
Dari kejauhan setelah mengobrol dengan ayah dan keluarga lainnya, gita melihat suaminya yang sedang mengobrol serius bersama teman temannya, dan gita pun menghampiri mereka
"Hai sayang" gita menggandeng tangan suaminya dan ia juga menyapa teman asgar lainnya
"Serius amat aku liat dari tadi, lagi ngomong apaan?" sambung gita
Belum sempat asgar dan temannya menjawab, pandangan gita sudah tertuju pada lena yang sedang menuju kearahnya, bukan..bukan...bukan pada alena arah pandang gita namun pada yang ada disebelah lena
Gita tertegun melihat siapa yang berjalan disamping lena, nafasnya naik turun, dan teman teman suaminya menyadari itu, mereka spontan melihat kearah pandang gita
"Saaa..sarah? Sarah masih hidup?" gita berucap gugup dan ia melihat kearah suaminya dan asgar juga melihatnya
"Tenang sayang, itu tidak seperti yang kamu pikirkan sekarang, percaya sama aku, oke, aku mencintaimu... hanya kamu" gita sedikit tenang dengan kata kata yang keluar dari mulut suaminya
Gita mengatur nafasnya agar tidak terlihat tidak gugup, ia menghirup nafas dalam lalu membuangnya perlahan
"Good girl" bisik suaminya, asgar merasakan bahwa istrinya mulai menenangkan dirinya
Sesampainya lena dan sarah mereka langsung disambut ramah oleh gita, gita menyapa lena dan bercupika cupiki
"Apa kabar len, makasi ya sudah datang" ucap gita
"Baik git, selamat ya gue doain lo selamat dan ini harus dijaga dengan baik, jangan stress" ucap lena seolah olah memberi kode pada gita, sementara yang lain hanya memperhatikan mereka berdua
"Oya len siapa yang lo bawa? Sepertinya tidak asing" arvin dan yang lainnya tersenyum mendengar ucapan gita, arvin yang mengenal gita tidak heran lagi melihat sikap gita yang pemberani dan to the point
"Kenapa gue merasa terintimidasi ya berhadapan dengan mereka" sarah bermonolog dalam hati, ia sedikit gugup, ia hanya tersenyum untuk menutupi kegugupannya
"Saya sarah bu, salam kenal, saya karyawan baru diperusahaan pak asgar" sarah menyalami gita namun matanya tertuju pada asgar
"Ooh sarah? Mirip banget ya sayang?" gita menoleh kesuaminya dan suaminya hanya tersenyum
"Kenalin aku khawla gita nizia, istri dari asgar shawqi" tatapan gita sangat mengintimidasi sarah, sehingg membuat sarah menunduk
"Aku liat kamu orang baik, kamu tau g wajahmu dan namamu sama seperti teman lama suami saya, namun dia sudah lama meninggal, kamu kerja dibagian apa?"
Asgar tersenyum mendengar perkataan istrinya, ia tahu istrinya yang sedari dulu memang to the point dan berani
__ADS_1
"Saya didivisi pemasaran bu"
"Ooh ok, baikla saya hanya mengingatkan, mungkin kamu memang mirip dengan orang dimasa lalu suamiku namun tidak ada alasan kamu bisa mendekati suamiku, sarah yang dulu sudah tidak ada, ada pun sarah yang sekarang itu tidak berarti apa apa untuk ku dan suamiku, tolong diingat ya sar"
"Lo memang keren git, ti the point" arvin menyela ucapan gita
"Ya gue cuma g mau aja dengan alasan dia mirip sarah dia ganggu rumah tangga gue, dan kamu sayang jangan coba coba bermain api"
Mendengr ucapan gita arvin dan lainnya tertawa
"G sayang dihati aku cuma kamu, yang dulu uda g ada, adapun yang mirip banget itu uda g bisa ngembaliin perasaan aku ke yang dulu, sekarang aku cintanya cuma sama kamu" asgar memeluk istrinya
"Diiih dasar bucin" ejek lena
Sementara sarah hanya memperhatukan mereka
"Bakalan susah buat gue masuk, mereka bukan orang orang bodoh yang gampang dibodohi, dan diego tua itu enteng banget ngatur rencana g tau dia yang gue hadepin bukan cuma asgar dan gita, gita juga g segampang yang gue kira, berani banget uda kayak preman" sarah bermonolog dalam hati
"Maaf pak bu dan semuanya, sata permisi pulang dulu, takut kemaleman" sarah memilih mundur untuk sementara
Setelah sarah berlalu, asgar meminta aron dan arvin untuk terus mengikuti sarah palsu kemanapun ia pergi dan bersama siapa ia bertemu
"Bantuin gue ya guys, gue harus tau secepatnya, kalau benar itu diego, gue g akan kasi ampun lagi"
"Tenang aja bro aman" jawab aron dan arvin pun menyetujui permintaan asgar
Acarapun selesai para tamu sudah bubar dan sekarang tinggalah hanya keluarga saja, mereka saling menyapa dan mengobrol dan kemudian lanjut beristirahat
Asgar membawa istrinya menuju kekamar untuk beristirahat, setelah sampai dikamar ia membantu istrinya untuk mengganti baju dan membersihkan diri, ia tahu istrinya pasti sangat lelah
"Sayang, kira kira siapa yang mengutus sarah palsu itu untuk merusak rumah tangga kita?" tanya gita
"Hmmm ntahla sayang, aku belum bisa memastikannya"
"Siapapun yang mengirimkan sarah yang pasti ia sangat bodoh, oya boleh aku bertanya sesuatu?" gita kembali bertanya
"Apapun sayang"
__ADS_1
"Janji jujur?" gita menunjukkan jari kelingkingnya pada suaminya dan asgar tersenyum menyambutnya yang berarti ia akan jujur
"Apa perasaanmu pertama kali melihatnya? Meskipun ia bukan sarah namun ia sangat mirip" gita menunggu jawaban suaminya, ia sedikit gugup ia takut jika jawaban suaminya akan menyakiti hatinya
Asgar mencium istrinya dan memeluknya, ia tersenyum ia tahu jika istrinya cemburu
"Hmmm perasaanku gimana ya? Aku g tahu sayang" asgar tersenyum nakal ia sengaja menggoda istrinya
"Yaaaank, jawab" asgar tertawa mendengar nada yang penuh intimidasi istrinya
"Pertama melihatnya jelas aku kaget sayang, sarah kenaoa ada disini? Tapi aku berpikir logis itu jelas bukan sarah, sarah sudah meninggal teoat didepan mataku, aku melihatnya tertabrak dan dia meninggal tepat dipangkuanku dan aku juga tau betapa terpukulnya keluarganya dan yang pasti sarag tidak mempunyai saudara kembar"
"Tau banget tentang sarah ya, masih jelas diingatan" gita berbicara dengan nada cemburu sedikit sewot
"Loh kok malah marah sih sayang" asgar kembali memeluk erat istrinya
"Kamu kan nanya"
"Tapi ya g usah detail gitu juga" gita mulai ngambek, asgar melepaskan pelukannya, ia membawa gita duduk dipinggiran tempat tidur
"Sini duduk dulu sayang" setelah meminta istrinya untuk duduk ia berlutut dihadapan istrinya dengan menggenggam kedua tangan istrinya dan sesekali ia juga mencium tangan istrinya
"Sayangnya aku, itu masa lalu aku, sekarang kamu dan dia (asgar memegang perut istrinya) adalah masa depan aku, aku sangat bahagua sekarang, sedikitpun aku tidak pernah mengingat lagi yang nanya sarah, semuanya sudah ilang dengan kehadiran kamu dan calon anak kita, percaya sama aku?" asgar menatap mata gita, mereka saling bertatapan dan gita tersenyum mengangguk tak terasa air matanya mengalir
"Loh kok malah nangis sih sayang, sensitif banget ibu hamil, dulu aja sangar nonjokin aku sekarang malah nangis" asgar menggoda istrinya, ia mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh istrinya dan lalu memeluk istrinya
.
.
.
makasi readers setia
Jangan luoa follow, like komen dan vote kasi hadiah jug 🥰🙏
✨✨✨✨✨
__ADS_1