
Arvin menceritakan semuanya pada mommy dan daddy, tetapi ia melewatkan cerita jika asgar menyebut gita adalah calon istrinya, karena arvin takut mommy terlalu berharap, arvin berpikir bisa saja asgar hanya mengatakan itu agar diego berhenti membawa gita
Setelah arvin bercerita, mommy terlihat senang, ia memang sudah lama berharap jika asgar segera menemukan cintanya kembali dan mommy yakin asgae menyukai gita karena ia tahu betul anaknya
Sementara dikamar asgar membaringkan gita ditempat tidurnya, ia menanggalkan sepatu gita dan menyelimutinya, ia duduk diranjang tempat tidurnya menatap gita yang tertidur pulas, ia tersenyum
"Dasar keras kepala, dilarang g pernah nurut" asgar berbicara pada gita yang sedang tertidur
Setelah memastikan gita tidur dengan nyaman ia keluar menemui mommy dan daddy, ia sangat tahu mommy nya, pasti mommy sedang menunggunya dan mengintrogasinya, asgar terlihat menuruni anak tangga dan benar saja mommy langsung menghampiri asgar
"Gimana gita sayang? dia kenapa sih?"
"Asgar juga g tahu mom, dia tidak sadarkan diri"
Belum sempat asgar bercerita dokter keluarga yang biasanya memeriksa keluarga asgae telah tiba dirumahnya
"Selamat malam dokter" sambut asgar begitu juga dengan daddy mommy serta arvin, dokter keluarga shawqi adalah dokter laki laki senior bahkan ia lebih tua sedikit dari daddy
"Selamat malam, ada apa as? siapa yang sakit?" tanya dokter
"Yang sakit ada diatas dok, dia tiba tiba pingsan dan tidak sadarkan diri" asgar menceritakan kejadian dan kondisi yang dialami gita sewaktu dipesta
"Baiklah saya akan memeriksanya" asgar dan lainnya membawa dokter kekamar asgar mereka melihat gita yang terbaring seperti tertidur tetapi sangat nyenyak
Dokter mulai memeriksa kondisi gita
"Kemungkinan besar ia meminum obat bius as, tetapi..." ucap dokter yang memeriksa gita
"Brengs*k" maki asgar, dokter terdiam mendengar asgar memaki, ia tidak jadi melanjutkan ucapannya
"Tenang dulu sayang, dengerin dulu dokternya" ucap mommy menenangkan asgar, asgar menghembuskan nafasnya kasar, ia menahan emosinya
"Baik dok silahkan lanjutkan" ucap daddy
Dokter tersenyum ia melanjutkan bicaranya "Untuk memastikannya saya akan mengambil sampel darahnya, benar atau tidaknya nanti akan saya kabari"
"Kapan dokter akan memberi saya kabar?" tanya asgar tidak sabar
Dokter lagi lagi tersenyum "Apa dia sangat berarti bagi mu? kau sungguh tidak sabar asgar"
__ADS_1
Asgar diam saja, ia salah tingkah mendengar pertanyaan dokter, ia hanya berdehem menghilangkan kegugupannya
Mommy dan lainnya tersenyum melihat tingkah asgar kini mommy yakin sebenarnya asgar sudah menyukai gita
"Baiklah saya akan memgabarinya dua jam lagi, karena belum terlalu malam saya akan kerumah sakit demi wanitamu as" dokter menggoda asgar
"Dia hanya temanku dok" elak asgar
Dokter hanya menaikkan kedua alisnya menanggapi ucapan asgar, lalu dokter mengambil sampel darah gita untuk diperiksa dan dokter tersebut pamit undur diri untuk kerumah sakit
"Nanti saya kabari lewat telefon" ucap dokter pada asgar
"Baik dok saya tunggu" asgar dan yang lain mengantar dokter sampai didepan pintu
Setelah dokter keluarga shawqi pulang, asgar kembali kekamarnya
"Vin gue naik dulu thanks ya, mom dad asgar kekamar dulu" mommy dan yang lain mengangguk
Sepeninggalan asgar yang kembali kekamarnya, kini arvin juga pamit untuk pulang, ia akan kembali ke hotel untuk mengambil mobil asgar yang tertinggal, sementaranya ia menitipkannya mobilnya dirumah asgar
"Arvin pulang dulu mom dad, arvin mau ambil mobil asgar ditempat acara tadi tante"
"Oke ar hati hati ya makasi loh bantuan asgar"
Mommy tersenyum menepuk punggung arvin, begitu juga daddy
"Kamu hati hati ya ar" ucap daddy
Mommy dan daddy mengantar arvin dideoan pintu rumahnya, lalu arvin pergi kehotel dengan menggunakan taxi yang ia pesan lewat aplikasi
Mommy dan daddy kembali masuk, mereka akan melihat gita yang masih tertidur pulas
"As, itu baju gita g diganti?" mommy dan daddy masuk kekamar asgar
"Siapa yang mau gantiin mom? masak asgar"
"Ya g lah, anak gadis orang itu, ntar kamu apa apain lagi" jawab mommy sewot
"Biar mama yang gantiin, ntar mama minta bantu sama maid aja"
__ADS_1
Mommy keluar dari kamar asgar, ia akan memanggil maid dan mengambil piyama miliknya untuk ia pakaikan ditubuh gita
Tak lama kemudian mommy kembali dengan membawa piyama dan diikuti oleh dua orang maid dirumahnya
"Kalian keluar dulu donk, masak mau didalam" ucap mommy
Daddy tersenyum mendengar lalu ia keluar bersama asgar, mereka menunggj diluar dideoan pinth kamar asgar sementara mommy dan maid membantu gita untuk berganti baju
"As daddy mau nanya" ucap daddy
"Nanya apa dad?"
"Kenapa kamu membantu gita sedemikian rupa? setau daddy anak daddy sangat tidak mau ikut campur urusan orang" pertanyaan daddy membuat asgar terdiam, sebelum asgar menjawab petanyaan daddy, mommy sudah dulu memanggil mereka dan terlihat maid sudah keluar dari kamar asgar
"Dad, as sudah selesai, sini masuk"
"Mommy sudah selesai dad" asgar sengaja melarikan diri dari daddy, ia masuk dan duduk disofa menatap gita lama, ia terpikirkan pertanyaan daddy dan perlakuan diego hari ini, jika ia tidak membantu gita ntah apa yang akan terjadi pada gita
"As, kamu tidur dimana kalau gita tidur disitu?" mommy menyadarkan asgae dari renungannya, mommy berdiri menunjukkan tempat tidur yang ditiduri gita
"Asgar disofa aja mom"
"Hahahaa.....asgar? tidur disofa demi gita? waahh kabar gembira sekali buat daddy dan mommy" daddy menggoda asgar, asgar yang biasanya tidak terlalu perduli dengan orang lain kini berbeda, mommy dan daddy sangat berharap apa yang mereka pikirkan itu benar jika asgar sudah mulai menyukai gita
Asgar berdiri menghadap mommy dan daddynya, kali ini wajah asgar sangat serius, ia menoleh melihat gita, ia menatap gita lama lalu kembali melihat mommy dan daddy nya
"Kenapa sih as, liatnya gitu banget?" tanya mommy
Asgar kembali melihat daddy dan mommynya, asge berdehem menghilangkan kegugupannya
"Mom, dad, asgar ingin menikahi gita"
.
.
.
Jangan lupa vote like dan komen
__ADS_1
Dilike ya man teman dan koment juga biar author lebih semangat 🥰 terimakasih ...
🌟🌟🌟🌟🌟