Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
21


__ADS_3

"Harusnya siang-siang tu ceria, perut kenyang makan enak" arvin mencoba menghibur gita, asgar hanya jadi pendengar


"Gimana gue mau ceria, gue belum makan g selera gue dibawah banyak tukang rumpi, gue ma boss lo digosipin"


"Siapa yang ngegosip?" tanya asgar dan itu sukses membuat gita terlonjak kaget, pasalnya dia hapal betul suara itu


Gita menoleg kebelakang dan benar saja dugaannya tepat sekali


"Eh ada bapak, maaf pak saya g tahu pak, saya keruangan dulu pak, permisi" gita kabur dari asgar, ia tidak tahu nama karyawan yang menghinanya, jika ia tahu, ia juga tidak akan mengadu karena itu akan semakin membenarkan kabar miring tersebut


Gita kembali memasuki ruangannya


"Kapan ia dibelakang gue? tiba-tiba uda ada suaranya"


"Ooh cepatlah pulang, aku kangen leo, mana besok berangkat lagi, makin susah jumpa leo" Gita bersungut sendiri, ia mulai memulai kembali kerjaannya, di perusahaan dilarang ketat memainkan handphone jika kedapatan maka akan langsung dikasi peringatan, pemimpin perusahaan ingin semua karyawannya fokus dalam bekerja karena mereka sudah menggaji karyawan dengan tarif yang besar


Tak terasa sore menjelang waktu, para karyawan diperusahaan asgar sedang bersiap untuk pulang termasuk gita dan asgar


Asgar keluar dari ruangannya dan begitu juga gita, asgar melirik gita sekilas, melihat asgar didepannya, ia sengaja memperlambat jalannya


Sedetik. . . . .


Dua detik. . . .


Tiga detik . . . .


Asgar tiba-tiba berhenti, ia memasukkan tangannya kedalam saku celananya, ia menunggu gita, sementara gita melihat asgar yang berhenti ia juga berhenti, ia tidak ingin jika karyawan lain melihat ia bersama asgar


Asgar membalikkan badannya


"Kenapa berhenti?"


"Tidak ada pak, bukannya karyawan selalu berjalan dibelakang bossnya? jadi bapak duluan saja" jawab gita mengelak


Saat asgar hendak berbicara, tiba-tiba arvin muncul


"Kenapa masih disini? kalian kenapa?" tanya arvin


Asgar tidak menjawab pertanyaan arvin, ia berbalik dan melanjutkn jalannya, arvin mengangkat dagunya seolah bertanya kepada gita dan gita hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Arvin pun mengejar asgar dan mensejajarkan langkahnya


"Dia satu-satunya wanita yang ngejauhin gue" tiba-tiba asgar membuka suaranya


Arvin menangkap maksud dari perkataan asgar, arvin terkekeh


"Dia jagain hati pacarnya kali bro dan dia g kek sekretaris-sekretaris lo yang lain, yang jadi sekretaris hanya untuk godain lo doank" jawab arvin


Ya sekretaris asgar sudah tak tehitung, seperti yang dikatakan arvin para wanita yang menjadi sekretaris asgar hanya punya 1 tujuan yaitu untuk menggaet asgar, satu-satunya sekretaris asgar dulu yang memang ingin bekerja hanyalah sarah dan itula wanita terakhir yang menjadi sekretaris dan sekaligus wanita dihati asgar


Asgar diam tak menanggapi ucapan arvin, mereka masuk dalam lift dan asgar menatap gita, arvin menekan tombol untuk menahan agar lift tetap terbuka


"Git masuk g? kan ada gue" arvin sedikit berteriak karena jaraknya sedikit jauh dari gita


Gita mengangguk dan berjalan santai matanya menatap arvin dan sesekali melihat asgar yang masih menatapnya


"Misi pak" kata gita santai


Gita membelakangi asgar dan arvin, setelah sampai di bawah mereka keluar dari lift dan gita pamit pada asgar dengan hanya sedikit menundukkan kepalanya lalu ia berlalu pergi


"Bro gue cabut ya, besok lo hati-hati berangkat, jangan jutek-jutek amatlah, kasian gita sendiri, syukur lo dibantuin cewe cerdas" arvin pamit pada asgar, ia memeluk asgar santai


Ibu arvin berada diluar negeri, ya arvin berasal dari luar negeri sehingga sulit untuk mengunjungi ibunya, terlebih lagi ia double job


"Santaila bro, kek g tau mommy aja lo, gue cabut ya" arvin benar-benar pergi menuju kemobilnya dan begitu juga dengan asgar


.


.


.


Sore hari menjelang malam dikediaman asgar, disofa terlihat seoasang sumi istri yang sedang berbincang sambil menonton televisi


"Sayang malam ini kita dinner sama teman daddy ya, daddy sudah lama tidak bertemu dengannya" ucap daddy pada mommy


"Boleh dad, dinner dimana?" mommy yang memang hobby jalan-jalan seketika sumringah mendengar ajakin daddy


"Mereka sudah mereservasi salah satu restoran deket sini kok mom" daddy masih sibuk menonton tv

__ADS_1


"Oke" mommy beranjak dari duduknya, ia melihat kembali kebelakang. "Dad ayo donk uda jam berapa ini, nanti telat lagi"


Daddy pun beranjak menyusul mommy


"Mommy bilangin ke asgar ya, mereka juga mau ketemu asgar"


"Iiih daddy suka gitu deh, kenaoa g dikabarin dari tadi sih?"


"Daddy lupa cantik" Daddy mengedipkan sebelah matanya menggoda istrinya, dan seketika istrinya yang centil memicingkan matanya menahan senyum


"Paling pinter ya ngegoda mommy, kan mommy jadi melting" mommy berputar arah, ia menuju kamar asgar untuk memberitahu jika akan ada dinner diluar


"Sayaaang" mommy mengetuk pintu kamar putranya


"Masuk aja mom"


Mommy melihat asgar sedang membereskan pakaiannya, ia memasukkan pakaiannya kedalam koper


"Jadi juga berangkatnya? tapi katanya arvin cuti? trus berangkat sama siapa?" tanya mommy


"Gita mom" jawab asgar cuek


"Waaah gita?? mommy kok seneng ya?" mommg senyum-senyum sendiri


"Jangan aneh-aneh dia uda tunangan" asgar membohongi mommy nya, bukan apa-apa asgar berbicara seperti itu, ia tidak mau mommy berharap lebih


"Yaaah, sayang banget" mommy hendak keluar dari kamar asgar


"Mommy tadj kesini mau ngapain?" tanya asgar sebelum mommy keluar kamar


Asgar mendengus tersenyum


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2