
Asgar sedang mengadakan meeting dan ia akan segera mengakhiri meetingnya ia akan pergi untuk fitting baju peenikahannya, setelah meering selesai ia segera menghubungi sarah kekasih tercintanya
"Sayang dimana?" Asgar menanyakan keberadaan sarah
"Aku sudah dilobby menunggumu"
"Aku segera kesana" asgar menutup panggilannya
Karena ingin menikah dengan sarah, asgar memintanya untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai sekretaris, ia meminta sarah untuk mengurus dirinya bukan pekerjaannya, sarah menyetujuinya dengan syarat sekretaris asgar tidak boleh perempuan hanya boleh laki-laki dan asgar menyanggupinya
Asgar sampai dilobby dan mereka segera pergi untuk mencoba baju pernikahan mereka, tak berselang lama mereka tiba ditempat tujuan dan sarah mencoba beberapa gaun dan maga asgar tak lepas dari sarah
Ya, ia memang cuek dan seakan tidak peduli tetapi cintanya begitu besar dan tulus dengan sarah dan ia akan mencoba untuk menyenangkan orang yang dicintainya, sarah berlenggak lenggok dihadapan asgar dan meminta pendapat asgar
"Bagaimana sayang? kau suka yang mana?"
Asgar berdiri dan memeluk pinggang sarah ia tidak perduli mata karyawan toko yang menatap mereka, ia hanya ingin menyalurkan rasa cintanya
"Apapun yang kau pakai akan terlihat cantik jadi terserah padamu atau apa perlu aku membeli toko ini untukmu?"
Sarah tersenyum dan memukul dada asgar pelan, ia malu dengan karyawan toko tersebut
"Sudah, malu tau diliatin"
Sarah melepaskan pelukan asgar dan ia kembali untuk mengganti gaunnya, sarah adalah wanita yang lembut dan keibuan membuat asgar makin jatuh hati padanya
__ADS_1
Setelah mereka memilih baju pernikahan mereka, sarah dan asgar keluar dari toko gaun dan mereka akan pergi untuk melihat wedding organizer serta mencoba makanan untuk cathering dihari pernikahan
"Sayang aku kedepan sebentar ya, mau beli sesuatu" sarah meminta izin asgar untuk membeli sesuatu ditoko depan yang menjual beberapa pernah pernih wanita dan asgar mengizinkannya
Setelah beberapa saat, sarah akan kembali ketempat asgar dengan menyebrang jalan besar, asgar tersenyum padanya saat ia menunjukkan apa yang ia beli, ia membeli mahkota kecil untuk pernikahannya dan ia tampak sangat bahagia, sarah begitu senang dengan barang yang ia dapatkan sehingga ia lupa jika ia sedang berada dijalan besar dan penuh keramaian
Saat asgar ingin memasuki mobil karena ia sudah melihat sarah akan kembali tiba-tiba ia mendengar suara dentuman yang sangat keras, asgar menoleh kearah keluar jendela dan ia melihat sebuah mobil menabrak pembatas jalan tepat dimana tempat sarah menyebrang jalan
Ia dengan segera keluar dari mobil dan mencoba untuk melihat apa yang terjadi, jantungnya berdegup kencang, ia berharao apa yang ia pikirkan tidak terjadi, semakin dekat semakin detak jantungnya tak karuan, ia melihat darah yang mengalir begitu pekan, semua orang berkerumun
Ia mencoba menembus kerumunan manusia untuk melihat sesosok yang ia harap bukan seperti yang ia pikirkan, semakin dekat dan semakin dekat ia berhasil melihat sosok tersebut dan ia terduduk lemas, ia memangku seorang wanita yang berlumuran darah dan sedang memegang mahkota pernikahan
Tangis asgar pecah tak terbendung, ia merasa bersalah harusnya ia memastikan jika kekasihnya benar-benar menyebrang dengan benar, tetapi nasi sudah menjadi bubur, apa yang terjadi tidak bisa diulangi, kekasihnya menghembuskan nafas terakhir mungkin dipangkuannya atau mungkin sesaat sebelum dia sampai ditempat kekasihnya
Semenjak kejadian itu hidup asgar berubah 360⁰ ia yang sudah mulai belajar untuk lebih terbuka dengan dirinya karena adanya sarah tetapi setelah kejadian itu malah makin menutup dirinya, ia yang memang tidak banyak bicara menjadi banyak bicara semenjak berhubungan dengan sarah, tetapi setelah kejadian yang merenggut nyawa sarah asgar semakin menutup dirinya bahkan menjadi sangat dingin dan semakin irit bicara
"Dek...."
Itu suara naya, ya naya menemui asgar dikamarnya
"Masuk kak" asgar menjawab
Nayara masuk kedalam kamar adiknya, dipenuhi dengan warna putih dan sedikit abu, membuat suasana kamar asgar lebih hidup dari pada yang dulunya hitam dan abu, semua itu karena mommy yang ingin mengubah cat warna kamar asgar agar lebih cerah dan mommy berharap akan ada cahaya putih yang akan masuk dikehidupan putranya yang gelap
Nayara melihat adik bungsunya berdiri menghadap kejendela kamarnya dengan kedua tangannya memasuki kantong celana
__ADS_1
Naya memeluk asgar dari belakang dan asgar tersentak
"Maafkan kakak yang kembali membuka luka lama, kakak tidak bermaksud begitu, kakak hanya ingin kamu segera move on dek, dengan kamu begini mommy daddy dan kakak juga tidak tega melihatmu, bahkan sarah akan bersedih jika melihatmu seperti ini"
"Memangnya aku seperti apa?" tanya asgar
"Kau seperti.....seperti apa ya?" naya bingung menjabarkan adiknya
Asgar tersenyum tipis mendengar kakaknya kebingungan menjabarkan dirinya, naya masih dengan memeluk asgar posisi mereka masih sama
"Oh ya kau seperti es kutub, beku dan tidak mencair, kau terlalu irit bicara, tidak sepeeti dulu, dulu kau juga tidak banyak bicara tetapi kau sering tersenyum dan sekarang senyum itu sulit sekali muncul, kakak minta maaf ya dek, maafin ya janji g gitu lagi deh"
Asgar melepaskan pelukan erat kakaknya, ia membalikkan tubuhnya lalu memeluk kembali kakaknya, kepala naya hanya sebatas bahu asgar, dari mereka bertiga asgarlah yang paling tinggi seperti papanya
"Aku sudah memaafkanmu kak, aku hanya terbawa suasana tadi, aku juga ingin sekali move on kak, tetapi aku masih sering mimpi buruk tentang kecelakaan itu" asgar menjelaskan keadaannya
"Kamu masih merasa bersalah dek, keluarga sarah juga bilang bukan itu. ukan kesalahanmu, itu karena sarah tidak hati-hati, itu keluarga sarah yang bilang lo, mereka sudah ikhlas, sudahla dek, ikhlaskan sudah 3 tahun bukan? jika kamu belum mengikhlaskan sarah, ia akan sedih"
Nayara berhati-hati membicarakannya, ia takut adiknya kembali tersinggung
"Coba ikhlaskan hatimu, dan buang rasa bersalahmu, kau hanya terlalu mencintainya dek sehingga kau menyalahkan dirimu sendiri yang tak bisa menjaganya"
Asgar hanya diam mendengarkan penuturan kakanya, Nayara melepaskan pelukannya dan pamit keluar
"Sekarang istirahatlah, oke"
__ADS_1
Asgar mengangguk ia melihat naya keluar dari kamarnya
🌟🌟🌟🌟🌟