
Sore ini asgar dan arvin menemani gita untuk memenuhi panggilan penyelidikannya mengenai kasus pemukulan yang dilakukannya pada pimpinan perusahaan diego
Disepanjamg jalan mereka, gita menceritakan kejadian yang sebenarnya pada arvin
"Gue kalau jadi lo juga g adakan tinggal diam, tapi g nonjok juga sih, hehe..."
"Trus yang lo bilang g akan tinggal diem tapi g nonjok maksudnya?" gita menyatukan alisnya
"Ya kan lo bisa perang mulut debat, kek lo sama asgar, ya g bro" arvin yang sedang mengemudi melirik asgar, asgar hanya mengangkat kedua alisnya
"Cuma dia satu-satunya sekretaris gue yang minim atittude, boss diajak debat dan berantem"
"Ya kan bapak yang nantangin bukan saya, kata ayah saya kita itu g boleh takut sama siapapun, takut cuma sama Tuhan, kita harus berani jadi kita g ditindas"
"Kek bapak yang kemaren nindas saya, saya kan uda sabar tapi bapaknya aja yang usil, kopi yang saya bikinin seperti biasa kok tapi dibilang g enak lah, beda lah, ampe 6 kali lo saya bolak balik pak, kesabaran saya kan bukan unlimited pak" sambung gita bersungut
Seketika tawa kencang arvin memenuhi mobil
"Lo ngetawain gue?" tanya asgar dingin
"G bro sorry, gue lucu aja bayanginnya, usil banget lo" arvin tersenyum meledek asgar
"Ya emang kopinya g enak, makanya saya suruh ganti" asgar membela dirinya
"Trus berantemnya kapan?" tanya arvin. "Berantem apa debat?" sambung arvin
"Berantem adu otot" jawab gita
"Lo mukulin cewe man? serius lo?"
Asgar melirik arvin tajam lalu ia menoleh kebelakang melihat gita, gita senyum menunjukkan gigi putihnya
"Gue yang mukulin pak asgar vin hehe..."
Tawa arvin kembali pecah
"Puas lo ngetawain gue"
Tak lama kemudian mereka tiba dikantor polisi, asgar dan arvin menunggu gita yang sedang diintrogasi untuk penyelidikan, gita menceritakan semua yang terjadi pada hari itu
Asgar dan arvin menemui kepala kepolisian, ia bertanya mengenai masalah gita, hal apa yang bisa meringankan hukuman gita jika ia terbukti bersalah dan apa yang bisa ia lakukan untuk membebaskan gita dari masalah ini
Arvin yang heran dengan tingkah asgar hanya diam saja, ia memilih menunda pertanyaan yang ada dibenaknya
__ADS_1
Asgar mengeluarkan ponselnya dari sakunya, ia sudah kembali berada diruang tunggu bersama arvin, ia menghubungi seseorang
"Len, ntar malam gue kerumah lo jam 22.00 wib"
"....."
"Ok thanks, bye"
Asgar menutup panggilannya
"Ngapain lo kerumah lena? bukannya ada acara angel ntar malam?"
"Setelah acara angel maksud gue dan lo ikut gue"
Tak lama gita keluar dari ruang introgasi, gita nampak melemaskan bahunya, asgar menghampiri polisi tersebut
"Terimakasih pak asgar atas kerjasamanya" polisi menyalami asgar dan arvin, asgar hanya tersenyum mengangguk lalu pergi, arvin dan gita menyusulnya
Arvin melajukan mobilnya kerumah gita, mereka akan mengantar gita pulang kerumahnya, diperjalan mereka mengobrol seputar introgasi gita dan pihak kepolisian, gita terlihat gusar setelah diintrogasi, pasalnya polisi yang mengintrogasinya seperti menyudutkannya, gita yang baru pertama kali diintrogasi merasa resah ia tidak tau jika diintrogasi polisi semenakutkan itu
Tak lama kemudian mereka sampai didepan kostan gita, sebelum turun gita mendapat intruksi dari asgar
"Nanti malam kamu ikut saya kepesta angel, kita ketemu ditempat acara pukul tujuh"
"Kamu masih sekretaris saya kan?"
"Bukannya yang ikut kemana-mana itu asisten pribadi ya pak? bukan sekretaris"
"Bisa g kamu nurut tanpa debat?"
"Git, gue g bisa ikut ntar malam, jadi lo yang gantiin gue" arvin menengahi perdebatan mereka, padahal itu hanya akal-akalan arvin saja
Gita membuang nafasnya pelan
"Baik pak, terimakasih pak, makasi juga vin" gita keluar dari mobil asgar dan arvin kembali melajukan mobilnya
Arvin tersenyum sepanjang jalan
"Kenapa lo senyum-senyum trus?"
"G ada gue seneng aja temen gue mulai move on"
"Gue masih cinta sama sarah"
__ADS_1
"Trus ngapain lo ajakin gita ke acara angel bukannya uda ada gue?"
"Gue pengen liat reaksi diego nanti, dan juga pacarnya leo, ntar lo kirimin gita gaun buat dipakenya malam nanti"
Arvin tersenyum penuh makna
"Sejak kapan asgar mau ikut campur urusan orang? hem?"
"Bisa diem g? jangan banyak tanyak"
Arvin tersenyum senang, ia merasa ada yang aneh dengan asgar mesti asgar sendiri masih belum sadar dengan perasaannya
*****
Leo yang mendapatkan undangan pesta angel akan bersiap untuk pergi keacara tersebut, ia akan membawa jeny bersamanya dan sekarang ia dan jeny sedang berada dipusat perbelanjaan ia akan membelikan jeny gaun untuk ke pesta angel
Leo berpikir bahwa gita tidak akan datang kepesta angel karena gita hanya sekretaris asgar bukan asisten pribadi asgar jadi tidak ada alasan untuk gita hadir ke acara tersebut
"Apa kau yakin akan pergi bersamaku? bagaimana dengan pacarmu?" tanga jeny, mereka sesang memilih gaun
"Aku sudah putis dengannya, kau tau dia seperti berandalan dan memukul atasanku pemimpin perusahaan"
"Benahrkah? waw pacarmu penuh kejutan dan sangat pemberani"
"Ntahlah, aku harus senang atau sedih, karena kelakuannya aku hampir kehilangan posisiku"
"Kenapa bisa seperti itu?...apa ini cocok untukku?" tanya jeny, leo mengangguk
"Jika aku membelanya maka aku akan kembali menjadi karyawan biasa, atau bahkan kehilangan pekerjaanku,, ini juga bagus coba saja dua-duanya" jeny mengangguk dan memasukki ruang kamar ganti pakaian
Sementara leo menunggu sambi melihat-lihat barang yang ada ditoko tersebut
.
.
.
Jangan lupa vote like koment
Semoga suka terimakasih
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1