Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
34


__ADS_3

Hari ini asgar akan memulai harinya dengan berolahraga seperti biasa, hari ini ia berenang karena sudah lama tidak melakukan olahraga renang


"Bagaimana son? apakah berhasil?"


Daddy menyapanya dan menanyakan hasil kerja putranya, ia semalam tidak bertemu dengan putranya karena ada pertemuan dengan koleganya


"Sukses dad, gita menejelaskan segalanya dengan baik, mereka puas dengan perencanaan kita desainnya dan penjelasan gita"


"Wah baru bekerja 3 hari sudah mencuri perhatian daddy"


"Siapa yang mencuri perhatian daddy? daddy jangan macam-macam ya dad" mommy tiba-tiba saja datang dan mendengar perkataan daddy, ia membawakan kopi untuk suaminya serta handuk untuk anaknya


Asgar tersenyum melihat kedua orang tuanya


"Jangan salah paham dulu sayang, aku mengagumi sekretaris asgar, ia berhasil menjelaskan konseo hotel yang akan kita bangun"


"Ooh kirain apaan, tas pilihan gita juga bagus dad, ia punya selera yang bagus"


Asgar sudah menyelesaikan berenangnya, mommy memberikan handuk kepada asgar


"Tapi sayang ia sudah bertunangan" asgar kembali tersenyum rupanya mama benar-benae percaya dengan omongannya


"Aku siap-siap dulu mom dad"


Asgar kembali kekamarnya untuk mandi dan bersiap, ia akan segera pergi bekerja, setelah menyelesaikan mandinya asgar kembali turun bergabung bersama mommy dan daddy untuk sarapan


"Sayang hari ini ada acara g? kita makan siang yuk sama vanya dan mommynya juga" sesampainya asgar dimeja makan mommy mengajak asgae untuk makan siang bersama


"Mom, apa mommy sedang menjodohkan aku?" ini bukan mommynya, ia kenal mommynya tidak akan melakukan hal itu pada anaknya, asgar tau mommy mengkhawatirkannya, tetapi ia juga sedang berusaha membuka hati tetapi juga belum bisa


Bahu mommy melemas. "Mommy bukan menjodohkanmu, mommy hanya ingin mengenalkan vanya padamu sayang"


"Aku sudah mengenalnya mom"


"Maksud mommy mengenalnya lebih dekat sayang seperti menjadi teman, teman hidup misalnya" mommy memelankan suara diujung perkataannya tapi asgar mendengarnya dengan jelas, daddg hanya menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan ibu dan anak


"What?? teman hidup?" asgar menyatukan alisnya


"Yaaa. . why not?"


"Mommy please"


"Oke oke im done" mommy mengangkat kedua tangannya keatas


Asgar tidak lagi menanggapi ucapan mommy, dan begitu juga mommy ia tidak lagi melanjutkan perkataannya, mereka memulai sarapannya


Kini asgar akan segera pamit untuk segera pergi kekantor


"Jangan lupa lunch baby, nanti mommy shareloc" mommy sedikit berteriak, asgar memang sudah sedikit menjauh dari pandangannya


Asgar hanya melambaikan tangan tanpa melihat kebelakang, asgar mengemudi mobilnya, ia melajukan mobilnya bergabung dengan pengendara lainnya


*****


Asgar sudah tiba di kantornya, saat ia akan memasuki ruangannya ia tidak melihat gita, ia cuek saja dan terus berjalan menuju ruangannya

__ADS_1


Tak lama kemudian gita tiba diruangannya


Tok...


Tok...


Tok...


Gita mengetuk ruangan asgar dan masuk


"Pagi pak, hari ini kita bapak ada pertemuan dengan perusaahan X pukul 10.00 wib, setelah jam makan siang bapak ada meeting dengan perusahaan tetangga


Asgar menegakkan pandangannya, ia memandanga gita


"Perusahaan tetangga? tau dari mana kamu?"


"Maaf pak dari pak arvin"


Asgar mengangguk


"Permisi pak" gita bersikap profesional, ia bersikao seolah tidak ada hari kemaren diantara mereka, begitu juga asgar


"Tunggu"


"Ya pak?"


"Buatkan saya kopi"


"Baik pak" saat gita hendak keluar asgar kembali menghentikannya, seolah ia tengah mencari sesuatu, seperti ada yang kurang


"Tunggu"


Lama asgar diam tak memberikan instruksi apapun, sebenarnya ia juga bingung kenapa ia menahan gita


"Pak" gita menyadarkan asgar


"Tidak ada kamu boleh keluar"


"Baik pak" gita keluar dari ruangan asgar


Tak lama kemudian gita kembali lagi keruangan asgar, ia membawakan kopi yang asgar minta


"Ini pak kopinya, permisi" ketika gita hendak melangkan kakinya keluar dari ruangan asgar, asgar kembali menahannya


"Tunggu" gita menghentikan langkahnya, asgar mencicipi kopinya


"Ganti, rasanya tidak enak" gita dengan sabar mengikuti perintah asgar, ia mengganti kopi asgar


Gita kembali membawakan kopi yang baru ia ganti, asgar kembaki mencicipinya


"Ganti, rasanya tidak biasa" gita masih menurut


......


"Ganti, rasanya benar-benar buruk"

__ADS_1


.....


"Ganti, rasanya pahit"


.....


"Ganti, saya tidak mau kopi saga mau jus"


Gita kembali membawakan jus untuk asgar, ia meletakkan jus dimeja asgar dengan sedikit kasar, dadanya naik turun menahan emosi, ia memandanga asgar nyalang


Asgar kembali mencicipi jusnya dengan santai tanpa dosa, ia mengernyitkan dahinya


"Ganti, rasanya aneh"


Gita mengembus nafasnya kasar


"Bapak ngerjain saya?!! saya sudah bersabar ya pak, jika bukan dikantor uda saya tonjok!!!" gita merapatkan giginya ia benar-benar emosi, asgar selalu seenaknya


Asgar menahan senyumnya, ia senang melihat gita melawannya, ternyata 7 hari kebersamaannya dengan gita telah membuat asgar terbiasa dengan keributan yang mereka ciptakan, tiada hari tanpa perdebatan


Asgar menatap gita dengan mata elangnya, ia pura-pira tidak terima jika gita membentaknya, ia berdiri dari dudukannya, ia berdiri tepat dihadapan gita


"Kamu membentak saya? saya pimpinan disini" asgae mengatakannya dengan tenang tapi penuh penekanan


Gita menatapnya menantang


"Bapak sama sekali tidak mencermin sikap kepemimpinan" jawaban dark gita memang menohok


"Jadi kamu tidak senang?"


"Sangat tidak senang!"


"Jadi kamu apa?"


"Saya mau nonjok bapak!"


Asgar membalikan badannya, ingin rasanya ia terbahak, tetapi ia menahannya, ia hanya tersenyum


"Akan saya kabulakan" Asgar kembali berubah ke mode serius, ia berdiri tepat dihadapan gita dan memasrahkan dirinya


"Ingin memukul saya bukan? saya persilahkan"


Gita menatap asgar tak percaya, apakah benar asgar mengizinkannya melepaskan kekesalan padanya, sungguh ini bukan asgar yang ia kenal? apa ia sudah kerasukan? gita menimbang dengan terus menatao wajah asgar, sebenarnya ia juga takut, takut jika asgar akan menuntutnya


"Tunggu apa lagi?" asgar menantang gita


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


semoga suka dengan ceritanya

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2