
Seperti biasa asgar selalu menghargai waktunya, ia dan arvin sudah tiba disebuah restoran yang menjadi tempatnya untuk lunch dan meeting, asgar dan arvin sedang mengobrol ringan sambil menunggu diego
Tak lama kemudian diego dan gita terlihat memasuki restoran, ia langsung menuju kemeja yang sudah direservasi oleh aspri diego
"Selamat siang pak asgar" diego mengulurkan tangannya pada asgar, asgar menyambutnya ramah lalu mata asgar beralih menatap kearah gita
Gita hanya mengangguk dan tersenyum sopan seolah mereka tidak saling kenal dan baru bertemu, ia juga melakukan hal yang sama pada arvin
Mata asgar tidak beralih dari menatap gita, tetapi tidak sedikitpun gita menatap asgar, ia fokus dengan berkas dan bahan untuk meeting yang akan dimulai setelah mereka siang
"Pak asgar dan pak arvin apa sudah memesankan makanan?"
"Belum pak, kami pikir sekalian saja dengan bapak dan asisten pribadi?" tanya arvin, ia sengaja menanyakannya karena yang ia tau gita adalah sekretaris bukan aspri
"Ooh gira sekretaris saya, asisten pribadi saya alex tidak ikut, dia sedikit sibuk jadi gita yang menggantikannya"
"Oh baik pak" arvin mengangguk, ia mengangkat sebelah tangannya untuk memanggil waiter
Tak lama waiter datang kemeja asgar, waitee memberikan beberapa menu untuk mereka
"Kamu mau pesan apa?" tanya diego pada gita dan itu tidak luput dari perhatian asgar, sedangkan arvin juga memperhatikan asgar yang sedari tadi menatap gita tajam
"Saya ini saja pak" jawab gita
Mereka sudah menyelesaikan pemesanan makanan dan mereka berbincang seputar bisnis sembari menunggu makanan mereka disajikan
"Saya permisi ketoilet sebentar pak" gita meminta izin kepada diego dan diego mengizinkannya, gita pamit kepada asgar dan arvin dengan sedikit membungkukkan tubuhnya
Tak lama kemudian gita kembali duduk bersebelahan dengan diego, makanan mereka pun tiba dan mereka mulai menyantap makanan mereka
Disela makan mereka, diego dengan sengaja menumpahkan airnya dibaju dan celana gita, ia sengaja menyenggol gelas minumannya
__ADS_1
"Aaagghh" gita sedikit berteriak kaget dengan baju dan celananya yang basah
"Ooh maaf maaf git saya tidak sengaja" ucap diego, ia dengan cepat mengambil beberapa tisu untuk membantu gita mengelap baju dan celana gita yang basah, diego ingin memyentuh paha gita untuk membersihkan celana gita yang basah akibat minumannya
"Tidak usah pak, tidak apa apa saya bisa sendiri" gita menepis tangan diego, gita tidak menerimanya begitu saja tangan diego yang berusaha menyentuh tubuhnya dengan dalih membantunya
Asgar dan arvin saling pandang, mereka tau betul itu hanya akal akalan diego yang ingin menyentuh gita, jika didepan mereka saja diego berani berbuat seperti itu bagaimana jika mereka hanya berdua saja dikantor, pikir asgar
Asgar dan arvin masih tetap diam, sesaat kemudian diego menghubungan supirnya untuk membawakan sebuah paper bag yang ada dimobilnya, diego sudah menyiapkannya dengan sempurna ia sengaja melakukannya untuk menunjukkan pada asgar jika gita sekarang berada dibawah kuasanya, ia tahu jika selama ini asgar membantu gita
Tak lama kemudian supir diego masuk dengan membawakan sebuah paper bag yang sudah disediakan diego
"Ini pake ini dulu, kebetulan ini untuk istri saya yang tertinggal dimobil, kemaren saya membelinya sebagai hadiah tetapi saya lupa memberikannya" ucao diego beralasan
Gita melihat diego sesaat, diego memberikan kode pada gita untuk memakainya, gita bukan gadis bodoh, ia harus waspada dengan segala perlakuan diego padanya, ia mengambil paper bag tersebut lalu membukanya untuk meliht pakaian apa yang disediakan diego untuknya
"Bapak meminta saya untuk memakai ini?" gita kembali menjadi dirinya, ia sedikit berteriak pada diego
"Maaf pak saya tidak bisa memakai mini dress disaat bekerja, saya akan pulang sebentar untuk mengganti baju"
"Baiklah tapi nanti setelah meeting kita selesai dan saya akan mengantarmu" ucap diego
Gita tidak lagi menanggapi ucapan diego, asgar yang tidak mendengar jawaban gita untuk menolak permintaan diego mengira gita menyetujuinya, ia menggenggam tangannya kuat, ia menahan emosinya, kemana gita yang selaku menentangnya kenapa kini ia menjadk yang penurut? apa yang dilakhakn diego sebenarnya? itulah yang ada dipikiran asgar
Arvin juga berpikiran sama seperti asgar, kenaoa seolah olah gita menjadi wanita penurut? kemana perginya gita yang pemberani, pikir arvin, asgar dan arvin terus melihat gita yang seakan tidak peduli dengan tatapan keduanya
Mereka sudah menyelesaikan menyantap makanan mereka, dan sekarang mereka memulai pembahasan proyek mereka, selama diego menjelaskan proyek yang akan ia buag mata asgar tak henti hentinga menatap gita dan arvin memperhatikan itu sedangkan gita sibuk dengan kerjaannya mencatat apapun yang perlu ia catat
Meeting mereka berjalan alot, waktu sudah menunjukkan pukul dua sore, mereka masih membahas masalah perusahaan yang akan bekerja sama, dan tak lama kemudian meeting pun selesai, gita segera membereskan tasnya, ia ingin segera mengganti baju dan celananya yanh sangat lengket akibat jus yang tumpah dibajunya
Diego juga sedang bersiap, ia membereskan laptopnya dan juga peralatan lainnya serta dokumen dokumen yang ia bawa untuk meetingnya
__ADS_1
"Apa baju dan celanamu masih lengket git?"
"Masih pak sedikit"
"Tidak ingin ketoilet membersihkannya?"
"Tidak usah pak nanti dirumah aja sekalian ganti baju"
"Baikla kita pergi sekarang, terimakasih pak asgar pak arvin atas kesempatannya, semoga kita bisa bekerjasama" diego mengulurkan tangannya menyalami asgar dan disambut dengan asgar dan arvin
"Sudah siap gita? yuk saya anter" ucao diegi sambil berdiri dari dudukannya
"G usah pak, saya pulang sendiri aja naik taxi online" tolak gita
"G usah, sama saya aja, nanti kita juga kembali kekantor, jadi sekalian aja, ayok" diego memaksa, ia sudah membayangkan apa yang akan terjadi
"G usah pak beneran"
"Uda ayo git g usah sungkan" diego hendak menarik tangan gita tetapi dengan cepat gita menghempaskannya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan komen
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1