ucapannya, ia melihat asgar yang memainkan ponselnya, gita menghela nafasnya pelan, berat nih kisah cintanya dan asgar pikir gita


Setekah lebih dari tiga puluh menit gita sudah mengbidangkan makanan untuk asgar, gjta tidak lagi membahasnya, ia hanha menyiapkan asgae makan


"Kamu g makan?" tanya asgar


"G, tadi uda makan bakso"


Asgar mengangguk dan memulai makannya, gita hanya melihat asgar melahap masakannya


.


.


.


Jangan lupa vote like dan coment


Terimakasih 🥰🙏

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2