
Sesampainya dibandara, asgar dan gita turun dengan membawa kopernya masing-masing, mereka terlihat tampan dan cantik, seperti sepasang kekasih yang hendak pergi berlibur
Asgar dan gita duduk dikursi tunggu penumpang, mereka sudah menyelesaikan semua administrasi penerbangan tiket, pasport, bording pass dan lain-lain
Asgar beranjak dari duduknya dan pergi kesuatu tempat, gita hanya diam melihatnya
"Huufftt g asik banget sih kalau harus diem sepanjang waktu" sungut gita
Tak lama kemudian asgar datang membawa 2 gelas kopi, ia mengulurkan tangannya ke arah gita dan gita pengambil kopinya
"Makasi pak"
Asgar diam tak menanggapi ucapan terimakasih gita, lama mereka diam tak saling bicara, gita sudah menghabiskan 1 gelas kopinya
"Pak, bapak kenapa sih betah banget diem?" gita memberanikan diri untuk berbicara, bisa gila ia jika hanya terus diem
Asgar memandang gita lama
"Ok ok tidak usah dijawab pak" sambung gita
Asgar tersenyum tipis
"Capek aja bicara" jawab asgar, seketika gita memandang asgar dengan tatapan aneh
"Kenapa?" asgar menaikkan kedua alisnya bertanya
"Saya malah capek kalau diem pak, aneh ya kita g cocok banget pak"
"Ya bagus donk" mendengar jawaban asgar gita mengerucutkan bibirnya
Mereka kembali diam, gita mengeluarkan earphone bluetoothnya ia memasang dikedua telinganya dan mendengarkan musik, cukup lama mendengarkan musik, sampai asgar mencabut salah satu earphone ditelinganya dan gita terkejut
"Berangkat" ucap asgar
Gita menyimpan kembali earphonenya, mereka pun berjalan menuju kepesawat, asgar membeli tiket class business, ia ingin merasa nyaman diperjalanannya, gita yang belum pernah menempati class orang mampu terpana dengan fasilitasnya
"Waah nyaman banget pak, 1 hari 1 malam pun g apa-apa ini terbang" gita dengan segala kekagumannya
"Jangan norak"
"Kagum doank pak"
"Kagum dalam hati aja"
"Nanti pulang kita naik ini lagi ya pak"
__ADS_1
"Nggak!"
Gita mencibir dan mengambil tempat duduknya
"Pak boleh tuker g? saya mau didekat jendela" Asgar memejamkan matanya, ia membuang nafasnya pelan, ia melihat gita dengan tatapan tajam dan yang ditatap nyengir kuda agar tidak dimarahi
Merekapun bertukar tempat duduk dan tak lama kemudian pesawat yang mereka tumpang take off
"Pak, bapak kalau terbang selalu ngambil class business ya?" tanya gita, gita melihat asgar hanya mengangguk
"Berapa sih pak harga tiketnya?"
"Kamu kan bisa searching gitaaaaaak" asgar mulai jengah dengan pertanyaan-pertanyaan gita
"Ya saya kan mau tau dari bapak aja"
"Udah bisa diem g? saya mau nonton"
"Oke pak"
Asgar mulai menonton filmnya, melihat asgar menonton gita juga mencobanya di layar mini didepan kursinya, dan dapat, ia menonton menggunakan earphone
10 menit gita menonton. . .
12 menit gita menonton. . .
Tiba-tiba ia tertawa terbahak seperti ia sedang menonton sendiri dirumah, seketika itu dia sadar jika semua mata tertuju padanya termasuk mata elang asgar, suaranya sudah menganggu ketenangan penumpang lain, gita menutuo mulutnya dan tersenyum dengan menganggukkan sedikit kepalanya tanda permintaan maafnya
Asgar yang masih asik menonton sesekali menoleh kearag gita, ia melihat gita yang sangat amat kelihatan suntuk, asgar memanggil salah seorang pramugari, ntah apa yang asgar bicarakan dan pramugari mengangguk
Tak lama pramugari kembali kekursi yang ditumpangi asgar, ia membawa troly makanan dan menyajikannya di meja asgar dan gita, sebelumnya asgar membangunkan gita
"Git, gita. . .git. . .gita bangun"
"Apa sih pak?"
"Mau makan g?"
"Boleh deh pak"
"Ini makanannga, bangun dulu"
Gita pun bangun dan ia melihat ada makanan di meja kursinya
"Makasi pak"
Asgar diam dan kembali menonton ceritanya, mereka makan dalam diem
"Pak berapa jam sih? lama banget"
__ADS_1
"2 jam, bentar lagi juga sampak"
Asgar dan gita menyelesaikan makanannya, ia membersihkan sisa makanannya, gita bersandar melihat kearah luar jendela.
"Pak nanti sampe disana boleh jalan-jalan g?"
"Sama siapa?"
"Sama om-om disana, siapa tahu ada yang bersedia mengajak saya keliling"
Asgar mengeluarkan senyum smirknya
"Lagian bapak pake nanya, uda tau saya perginya sama bapak ya bapak temanin donk saya jalan-jalan"
"Liat nanti deh kalau kerjaan uda kelar"
"Ya iya pak saya juga tau itu"
Tak lama kemudian mereka sudah sampai dikota tujuan, asgar dan gita dijemput oleh orang- orang perusahaan yang akan bekerjasama dengannya, mereka mengantar asgar dan gita kehotel ternama untuk beristirahat
Asgar mengambil kunci kamar mereka, kamar asgar tidak jauh dari gita kamar mereka saling berhadapan
"Ya uda sekarang istirahat dulu, nanti agak sorean kita keluar cari makan"
Gita mengangguk dan mereka beristirahat dikamar mereka masing-masing
Dikamar, asgar dan gira sama-sama mengabari kedua orang tua mereka, mereka mengabari jika mereka baik-baik saja dan sampai dengan selamat
"Aku sudah sampai mom" asgar menghubungi mommy
"Alhamdulillah, baikla kerja yang benar, dan pulang jangan lupa bawa ole-ole untuk mommy, ole-ole menantu juga boleh" mommy selalu saja menggoda asgar dengan soal jodoh
"Selalu saja begitu, oke mom salam sama daddy"
"Oke sayang, hati-hati ya jangan apa-apain tunangan orang lo"
"Tau mom, bye mom" asgar menutup panggilannya dan ia berlalu untuk mandi
Didepan kamar asgar, gita juga sedang menghubungi w laki-laki terkasihnya, yaitu ayah dan leo, mereka berbincang bertukar kabar dan ayah juga memberi nasehat pada gita untuk menjaga dirinya karena ia sedang berpergian yang jauh bersama seorang laki-laki
Tak jauh dari ayah leo juga memberikan nasehat yang sama, jaga diri dan hati-hati, setelah gita menutup panggilan telefonnya, ia juga berlalu mandi, ia tidak hanya menikmati fasilitas tetapi ia juga memanjakan matanya dengan melihat pemadangan dari atas kota
.
.
.
Jangan lhpa vote like dan comen
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟