Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
53


__ADS_3

Asgar arvin dan lena pergi kesebuah alamat yang berada diujung kota, sedikit tersembunyi tetapi anehnya selalu ramai dikunjungi


"Lo rasa ini tempat apa len?" arvin bertanya pada lena, kini mereka telah tiba di tempat tujuan, mereka sedikit jauh diseberang jalan teoat didepan sebuah rumah agar mereka tidak ketahuan jika sedang mengintai


"Tu lo liatkan mobil itu tu, baru aja masuk g sampe 30 menit mobilnya uda keluar lagi, bisnis apa sih?" tanya lena yang sedikit tersulut emosi


"Bagaimana caranya kita cari tau ya?" sambung lena


"Caranya ya kita gunakan orang lain" jawab asgar singkat


"Bener lo as, uda cabut aja kita, ngapain nunggu sini lama lama lo uda liatkan dan kita tinggal cari tau dengan mengupah orang lain" lena bersemangat


"Rumah bisnisnya lumayan jauh juga ya, sepi lagi" lena masih bersungut


Tak terasa sore menjelang, arvin melajukan mobilnya menuju kantor ditengah perjalanan mereka lena yang penasaran akhirnya bertanya


"As, lo sebenarnya suka g sih ama gita? atau g gini deh apa yang lo rasain saat lo deket sama gita?"


Asgar menoleh kebelakang memandang lena, lalu beralih ke arvin


"Gini nih len kalau ditanya suka mendadak bisu"


Asgar mengangkat kedua bahunya, ia membiarkan kedua temannya bertanya tanya


"Tapi dari penglihatan gue sih lo suka sama gita tapi lo g nyadar aja, lo masih merasa bersalah sama sarah karena kematian sarah dan lo menghukum diri lo sendiri dengan menjaga cinta sarah"


"Come on man, sarah lebih menderita kalau liat lo kek gini terus, g capek lo terperangkap dimasa lalu? satu satunya orang yang palimg terluka itu harusnya mamanya sarah tapi beliau uda ikhlas kok, nah lo uda 3 tahun masih juga gitu gitu aja, move on man move on" sambung lena bersungut panjang


"Ngomong emang gampang len" seketika lena dan arvin terdiam mendengar jawaban asgar


*****


Gita sudah pulang kerumahnya, ia kekeh ingin pulang dengan menggunakan taxi, ia meyakinkan mommy jika dirinya akan baik baik saja, setelah ia beristirahat dikamar tamu tetapi tidak bisa memejamkan mata ia memilih untuk pulang


Gita sangat senang dengan perlakuan mommy padanya, mommy benar benar tidak pandang bulu, ketika gita hendak pulang ia bertemu dengan vanya yang berkunjung kerumah asgar, mendengar mommy sudah pulang vanya langsung mengunjungi mommy

__ADS_1


Mereka bertemu sapa dan sempat terlibat dalam berbincangan kecil, hanya sekedad menanya kabar dan kegiatan sehari hari


Melihat vanya mommy membandingkan keduanya, mommy bukan benar benar membanding kedua wanita itu tetapi mommy membanding perlakuan anaknya pada kedua wanita dihadapannya


Asgar terlihat lebih senang dan care pada gita dibandingkan saat ia bersama vanya, bahkan asgar mau tidur bersama gita sedangkan bersama vanya asgar seakan mengusir vanya ia tidak mau vanya mengurus dirinya


.


.


Setelah asgar kembali ke kantor untuk mengantar lena dan arvin, ia segera melajukan mobilnya untuk kembali kerumah, ia berpikir gita masih ada dirumahnya


"Mom, dimana gita?" asgar mashk menyapa mommy nya yang sedang mengobrol bersama vanya


"Gita uda pulang sayang, disapa dulu donk vanya"


Asgar tersenyum mengangguk menyapa vanya


"Aku naik dulu ya mom, van mau bersih bersih"


Asgae meninggalkan dua wanita yang berbeda generasi itu, ia menuju kamarnya hendak menghubungi gita


"Apa mereka punya hubungan tan?"sambung vanya


"Mm ntahla van, tante juga g tau, yang tante tau gita hanyalah sekretaris asgar dan tadi gita kerumah katanya abis dari rumah sakit ngobatin lukanya gita" vanya mengangguk


"Gita luka apa tante?"


"Punggungnya terluka abis berantem, mereka mau dirampok kemaren"


"Dirampok tante?" tanya vanya terkejut


Mommy juga menceritakan segala yang terjadi pada vanya, tak lama kemudian asgar terlihat menuruni anak tangga, ia sudah rapi


"Mom asgar keluar sebentar"

__ADS_1


"Mau kemana sayang ada vanya lo ini"


"Asgar ada urusan mom sama aron" ya asgar menghubungi aron sahabatnya, aron bekerja diperusahaan kontruksi sebagai pengawas, ia meminta bantuan aron untuk masuk ke rumah bisnis diego, ia akan bertemu aron sore ini


"Tumben, tapi mommy seneng"


Asgar tersenyum " asgar pergi mom, van sorry g bisa gabung ngobrol" vanya mengangguk tersenyum


Asgar mulai melajukan mobilnya untuk pergi kesebuah cafe, sore ini ia akan kembali berkumpul dengan tiga orang sahabatnya yaitu arvin, ferdi dan aron, mereka akan berbincang mengenai bisnis diego yang menurutnya adalah bisnis gelap, asgar akan mengungkap keburukan diego sehingga ia bisa melepaskan gita daei ancaman penjaranya


Untuk kasus gita, polisi masih terus dalam penyelidikan jadi asgar harus bergerak cepat, didalam perjalanan asgar menghubungi gita


"Kenapa g nunggu saya?"


"Saya g enak pak lama lama dirumah bapak"


"Gimana punggung kamu?"


"Uda mendingan pak, makasi ya pak"


"Hmm" asgsr menutup panggilannya, asgar masih sama masih dingin dan nyebelin


Gita menggurutu asgar mematikan panggilannya begitu saja, gita juga heran kenapa asgar perhatian dengannya, mungkin karena rasa tanggung jawabnya aja makanya asgae begitu perhatian, ntar kalau dirinya sudah sembuh asgar bakal nyebelin seperti sebelumnya pikir gita, dan ya waktunya bekerja hanya tinggal beberapa hari saja, setelahnya ia harus resign dan tidak bertemu dengan asgar


Asgar sudah tiba disebuah cafe, teman temannya sudah menunggu, mereka kembali dimasa itu, masa mereka sering berkumpul dan bercerita serta saking membantu satu sama lain, arvin dan lainnya sangat senang waktu asgar meminta mereka untuk bertemu


.


.


.


Jangan lupa vote like dan komen


Terimakasih semoga suka ya

__ADS_1


dukung author terus ya 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2