
Pagi menjelang dirumah gita, ternyata asgae tertidur sampai pagi dirumah gita, matahari mulai menampakkan ufuknya waktu menunjukkan pukul lima pagi, mereka berdua sama sama kelelahan, belum ada seorangpun yang terbangun dari tidurnya, sampai beberapa menit kemudian asgar mulai mengerjapkan matanya, ia mengedarkan pandangannya, ia berada dikamar yang berbeda bukan dikamarnya
Ia menyadarkan dirinya dan kemudian melihat kearah sisi sebelahnya, lalu ia tersenyum, membelai wajah gita, ia mendekatkan dirinya pada gita ia membuang bantal pembatas yang dibuat oleh gita, ia mengganggu gita dengan memainkan hidung mata dan kemudian bibir gita
Ia mengusap bibir gita, ntah kenapa bibir gita sekarang menjadi hobby nya, gita tersadar karena seseorang mengganggu tidurnya, ia membuka matanya
"Uda bangun kamu? g kerja?" tanya gita khas dengan suara baru bangun tidurnya, ia ingat jika asgar tidur dirumahnya, ia membentengi tempat tidurnya dengan dua bantal panjang agar ia dan asgar terjaga dari hal yang tidak diinginkan
Asgar hanya mengangguk menanggapi ucapan gita, gita hendak bangun dari tidurnya, saat gita hendak berdiri asgar menarik tangannya dan gita jatuh diatas tubuh asgar, gita terkejut ia melototkan matanya, sementara asgar tersenyum ia memeluk pinggang gita erat
"Iih lepasin, aku mau mandi as, bisa telat nanti kerjanya" gita menggerakkan tubuhnya berharap bisa lepas dari asgar
"Kamu makin hari makin genit deh iih" sambung gita ia masih berusaha melepaskan dirinya dari asgar
"Jangan gerak gerak terus kamu membangunkan sesuatu" asgar dan gita sama sama terdiam, asgar baru menyadari ucapannya yang dulu sering ia katakan pada sarah, ya seperti yang kita tahu sarah dan asgar sering kali tinggal bersama diapartement asgar
Asgar melepaskan tubuh gita begitu saja, gita melihat ada yang aneh dengan asgar setelah ia mengucapkan kata kata yang menurut gita sedikit mes*m, gita berdiri ia memperhatikan asgar, setelah tiga tahun lebih berlalu baru kali ini asgar kembali seperti dirinya yang dulu pikir asgar
"Heyy ada apa?" tanya gita ia melihat asgar yang termenung seperti sedang memikirkan sesuatu
Asgar menggelengkan kepalanya, gita tidak melanjutkan obrolannya, sebenarnya gita bukan tidak tahu ia tahu apa yang asgar pikirkan pasti ia teringat akan sarah, namun gita tidak mau membesar besarkan masalah, ia hanya akan mendukung asgar untuk terus melakukan terapinya
"Ya sudah aku mau mandi dulu, kamu bisa tunggu diluar" ucap gita ia menghela nafasnya pelan, ia sudah malas memikirkan asgar yang terus terkurung dengan pikirannya bersama sarah, gitapun masuk kekamar mandi dan asgar melihatnya saja, asgar mengusap wajahnya kasar, tidak seharusnya ia mengingat sarah jika sedang bersama gita, ia bangun keluar dari kamar gita, ia duduk disofa menunggu gita
__ADS_1
Tak lama kemudian gita keluar sudah rapi dengan baju kerjanya, ia menuju kedapur membuatkan sarapan untuknya dan asgar, asgar melihat gita diam seribu bahasa, tak dipungkiri hatinya sakit bahkan sangat sakit jika asgae mengingat sarah
Asgar bangun menuju kamar gita, ia mulai membersihkan tubuhnya, untung saja ada sisa baju yang masih bersih dikopernya, ia menggunakannya dan setelah besiap ia menyusul gita yang sudah menunggunya di meja makan
"Aku anterin ya" ucap asgar memulai pembicaraannya
"Boleh" jawab gita mencoba untuk seperti biasa, mereka mulai menyantap sarapan mereka, setelah selesai mereka bersiap pergi untuk kekantor masing masing, tidak lupa gita membawa koper asgar keluar dari kamarnya dan meminta asgar untuk membawanya
"Aku g boleh tidur dirumah kamu lagi ya?" ucap asgar setelah mereka berada dimobil
"Ya g enak dilihat orang, kita kan belum menikah" ucap gita, asgar mulai melajukan mobilnya
"Nikah bentar lagi juga, g apa apa donk" asgar masih memaksa
"Hmm?? maksudnya?"
"Ya kali aja kita g jadi nikah kan" ucap gita santai, tetapi beda dengan asgar, ia langsung menginjak rem mendadak dan gita terkejut kepalanya hampir membenthr dasboard mobil, untung saja jalanan yang mereka lewati masih sepi sehingga tidak ada kendaraan dibelakang mereka
"Ngomong apa sih kamu?!" asgar benar benar marah, gita kaget asgar bisa semarah itu
"Y..ya kan becanda" ucap gita sedikit takut
"G lucu gita!" asgae menggusar wajahnya kasar, ia sangat takut akan kehilangan gita seperti ia kehilangan sarah
__ADS_1
"Ya maaf" gita berucap pelan ia takut melihat asgar seperti itu, ia seperti sangat panik, asgar melihat gita, ia menghela nafasnya pelan ia mencoba menenangkan dirinya seperti yanh disarankan oleh regi semalam
"Dengarkan aku" asgar memegang kedua tangan gita, ia meminta gita menghadapnya, ia menatap gita tetapi gita hanha menunduk, ia memegang dagu gita pelan dan menengadahkan wajah gita agar melihatnya dan kini mereka saling menatap
"Aku g mau kehilangan kamu khawla gita nizia, jika sampai itu terjadi aku baisa gila jadi please jangan ngomong yang aneh aneh yang membuatku takut, hem?" asgar memeluk gita erat
"Jangan pernah tinggalin aku please" ucap asgar sambil memeluk gita, gita tersenyum mendengarnya ia mengangguk dan kini ia tahu asgar benar benar menginginkannya walau tak pernah terucap kata cinta dari bibirnya, mungkin belum saatnya pikir gita
"Maafkan aku" ucap gita setelah asgar melepaskan pelukannya
"Aku juga minta maaf atas kejadian tadi pagi, aku..aku" asgar terbata ia tidak tau bagaimana menjelaskannya dan ia tidak ingin melukai hati gita lagi
"Sudahla, lupakan kita bisa telat kekantor" ucap gita dan asgar menganggul tersenyum, asgar kembali menjalankan mobilnya menuju kantor gita kemudian kekantornya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Terimakasih 🥰🙏
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟