
Sesampainya dirumah asgar bersikeras untuk tetap menggedong istrinya, seberapa keras gita menolak namun ia kalah dengan paksaan asgar
"Malu tau sayang sama mommy"
"No, mommy akan senang melihatnya"
"Ia senang tapi aku yang malu, kek uda sakit berat aja digendong segala"
"Uda diem" asgar menggendong istrinya menuju kamarnya, ditengah perjalanan menuju kekamarnya, asgar disapa mommy
"Gita kenapa as?" tanya mommy panik
"Tuhkan mommy panik, kamu sih" bisik gita, asgar berhenti dan berbalik
"Gita pusing mom, mual juga, dibawa kedokter g mau mom"
"Ya sudah bawa istirahat aja dulu, ntar kalau g berkurang kita kedokter ya sayang" ucap mommy khawatir
"Ntar juga baikan kok mom, gita istirahat dulu ya mom"
"Iya sayang nanti kalau apa apa panggilin maid aja ya" gita mengangguk mendengar ucapan mommy, ia senang dengan pergatian mommy, mertua serasa ibu kandung
Asgar kembali berjalan menuju kamar mereka
"Mommy kamu baik banget sih, perhatian banhet, aku serasa punya ibu kandung" ucap gita, ia mengalungkan kedua tangannya dileher asgar serta bersandar dibahu suaminya
"Mommy lebih sayang kamu dari pada aku deh keknya"
"Jelas donk, karena aku uda berhasil memikat anak laki laki satu satunya yang sakit jiwa" gita tersenyum penuh kemenangan
Asgar menatap gita yang tersenyum penuh kemenangan, tak lama kemudian asgar tertawa, mereka sudah memasuki kamar mereka, asgar membaringkan istrinya perlahan, lalu ia kembali menatap gita dan mengurung gita dengan kedua tangannya
"Jangan pernah tinggalin aku lagi, aku bisa 2x lebih gila dari yang kemaren" agar mengecup bibir istrinya dan pergi menuju ke lemari baju, ia mengganti bajunya dan juga mengambil baju ganti untuk gita
Asgar membantu istrinya untuk berganti baju, gita sudah menolaknya namun lagi lagi asgar bersikeras dengan keinginannya dan gita pun tidak dapat menolaknya
__ADS_1
Melihat tubuh istrinya polos, asgar menelan salivanya, ia memeluk tubuh istrinya yang polos
"Kamu selalu membuatku turn on sayang, hanya dengan berdiam diri seperti ini"gita tertawa mendengar ucapan suaminya
"Apa kamu pusing?" tanya asgar
"Iya sayang aku masih pusing sedikit"
"Ya udah deh g jadi, kamu istirahat aja ya, sebentar lagi aku panggilkan dokter ya"
"Bentar lagi juga baikan kok sayang, g usah dokter dokteran"
"No dengerin aku ok, aku g mau kamu kenapa napa"
"Tapi...mmppp" belum selesai istrinya berbicara, asgar membungkam mulut istrinya dengan ******* lembut dibibir istrinya, itu petanda ia tidak ingin dibantah
*****
Di restoran tempat vincen mengadakan pertemuan dengan klien yang tak lain tak bukan adalah mantan pacarnya, vincen sangat mencintainya wanita yang dihadapannya sehingga berpisah dengan claudya membuat vincen menjadi bad boy
Ya wanita itu bernama claudya veronica, mereka bertemu beberapa tahun lalu diuniversitas yang sama namun berbeda fakultas, mereka menjalin kasih saling mencintai dan saling mengisi, namun tiba tiba claudya menghilang tanoa kabar dan itu sempat membuat vincen frustasi dan itula patah hati terberat versi vincen
Vincen bersikap profesional, sama seperti sekretarisnya siska, ia juga menyambut kliennya dengan ramah, claudya dan ines sekretarisnya tersenyum, claudya juga cukup terkejut dengan apa yang ia lihat didepan matanya, pasalnya yang ia tahu ia akan bertemu dengan vanya bukan vincen, ia juga tidak mengetahui jika vincenlah pemimpin perusahaan interior tersebut
"Selamat datang nona claudya" sambut vincen, ia menatap claudya dingin tidak seperti tatapannya beberapa tahun yang lalu
Caludya hanya tersenyum canggung, begitu juga dengan ines, ines menatap vincen lama, ia jadi teringat sesuatu, namun ia mengacuhkannya
"Maaf, bukannya seharusnya saya bertemu dengan jona vanya? selaku pemimpin perusahaan?" tanya claudya lembut
Siska hendak menjawab dan menjelaskan kepada claudya namun dengan cepat vincen memotongnya
"Maaf nona claudya vanya adalah adik saya, dan anda salah, sayalah pemimpin perusahaan interior yang anda maksud"
"Ohya maaf apakah anda sudah menikah" tanya vincen diluar topik, ia bertanya dengan sangat dingin seakan itu bukan vincen yang friendly
__ADS_1
Claudya terbatuk menutupi rasa gugupnya
"Maaf bukankah kita disini untuk membicarakan pekerjaan bukan masalah pribadi" claudya melihat ines sesaat namun kembali menatap vincen sebentar, ia merasa sangat canggung dan terganggu dengan pandangan vincen yang tajam seakan menusuk relung hatinya
Ia tahu vincen masih menyimpan banyak pertanyaan dan mungkin dendam marah dan sebagainya, karena ya dulu memang claudia yang salah, pergi tanpa berkata apapun
"Oh maaf jika saya lancang, baiklah kita akan kembali ketopik utama, silahkan memesan makanan terlebih dahulu" vincen mengangkat tangannya memanggil pelayan restoran dan tal lama pelayan datang
Setelah memesan makanan, mereka lanjut membicarakan pekerjaan, mata vincen yang tajam tak luput dari claudya, dan itu membuat claudya gelisah dan salah tingkah, ia tidak terbiasa dengan tatapan vincen yang tajam dan dingin
Vincen menatap claudya dengan ribuan pertanyaan dikepalanya, ia masih melihat claudya masih seperti dulu tidak berubah, ia akan risih jika ditatap lelaki dengan tatapan tanpa kedipan, ia juga sedikit pemalu dan ia merupakan gadis yang sopan
"Kemana kamu sebenarnya clau?"
"Kamu tidak berubah clau, masih seperti claudya ku yang dulu"
"Puas aku mencarimu claudya"
"Aku masih butuh perjelasanmu"
.
.
.
Jangan lupa like vote dan koment
Ayo donk koment dan vote ya readers, jangan lupa juga hadiahnya biar aku makin semangat nih nulisnya
Oya ini tinggal beberapa bab lagi ya...
Yang penasaran sama cerita vincen boleh komen ya, bagusnya satu judul atau misah ni???
koment dibawah ya....
__ADS_1
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟😀