Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
74


__ADS_3

"G usah pak beneran"


"Uda ayo git g usah sungkan" diego hendak menarik tangan gita tetapi dengan cepat gita menghempaskannya


Gita mencoba menahan emosinya, hari ini sudah dua kali diego mencoba menyentuhnya, sementara asgar dan arvin yang sedari tadi hanya memperhatikan kini asgar bergerak mendekati gita


Asgar bergerak mendekati gita, ia menggenggam tangan gita dan tentu saja gita kaget, gita melihat tangan asgar yang menggenggam tangannya lalu ia beralih kewajah asgar yang juga menatapnya


Sudah sedari tadi asgar menahan emosinya, entah kenapa ia sangat marah melihat perlakuan diego pada gita, dan melihat diego yang memaksa gita untuk pulang bersamaanya ia sudah tak bisa menahan emosinya


"Gita akan pulang bersama saya" asgar benar benar sedang menahan emosinya, asgar membawa gita keluar dari restoran tersebut


Diego dan arvin hanya melihat asgar membawa gita, arvin tersenyum penuh arti sementara diego mengepal tangannya, rencananya gagal kali ini, tapi ia masih punya banyak kesempatan untuk mendapatkan tubuh gita


Gita berusaha melepaskan tangannya dari asgar, tetapi asgar semakin kuat menggenggamnya


"Lepasin" ucap gita pelan, tetapi asgar tidak memperdulikannya ia terus membawa gita menuju mobilnya


"Sakit!! lepasin!!" asgar membukakan pintu mobil untuk gita lalu memaksa gita masuk


"Diam disini!" ucao asgar datar dan ntah kenapa ia menurut sambil memegang tangannya yang memerah digenggam asgar


Asgae melangkah memutari mobilnya dan kini ia telah duduk dikursi pengemudi, ia melihat gita yang mengusap tangannya, pandangan asgar beralih ks tangan gita yamg memerah, ia menghela nafasnya dan melajukan mobilnya


Disepanjang jalan mereka hanya terdiam, gita membuang pandangannya kearah jendela


*****


Arvin dan diego masih berads direstoran, arvin tersenyum melihat diego yang mengepalkan tangannya


"Ada apa pak?" pertanyaan arvin mengejutkan diego


"Apa mereka sepasang kekasih?" tanya diego


"Maaf pak itu privasi, bukan wewenang saya untuk mengatakannya, saya takut kedua belah pihak akan marah jika ini tersebar" arvin sengaja memanas manasi diego

__ADS_1


Diego tersenyum smirk


"Tersebar? maksudmu? mereka benar ada hubungan?" tanya diego lagi


"Maaf pak saya benae benar tidak tahu, kalau menurit bapak gimana pak?"


"Hmm bukankah bossmu masih mencintai calon istrinya yang sudah mati?"


"Wah bisa gawat jika pak.asgar mendengar perkataan bapak"


"Kenapa? bukankah benar apa yang ku katakan?"


"Tetapi asgar lebih senang menyebutnya meninggal dari pada mati pak"


"Hmm terserahlah" diego pergi meninggalkan arvin yang puas menggoda diego, ia senang melihat diego yang marah


Arvin membereskan semua dokumen dokumen meetingnya tadi lalu ia beranjak meninggalkan restoran untuk kembali kekantornya


*****


"Kenapa turun?!" tanya gita galak


Asgar masih diam ia tidak menanggapi ucapan gita, ia hanya memandang gita, gita yang tak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya hanya mengangguk pelan ia kembali berjalan menuju pintu rumahnya


Gita hendak membuka pintu rumahnya


"Jangan pernah masuk lagi kerumah saya!!" gita diam berdiri didepan pintu rumahnya, ia belum membukanya, ia benar benar tidak mengizinkan asgar kembali kerumahnya, setelah apa yang dilakukan asgar padanya yang tiba tiba menghilang dan kini kembali muncul, gita merasa asgar mempermainkan perasaannya, wanita manapun yang diperlakukan dengan manis pasti akan luluh dan tersentuh, gita benar benar membentengi hatinya sekarang


"Sebaiknya anda pergi dan terimakasih telah mengantar saya" gita berucap dingin, sebenarnya ia sangat ingin bertanya pada asgar, tetapi ia sadar ia tidak pantas menanyakannya karena mereka bukanlah siapa siapa, dan gita berpikir dirinya lah yang terlalu bodoh, bisa terjebak dengan perasaannya sendiri yang telah menyukai asgar, sementara gita tau dihati asgar tidak akan pernah ada wanita lain selain sarah


"Tidak akan" jawab asgar


Gita membuang nafasnya kasar, ia membalikkan tubuhnya menghadap asgar


"Sebenarnya mau bapak apa sih?!! saya bukan lagi sekretaris anda sehingga anda bisa bebas memerintah dan memperlakukan saya seenaknya"

__ADS_1


Asgar menatap gita, asgar mengambil kunci rumah gita dari tangan gita, ia hendak membuka pintu rumah gita, tetapi gita menahannya ia hendak merebutnya kembali


Gita berusaha mengambil kunci pintu rumahnya dari asgar, dikarenakan tubuh asgar lebih tinggi dari pada gita, gita tidak bisa mengambil kunci yang berada ditangan asgar, asgar mengangkat tangannya tinggi, gita tidak kehabisan akal ia menyikut kuat perut asgar dengan sikunya, sehingga membuat asgar membungkuk menahan sakit


"Kamu..aghh!!" asgar menahan sakit diperutnya, gita mengambil kunci pintu rumahnya dan membukanya


"Uda sana pulang!" ucap gita, ia masuk kerumahnya dan hendak menutup pintu rumahnya tetapi ditahan oleh asgar dan mereka kembali beradu kekuatan, gita tetap mendorong pintunya agar tertutup, ia benar benar tidak mengizinkan asgar masuk kerumahnya, tetapi sebaliknya asgar mendorong pintu rumah gita ia bersikukuh ingin masuk kerumah gita


"Gita menjauh dari pintu, saya ingin masuk!"


"No!!"


"Menjauh gita nanti kamu terjatuh jika saya mendorongnya kuat" asgar sudah berhasil memasukkan sebagian tubuhnya tetapi ia masih terjepit


"Khawla gita nizia!" sambung asgar, mereka masih berada didepan pintu


"No asgar shawqi"


Sekuat kuatnya tenaga yang gita miliki, jika dibandingkan dengan tenaga asgar sudah pasti gita akan kalah, asgar mendorong pintu rumah gita dengan kuat dan alhasil gita terjatuh, asgar masuk kerumah gita dan menutup pintunya


"Kan sudah saya peringatkan untuk menjauh, keras kepala" asgar mengulurkan tangannya untuk membantu gita berdiri tetapi gita menepisnya ia tidak sudi menerima uluran tangan asgar, gita bangun dengan sendirinya, ia menuju kekamarnya untuk membersihkan dirinya tanpa mengucapkan sepatah katapun


Sementara duduk disofa rumah gita, ia menyalakan tv dan menuju dapur untuk mengambil minuman, asgar benar benar sesukanya ia seperti dirumahnya sendiri, ia kembali duduk disofa dan menatap pintu kamar gita yang tertutup ntah apa yang ada dipikirannya


.


.


.


Jangan lupa vote like dan coment


Semoga suka terimakasih


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2