
Pagi ini leo sudah berada diruang pimpinan perusahaan, ia diminta untuk menemui diego atasannya, ia sudah menduga bahwa ini akan terjadi mengingat ia masih berstatus kekasih gita dan satu kantor sudah mengetahuinya termasuk atasannya diego
"Leo Fernando, silahkan duduk" ucap diego
"Terimakasih pak" leo duduk dihadapan diego
"Baiklah saya akan langsung ketopik pembicaraan, apa kamu berhubungan dengan gita?"
"M..ma..masih pak" ucap diego takut, ia takut jika jujur maka akan mempengaruhi posisinya diperusahaan, sebab untuk mencapai posisinya yang sekarang butuh waktu bertahun-tahun dan ia berusaha dengan tangannya sendiri
"Apa kamu tahu kasus apa yang dihadapai pacarmu?"
"Sa..ya tahu pak"
"Jadi siapa yang kau dukung?"
"Tentu saja bapak selaku boss saya"
"Hahaha...hahaa...." diego tertawa puas, perkiraannya benar, leo lebih takut kehilangan jabatannya dari pada pacarnya
"Kau pintar leo, aku suka pemikiranmu, posisi yang sekarang kau duduki akan sulit untuk kau raih kembali tapi jika pacar bisa kau bisa cari ganti, i'm right?"
"Be..benar pak, saya sudah berusaha memujuk gita untuk kembali menjadi sekretaris bapak tetapi dia menolaknya" jelas leo yang masih saja gugup
"Dia memang wanita keras kepala dan pemberani, aku suka itu, sekarang kau tidak perlu lagi membujuknya, aku yang akan melakukannya dengan caraku" leo mengangguk mengerti, diego berdiri dari dudukannya ia akan segera keluar dari ruangan, tetapi tepat dideoan pintu ia menghentikan langkahnya sebelum benar-benar keluar
"Mulai sekarang kau harus putus dengannya, aku tidak mau dengar kau masih berhubungan dengan gita, kalau kau masih berhubungan dengan gita maka bersiap kehilangan posisimu" sambung diego dan ia berlalu pergi dan diikuti oleh asisten pribadinya sekaligus bodyguardnya
Leo melemaskan bahunya, ia menggusar wajahnya dengan kasar, ia benar-benar pusing
"Semua ini salahmu gita, andai saja kau bisa menahan emosimu sedikit saja maka ini tidak akan terjadi, aagghh!!" ia berjalan menuju ruangannya
Setelah sampai diruangannya ia menghubungi gita untuk membicarakan semuanya
*****
Asgar, arvin dan gita sedang berkumpul diruangan asgar, mereka membicarakan sebuah proyek diluar negeri yang didatangi oleh asgar dan gita, gita melaporkan segalanya pada arvin
__ADS_1
Ponsel gita berbunyi, gita melihat panggilan ponselnya tetapi ia tidak mengangkatnya, asgar dan arvin hanya melirik, untuk yang kedua kalinya ponsel gita masih berbunyi gita masih tidak mengangkatnya, dan untuk yang ketiga kali ponsel gita berbunyi
"Selama kau tingkat mengangkatnya ia akan terus berbunyi" ucap asgar jengah, ia melihat jika leo yang menelfon gita
"Maaf pak, saya permisi"
"Bicara disini saja"
Arvin terkejut mendengar perintah asgar, ia menyatukan alisnya dan menahan senyumnya, asgar yang melihat ekspresi arvin, mengangkat alisnya seolah bertanya
"Ya halo ada apa leo?"
"Gita mulai sekarang gita putus, aku dipanggil pak diego, dia menekanku, jika kau bisa lebih bersabar dan tidak memukulnya maka ini semua tidak akan terjadi gita, kau benar-benar seperti brandalan"
Mendengar ucapan leo, gita naik pitam, ia menahan emosinya dan itu tidak lepas dari perhatian asgar dan arvin
"Jika kau tidak bisa mendukungku maka jangan ceramahi aku, aku seperti berandalan? kau tau, boss mu menghinaku merendahkan harga diriku dan memfitnahku kau suruh aku bersabar?" gita berbicara dengan pelan tetapi penuh penekanan, ia merapatkan giginya
"Mulai sekarang jangan hubungi aku, aku tidak mau berhubungan dengan orang pengecut sepertimu, go to hell!!" sambung gita, ia menutup panggilan leo, asgar yang mendengar ucapan gita menahan senyumnya
Gita membuangkan nafasnya pelan, ia berusaha menenangkan dirinya
"Apa bapak sedang mengejek saya?" tanya gita datar, satu-satunya sekretaris yang berani melawan asgar, ia bahkan tidak takut dipecat, begitula yang ada dipikiran arvin, arvin menpeehatikan gelagat asgar yang berbeda dari biasanya
"Apa kamu tersinggung? saya hanya bertanya"
"Bapak mendengarnya bukan? apa bapak senang hubungan saya berakhir gara-gara diego brengs*k itu?"
Asgar tersenyum smirk
"Itu bukan karena diego tetap memang pacarmu saja yang pengecut, seperti katamu"
"Ada apa dengan diego? sepertinya aku ketinggalan informasi"
"Aku memukulnya"
"Gita memukulnya"
__ADS_1
Asgar dan gita menjawab serentak, arvin terkekeh
"Kau benar-benar" arvin mengacungkan kedua jempolnya pada gita, gita mengerucutkan bibirnya
"Jadi benar kamu sudah ditinggalkan pacarmu?"
"Pak asgar yang terhormat bisakah kita melanjutkan diskusi kita? karena siang ini saya akan memenuhi panggilan polisi, mohon izin dari bapak" ucap gita dengan senyum yang dibuat-buat
"Polisi? kau dipanggil polisi?" tanya arvin terkejut
"Wah aku benar-benar ketinggalan berita" sambung arvin
"Baiklah kita akan lanjutkan diskusinya, siang ini saya akan mengantarmu kekantor polisi" lagi-lagi ucaoan asgar mengejutkan arvin
"Aku ikut" ucap arvin
"G usah pak, saya bisa pergi sendiri kok"
"Saya harus mengetahuinya, karena kau sekretarisku dan secara tidak langsung kau sudah menyeret namaku" asgar berkilah, arvin mencibir mendengar alasan asgar
"Baiklah pak asgar, saya minta maaf, maka dari itu tanda tangani secepatnya surat resign saya pak, agar nama baik bapak kembali bersih" gita benar-benar percaya dengan alasan asgar mengenai namanya yang ikut terseret
"Bisa kita mulai kembali diskusi ini?" asgar mengalihkan pembicaraan, ia tidak benar-benar ingin gita resign
Mereka kembali berdiskusi dan sesekali asgar melirik gita, dan itu tidak luput dari psrhatian arvin, arvin tersenyum senang, asgar mengagumi cara gita menjelaskan materi, gita benar-benar cerdas ia menguasai apa yang ia kerjakan, itulah yang ads dipikiran asgar
.
.
.
Jangan lhpa vote like dan koment
Terimakasih
semoga suka dan tidak membosankan
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟