Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
55


__ADS_3

Dua hari berlalu, gita sudah mulai sembuh dan sudah mulai bekerja, hubungan mereka semakin dekat, asgar sering mengunjungi gita hanya untuk mengantarkan makan siang ataupun makan malam, terkadang asgar juga mengoleskan salap untuk luka di punggung gita, meskipun sudah semakin dekat tak jarang mereka juga masih saja berdebat


Meskipun asgar terlihat perhatian namun ia masih saja belum menyadari akan perasaannya dengan gita, ia masih meyakini jika ia masih mencintai sarah, ia juga masih selalu melakukan ritual sebelum tidurnya, mengenang dan mengingat sarah, itu sudah menjadi suatu kebiasaan bagi asgar


Asgar sudah berada dikantornya, ia bekerja seperti biasa, gita juga melakukan hal yang sama ia bekerja seperti biasa


Tok...


Tok...


Tok...


"Selamat siang pak" gita memasuki ruangan asgar, asgar hanya meliriknya sebentar


"Ini pak berkas yang bapak minta" gita meletakkan sebuah map dimeja asgar, ditangan gita masih terdapat 1 map lagi, tetapi ia meletakkannya dimeja asgar


Asgar melirik gita yang masih berada ditempatnya


"Ada apa?" tanya asgar menatap gita


"Mmm ini pak, surat pengunduran diri saya, besok terakhir saya bekerja" gita membuang nafasnya lembut, sebenarnya ia juga berat untuk resign dari perusahaan asgar


Asgar mengambil berkas gita dan membacanya


"Besok terakhir?"


"Yess boss"


"Oke bagus kamu menepati janji kamu, besok begitu resign gaji kamu juga akan masuk full" asgar menutup kembali map berkas gita


"Baik pak, terimakasih saya permisi" asgar menatap gita lama sampai ia menghilang dibalik pintu


"Benar benar keras kepala, kenapa tidak memohon padaku untuk kembali bekerja" asgar bersungut


Asgar dan gita sejatinya sama sama gengsi, asgar tidak ingin gita keluar dari perusahaannya dan begitu juga dengan gita, ia tidak keluar dari perusahaan asgar, tetapi gengsi dan tetap pendirian mereka pada diri masing masing sudah mendarah daging sejak lahir

__ADS_1


"Huh dia tidak menahanku? baikla aku juga tidak akan mundur, aku akan mencari pekerjaan baru" gita juga bersungut karena asgar tidak membatalkan niatnya untuk memecat gita


*****


Beberapa hari yang lalu asgar sudsh mendiskusikan bersama gita jika lena akan menjadi pengacaranya, gita setuju dan ia sendiri yang akan membayar lena, asgar setuju ia tau gita wanita mandiri, ia tidak mau dibantu full oleh asgar, asgar menyetujuinya


Sore ini lena terlihat sedang berada dikantor asgar, ia membawa suatu berita yang akan mengejutkan gita bahkan asgar


Lena masuk kedalam ruangan asgar


"As, ada hal penting banget ini, gita mana? gue liat diruangannya g ada"


Asgar menghubungi gita menggunakan ponselnya


"Keruanganku sekarang" titah asgar, gita yang baru saja dari toilet bergegas pergi keruangan asgar


Gita memasuki ruanga asgar, asgar mempersilahkan gita duduk dan gita duduk disamping lena


"Ada apa pak" tanya gita


"Nih git gue tadi baru dari pengadilan dan mereka ngasi ini buat lo"


Gita mengambil amplop dari lena dan membukanya lalu membacanya, ia memejamkan matanya dan menghela nafas, gita mengangguk lemah, bagaimana tidak ia sudah menjadi terdakwa dan ia harus dipenjara


"Saya akan menemui diego dan hakim, saya akan membicarakan penangguhan penahanan" gita menatap asgar


"Bener as, gita harus dalam perlindungan lo, agar diego g berani ngusik gita"


"Gue masih nunggu kabar dari aron len, dia nyelidikin rumah bisnisnya diego, kalau kita bisa buktiin itu kepunyaan diego kita bisa menekannya dengan itu dan juga kasus pemukulan gue dan gita kemaren, sayangnya tidak satupun yang mau buka mulut jika itu perintah diego, mobilnya aja ditemui hangus terbakar"


"Uda seperti mafia aja tu pak tua" respon gita


"Ntahla git bener kata lo dia terlalu pintar bermain" ucap gita


"As dia kan lagi bangun bisnis sama lo, lo yang inves terbesarkan diperusahaannya? lo bisa nekan dia kok dengan cara lo akan cabut semua investasi lo ke dia jika dia masih ganggu gita, gimana?" lena memberi saran pada asgar dan itu membuat asgar menatap gita lama

__ADS_1


"Kalau mau lebih meyakinkan sih lo nikahin aja deh gita, clear masalah, g mungkin kan lo nekan diego tapu lo g ada hubungan apa apa sama gita, kalau lo nikahin gita dia g akan ganggu gita lagi, yakin gue" sambung lena


Gita dan asgar terkejut mereka saling menatap, asgar mengerutkan dahinya tetapi ia tetap diam


"Ya g perlu gitu juga kali len" ucap gita, sementara hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu


"Ya itu terserah kalian sih, diego g main main git, dia akan cabut tuntutan lo kalau lo mau jadi sekretarisnya lagi dan kita g tau aoa rencananya dibalik itu semua"


"Ntar deh gue pikirin len, jadi gue harus gimana ni? gue harus ditahan dulu ya?" tanya gita pasrah


"Ya nunggu keputusan hakim sih, gimananya kalau asgar bisa ngomong ke hakim ya muda mudahan lo g ditahan, tapi lo tau diego kan, setidaknya kalau lo istri dari asgar dia g ngusik lo dan mentok mentoknya kalo g jadi istrinya asgar ya lo jadi sekretarisnya lagi"


"Jadi gue harus harus milih? jadi sekretaris diego atau dibui?" tanya gita


Asgar hanya memperhatikan obrolan dua wanita dihadapannya


"Lo masih punya opsi ketiga"


"G len ini masalah gue" gita memotong omongan lena. "Gue yang salah dan gue g akan ngelibatin pak asgar dalam hal ini, tapi saya berterimakasih sama bapak uda bantuin saya" asgar kembali menatap gita


"Len kalau gue uda ngelapor ke pengadilan trus gue pulang ketemu ayah gue dulu boleh g? g keluar negeri kok keluar kota aja bentar" sambung gita


Lena terkekeh "ntar deh gue kabarin ya, gue nanya dulu boleh apa g nya"


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2