
Asgar terus mencari gita, tujuan pertamanya adalah kekantor gita yaitu perusahaan vincen, asgar melajukan mobilnya, ia tidak sabar ingin menemui gita dan meminta maaf, ia berjanji kali ini ia akan benar benar membuang sarah dari hidupnya
Asgar telah sampai di perusahaan vincen, ia berlari masuk kedalam dan ingin menemui istrinya, diperjalanan menuju ruangan vincen ia bertemu dengan vanya
"Asgar" vanya memanggil asgar dan asgar menoleh
"Hai van, ruangan vincen dimana? bukan maksudku ruangan gita istriku" tanya asgar to the point
"Gita sekretaris kak vincen maksudmu?" tanya vanya, vanya sama sekali tidak tahu jika asgar menikahi gita karena beberapa bulan ini vanya terus keluar negeri untuk liburan dan bisnis barunya
"Oh jadi kamu nikahnya sama gita itu? sorry...aku g dateng aku lagi ada bisnis baru" sambung vanya, sebenarnya ia kecewa asgar menikahi gita tetapi ia sudah menyiapkan hatinya karena ia tau dari awal asgar sudah menunjukkan kepadanya jika ia tidak menyukainya
"G apa apa van, sekarang ruangan vincen dimana?" tanya asgar ia terlihat tidak sabar
"Oh iya dipojokan as, perlu aku antar?" belum selesai vanya berbicara namun asgae sudah meninggalkannya pergi menuju keruangan vincen
Asgar menuju ruangan vincen ia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan itu membuat vincen kaget
"Wow wow wow penganten baru ada apa?" tanya vincen dengan mengerutkan dahinya, ia takut melihat asgar saat ini, karena wajahnya tidak seperti biasa
"Istri gue mana?" tanya asgar
__ADS_1
"Gita? gita belum masuk kantor as, dia barusan ngabarin jika ia minta tambahan cuti tiga hari" jawab vincen dan asgar mengerutkan dahinya
"Gita ngabarin lo?" dan vincen mengangguk
"Coba lo hubungin dia, di speaker dan jangan bilang gue ada sama lo" perinth asgar dan vincen menurut, vincen mengeluarkan ponselnya sambil bersungut
"Ada apa sih kalian? baru semingguan nikah udah kabur aja gita" asgar tidak menanggapi ocehan vincen ia fokus ke deringan diponsel vincen
Namun sayang sekali gita tidak menjawab panggilan dari vincen, vincen mencobanya lagi dan lagi
*****
Sementara disisi lain, gita sedang berada dirumahnya melihat ponselnya, sudah beberapa kali vincen menghubunginya
Sebelumnya ia memang sudah izin pada vincen, dan vincen sudah mengiyakan karena ia tau gita adalah istri asgar dan vincen berpikir asgarlah yang ingin menambah waktu liburannya, menurut gita dirinya sudah aman untuk tiga hari ini, karena vincen sudah mengizinkannya, selanjutnya ia akan memikirkan bagaimana
Gita berada di kostannya, untung saja ia belum mengembalikan kunci kostannya, masih ada beberapa barang yang belum ia bawa kerumah asgar, ia bersyukur karena ia masih punya tempat tinggal disaat sekarang, jika tidak ntahla dia akan lari kemana
Gita hendak mengganti bajunya, sayangnya tidak ada baju yang bagus di kostannya, semua bajunya sudah ia bawa kerumah asgar, dan tinggalla baju yang menurut gita sudah tidak bagus lagi dikardus yang ia tinggalkan dikamar, rencananya ia akan membuang baju bajubitu namun untuk sekarang beberapa hari ini ia akan memakainya saja
Gita mengganti bajunya dan ia berbaring dikamarnya, ia merenungi apa yang baru saja terjadi, air matanya kembali mengalir mengingat kata kata suaminya yang sangat menusuk hati
__ADS_1
"Hiks...hiks...lo jahat as, lo bilang sarah masih dihati lo dan dipikiran lo, jadi aku ini apa hiks...hiks...kalau masih ada sarah kenapa lo mau nikahin gueeee hiks..hiks...kenapa gue jadi cengeng gini sih hikss...hiksss gue g akan maafin lo, pergi aja lo dari hidup gue, pergi ke sarah sanaaa aaaaa hiks...hiks" gita terus menangis dan berbicara seolah asgar didepannya, ia melepaskan sakit hatinya, ia tidak tahu harus berbagi kepada siapa, ia menangis hingga ia tertidur
*****
Asgar masih berusaha mencari gita istrinya, daei perusahaan vincen ia kembali ke perusahaannga sebentar hanya untuk melihat pekerjaannya, sekiranya tidak ada yang terlaku pentinf dan masih bisa dihendle oleh arvin, asgar kembaki meninggalkan pekerjaannya, ia kembali mencari gita
Sekarang tujuannya adalah kostan gita, ya dia yakin jika gita berada dikostannya, asgar mulai melajukan mobilnya, diperjalanan perutnya terasa sangat lapar, ia bari teringat jika dari pagi ia dan gita belum memakan apa apa karena disibukkan dengan pertengkaran mereka, asgar mampir sebentar di warung makan tepi jalan, ia sengaja tidak ke restoran karena akan menunggu lama hanya untuk makan saja
Lebih kurang dua puluh menit, asgar telah menyelesaikan makan siangnya, ia juga membawa bungkusan untuk istrinya, ia yakin gita juga belum makan dari pagi, ia sangat yakin bahwa ia akan bertemu istrinya dikostannya
Asgar kembali melajukan mobilnya, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya dan meminta maaf kepada istrinya, ia terus berdoa dalam hati agar ia bertemu dengan istrinya secepat mungkin, ia akan meminta maaf pada istrinua dan ia berjanji akan benar benar melupakan sarah, peninggalan sarah juga akan ia buang semuanya
"Aku janji sayang aku akan melupakan sarah, kamu benar sarah mati karena itu sudah takdirnya, dan dia masa lalu aku, sekarang kamu masa depan aku, aku mohon gita jangan pergi, jangan tinggalkan aku, aku...aku mencintaimu gita..aku cinta kamu" asgar berbicara sendiri didalam mobilnya, ia sadar apa yang dibilang gita istrinya benar, sarah mati karena itu memang sudah takdirnya
.
.
.
Jangan lupa like vote dan koment
__ADS_1
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟