Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
68


__ADS_3

"Kamu masak git?" sambungnya


"Iya pak, uda lama g masak"


"Ya uda saya makan masakan kamu aja"


"Diih bapak kan bawa makanan kenapa makan makanan saya?" meskipun bersungut gita tetap menyajikan untuk asgar, ia mengambilkan nasi untuk asgar


"Ini apa?" asgar menunjuk salah satu masakan gita


"Ini ikan mujair dimasak pake kemangi, yang ini kol salad dan ini ayam rica rica" gita menjelaskan semua yang ada diatas meja


"Kenapa? g biasa ya makan beginian?" sambung gita


Asgar melirik gita menggeleng, ia mengambil ikan mujair dan ayam rica rica, ia melewati kol salad yang dimasak gita karena menurutnya sedikit aneh, gita tersenyum melihat asgar mencicipi masakannya


Melihat asgar makan, gitapun ikutan mengambil sepiring nasi, ia memang sudah lapar sedari tadi karena hanya sarapan biskuit kecil sisa kemaren


Asgar menyuapi makanannya kedalam mulut, gita melihatnya dan ia menunggu komentar dari asgar, tetapi sayangnya asgar hanya diam saja menyantap masakan gita, perlahan sambil memperhatikan ekspresi asgar gita juga menyantap makanannya


"Gimana pak? enak g?"


"Enak, kamu pinter masak, mulai besok saya akan makan siang disini sebelum kamu bekerja dengan diego"


Gita tersedak mendengar perkataan asgar


"Uhuk....uhuk...." gita memukul dadanya dan dengan cepat asgar memberikan air kepada gita


"Makannya jangan buru buru git"


"Uhuk...saya g buru buru pak, uhuk... kenapa jadi makan siang dirumah saya sih?"


"Karena masakan kamu enak" kekesalan gita berubah menjadi senyuman


"Beneran?" asgar mengangguk ia tersenyum melihat gita yang dengan mudah merubah moodnya pikir asgar


"Kalau benar enak cobain ini, ini serius enak pak" gita menyodorkan sendoknya yang berisi kol salad


"Kalau bapak makan ini, saya akan masakin bapak" gita mengakat kedua alisnya. "Ayo pak cobain, enak kok" sambung gita, ia tetap menggantungkan tangannya diudara menunggu asgar menerimanya, asgar melihat gita lama ia belum menerima suapan gita

__ADS_1


*****


Leo dan jeny baru menyelesaikan makan siang mereka, hari ini dia izin bekerja karena hidungnya masih terasa sakit dikarenakan pukulan gita, ia meminta izin kepada HRD dengan alasan sakit dan HRD mengizinkannya


Tadi malam leo tidur dirumah jeny, jeny merawatnya dengan baik, hidungnya sudah tidak mengeluarkan darah, tetapi masih terasa sakit


"Pukulan gita boleh juga" leo mengompres hidungnya yang membiru


"Itu mantan kamu baby? seperti brandalan saja" ucap jeny


"Iya dia memang brandalan, tidak bisa mengontrol emosi, pantas saja pak diego melaporkannya pada polisi"


"Kenapa kamu tidak melaporkannya juga?"


"Apa kamu menginginkaku jadi pengangguran? dia dilindungi dua orang yang berkuasa baby, pertama asgar shawqi dan kedua pak diego, jika aku melaporkannya sudah pasti aku akan dipecat dan aku akan kesulitan mencari pekerjaan"


"Beruntung sekali gita, atau bagaimana kalau kita meminta ganti rugi sama gita?"


"Sudahlah baby aku malas"


"Heeii honey luka mu parah, kita hanya akan memberinya peringatan agar dia tidak melukaimu lagi, come on baby jangan jadi pengecut"


Leo dan jeny bersiap untuk kerumah gita, mereka sudsh didalam mobil leo dan leo mulai melajukan mobilnya


*****


Setelah lama berpikir, akhirnya asgar menerima suapan gita, ia mencoba kol salad buatan gita dan ia mengangguk tetapi ia sedikit menyipitkan matanya, karena kol salad berada asam manis dan pedas


"Agak asem ya? tapi enak"


"Enakkan pak mau lagi?" gita kembali menyuapi asgar, asgar tersenyum, sangking gita bersemangat agar asgar mencicipi saladnya ia tidak menyadari jika ia terus saja menyuapi asgar


Saat sedang asik menyuapi asgar salad, mereka diganggu dengan suara ketukan pintu rumah gita dan tentu saja asgar menjadi kesal karena telah mengganggu makan siangnya


Gita berdiri membukakan pintu, ia sedikit terkejut melihat leo yang berada didepan pintu rumahnya


"Ada apa?"


Asgar menoleh kearah gita, ia tidak beranjak dari duduknya, ia hanya mendengarkan gita bicara, karena rumah kost gita tidak terlalu besar, asgar bisa mendengar apa yang gita bicarakan dari ruang makan gita

__ADS_1


"Kau tidak mempersilahkan aku masuk?" leo turun seorang diri tanpa jeny, ia sengaja tidak mengizinkan jeny ikut karena ia akan sedikit menggoda gita yang sok polos pikir leo


Asgar masih duduk mendengarkan


"Saya rasa tidak perlu, saya tidak ingin rumah saya dikotori oleh orang orang pengecut seperti anda, silahkan katakan saja apa yang anda inginkan"


Leo menatap gita dari atas hingga kebawah, ia seperti memindai gita, gita terlihat sexy dan cantik dimata leo, ia mengenakan kaos besarnya dan hotpant


"Kau makin cantik baby, dan sexy... bersamaku kau tidak pernah menggunakan pakaian seperti ini, kenapa hem?" leo mencoba membelai pipi gita tetapi dengan cepat ditepis gita


"Ooh kau sudah ketularan bos mu rupanya?" gita mendengus tersenyum smirk


"Diego hanya menginginkan tubuhmu sayang, tetapi sebelum ia menjamahmu, izin aku terlebih dulu mencicipimu" mendengar leo berbicara asgsr meradang ia bangkit dari duduknya mendekati gita


"Kau boleh mencicipi wanita yang ada dimobilmu itu, go to hell!!!" gita hendak menutup pintu rumahnya, leo menahannya dengan cepat


"Ada apa?" asgar muncur disamping gita dan memeluk pinggang gita posesif, gita terkejut begitu juga leo


Gita tidak menjawab pertanyaan asgar, asgar menatap leo dengan mata elangnya


"Ada perlu apa anda kesini?" tanya asgar


"Saya mau meminta pertanggung jawaban gita atas tindakan kekerasannya kemaren" leo beralasan, gita mendengus mendengar ucapan leo, leo berpikir jika asgar tidak mendengarkan omongannya


Asgae mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya


"Apa segini cukup?...jika masih kurang untuk pengobatan hidungmu beritahu aku tetapi jangan pernah menggangg gita lagi apa lagi menginjakkan kakimu dirumah ini" asgar menekan kata katanya


"Jika aku dengar atau aku melihatmu disini kau akan berurusan denganku" sambung asgar, gita menatap asgar lekat


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2