Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
49


__ADS_3

Diego sedang menerima panggilan dari seseorang, ia sedang berada suatu tempat miliknya, ia sedang dikelilingi para wanita sexy


"Dasar bodoh, melawan dua orang saja tidak bisa, sekarang kau bereskan kekacauan itu, musnahkan mobil itu agar asgar tidak bisa mencarinya, dia patut diwaspadai" diego menutup panggilannya, ia berdiri meninggalkan wanita-wanitanya


"Gita, aku harus mendapatkanmu, hanya kau satu-satunya wanita yang berani menolakku, kau belum tau siapa aku hem?" diego menatap nyalang kearah keluar jendela, ia melihat beberapa mobil yang mengantri untuk masuk kerumah bisnisnya, mereka diperiksa ketat sebelum memasuki rumah bisnis diego


Diego tersenyum smirk, ia berhayal menyusun rencana yang ada diotaknya


"Setelah aku mendaoatkanmu, aku akan menikmatimu sampai aku merasa puas, setelah aku bosan denganmu kau akan menjadi ku bawa kerumah bisnisku ini hahaha....hahaha... aku sudah tidak sabar"


*****


"Silahkan masuk pak, ya beginila rumah saya pak, silahkan duduk, saya akan mengambil kotak p3k dulu pak"


Asgar mengangguk, ia meringis, ia baru merasakan sakitnya, asgar menyandarkan kepalanya disofa milik gita, ia membuka bajunya ternyata juga ada goresan didada dan lengannya bekas pukulan


Gita datang membawakan air minum serta air kompres dan juga obat-obatan, ia meletakkannya diatas meja


"Sebentar pak saya ganti baju dulu" asgae kembali mengangguk ia meminum air yang dibawa gita


"Ini pak, ada baju saya yang berukuran besar, saya rasa ini cocok untuk bapak" asgar menerimanya dan membuka bajunya begitu saja didepan gita, gita bukannya malu tetapi ia semakin melihat tubuh asgar


"Ya ampun pak banyak sekali memar ditubuh bapak" gita beroaling mengambilkan kompres yang ada diujung meja, sementara asgar telah memakai bajunya


"Yah kok dipake pak bajunya, buka dulu" ucap gita, asgar menyatukan alisnya


"Kenapa? kamu mau ngapain?"


"Jangan ngeres deh pak, saya g nafsu sama bapak, saya mau ngobatin luka bapak, uda ayo buka" asgar menuruti ucapan gita, ia kembali membuka bajunya dan gita mulai membersihkan luka asgar pelan


"Ssttthhhh, pelan-pelan donk" ucap asgar


"Ini juga uda pelan pak" gita sedikit membungkung mengobati tubuh asgar. "Bapak coba baring deh, biar lebih gampang ngobatinnya" sambung gita dan asgae menurut

__ADS_1


Saat ini gita duduk bersimpuh dilantai dan sementara asgar berbaring di sofa, ia mulai memgobati luka asgar, asgar terus memperhatikan wajah gita, sesekali ia meringis kesakitan, gita tersenyum


"Orang tadi ngomong apa sih pak? kok tiba-tiba berantem? emangnya dia mau apa? mau ngerampok ya? kenapa g kasi aja apa yang dia mau?" tanya gita tanpa jeda


Asgar menatap gita, gita yang tidak dapat jawaban dari asgar juga menatap asgar, lama mereka bertatapan, akhirnya gita memutuskan pandangan mereka dan kembali mengobati luka ditubuh asgar


"Mereka mau kamu" ucapa asgar yang masih menatap gita, tangan gita berhenti mengoleskan obat salap ditubuh asgar, ia menatap asgar, mereka.kembali bertatapan lama, ada rasa aneh yang menyapa mereka


"Beneran pa? bapak g becanda kan?"


Asgar tersadar dari lamunannya yang memandang wajah gita, sanking lamanya ia memandang wajah gita ia jadi melamun, asgar mengalihkan pandangannya keluka yang diobati gita


"Iya, mereka mau ngerampok kamu" gita melemaskan bahunya, ia kira orang-orang tadi mau menculiknya


"Kenapa mau ngerampok saya bukan bapak? padahalkan bapak lebih kaya dari saya" asgar membuang nafasnya pelan


"Mereka mau bawa kamu pergi gita, bukan mau merampok kami, kamu kadang-kadang lemot juga ya" asgar mendorong dahi gita dengan satu jari telunjuknya, kepala gita bergerak mundur kebelakang


"Sekarang obatin wajah saya" gita mengerucutkan bibirnya. "Jangan cemberut gitu mau saya cium?" ntah dapat keberanian dari mana asgar mengatakannya, ia sendiri terkejut


"Diiiihh bapak uda bisa becanda" goda gita


Asgar merasa lega karena gita hanya menanggapinya sebagai candaan, asgar tersenyum sesaat kemudian ia meringis, gita tersenyum melihat asgar


"Sini saya obatin biar bisa senyum" ucap gita tersenyum, asgar kembali ingin tersenyum tetapi ia menahannya


Gita mengobati sudut bibir asgar yang lebam dan juga dibagian bibi dan sudut mata asgar, gerak gerik gita tak luput dari pandangan asgar


"Jangan diliatin terus pak, ntar jatuh cinta lo...eh becanda denk bapak kan cintakan cuma sama sarah" mendengar nama sarah, asgar terdiam, ia mengalihkan pandangannya, benar kata gita ia hanya cinta sama sarah, hanya sarah


Gita telah selesai mengobati wajah asgar


"Git saya laper ada makanan g?" asgar mengalihkan permbicaraan mereka

__ADS_1


"Adanya cuma roti pak, mau?"


"Boleh deh" gita beranjak membuagkan roti untuk asgar dan juga dirinya, setelah selesai ia memberikannya pada asgar lalu ia membanting dirinya untuk ikut duduk disofa


"Aaauuuu.." saat gita membanting disandaran sofa ia mengeluh sakit, ia lupa jika punggungnya sakit


"Kenapa?" tanya asgar, ia mengunyah rotinya


"G ada pak, masih terasa sakit, nanti saya obati"


"Coba sini saya liat" tawar asgar


"Eh g usah pak, nanti saya bisa ngobatin sendiri kok"


"Gimana caranya kamu ngobatin punggung kami, uda sini saya liat"


"Bisa pak, uda g usah saya bisa sendiri pak"


"Khawla gita nizia, sini saya obatin, kamu kan g nafsu sama saya, kenapa takut?" gita memutar tubuhnya membelakangi asgar, ia membuka sedikit baju dipunggungnya


"Ada luka goresan sama memar, saya harus pake yang mana?" asgar mengulurkan kotak p3k pada gita, ia tidak tahu sama sekali ia harus menggunakan yang mana untuk mengobati gita


.


.


.


Jangan lupa vote like dan komen


terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2