Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
12


__ADS_3

Arvin merasa tenang dengan gita yang hilang ntah kemana, padahal gita masih berada dibelakangnya, hanya saja arvin tidak melihat kebelakang, mommy sesekali masih melihat kebelakang, ia masih melihat gita dibelakanh, dan gita menunduk menyapa setiap kali mommy menoleh kearahnya


Lift terbuka keluarga shawqi masuk berada didalam lift, lift mereka bukan lift pribadi, mereka menggunakan lift untuk umum, melihat keluarga shawqi memenugi lift, gita harus menunggu lift yang lain, disana ada 2 lift dan diluar dugaan semuanya


"Ayo naik, ntar keburu telat lo, uda mau jam 7.30 kan?" mommy mengajak gita untuk naik lift yang sama


"G bu, g apa-apa, ibu duluan aja saya nunggu lift yang lain aja" gita menolak ajakan mommy


"G apa-apa ayo nak" mommy lagi mengajak gita


Gita tersenyum lembut


"G usah bu beneran, saya nunggu yang....."


Belum selesai gita bicata, asgar teelebih dulu memencet tombol lift untuk menutup dan naik kelantai 40


"Diiiih dasar pak tua, ibunya bidadari, anaknya devil?" gita menggerutu sendiri


Didalam lift


"Iih kamu as, kenapa ditutup" mommy yang memarahi asgar


"Jangan memaksa orang mom, lagipula dia karyawan baru" jawab asgar


"Apa kau mengenalnya arvin?" tanya mommy pada arvin


"Baru kenalan semalam mom" jawab arvin, arvin teman-teman asgar memang memanggil mommy dengan sebutan mommy karena nommy yang memintanya


"Wah kau terbaik arvin, baru kenalan sudah langsung akrab" timbal naya


"Gita juga friendly kak" jawab arvin


"Ooh jadi namanya gita? kerja dibagian apa? mommy heran saja dia orang pertama yang tidak memanggilmu pak dikantor"

__ADS_1


"Karena dia mengira arvin supir asgar mom" jawab arvin lagi


Seketika yang berada di lift tertawa


"Bisa-bisa pake jas dibiang supir" timpal ayubbi sambil masih sesekali tertawa


"Oya kerja dibagian mana dia?" sambung ayubbi


"Mmmm.... sek...se..sekretaris kak" ucap arvin takut dan ia langsung melihat kearah lain


Dan benar saja arvin langsung mendapat tatapan tajam dari asgar, dan keluarganya mengerti dengan ketakutan arvin, keluarganya asgar juga tahu jika asgar tidak mau lagi bekerja dengan wanita semenjak kepergian sarah, ia hanya menerima lelaki yang berada disekelilingnya, ia sangat menutup diri seolah menjaga cinta sarah


"Menurut daddy bagus, kasian arvin as bekerja sendiri, dia sekretaris dan juga asistent pribadimu" daddy yang hanya mendengarkan sedari tadi kini mulai bicara


"Ii..iya dad semalam asgar sudah menyetujui jika arvin mencarikan sekretaris untuknya dan juga untuk membantu arvin" arvin kembali berucap


Asgar menhembuskan nafasnya kasar dan lift pun terbuka mereka sudah tiba dilantai 40, mereka akan segera melaksanakn rapat pemegang saham, teerlihat sudah ramai yang menunggu mereka tetapi mereka belum dikatakan terlambat


Diperusahaan yang sama tetapi diruangan yang berbeda, gita menemui HRD ia akan melapor dan mendapatkan tempat atau ruangan perkerjaan barunya, diantara 4 yang mengikuti tes perusahaan menerima 2 kandidat tetapi kandidat selain gita akan bekerja mulai besok karena baru akan dihubungi hari ini


"Iya bu, saya sendiri" jawab gita


"Ini kontrak perjanjian kerja ibu dengan perusahaan, silahkan dibaca dan ditanda tangani, ibu akan bekerja sebagai sekretaris pimpinan perusahaan dan ibu akan membantu pak arvin, ibu bisa mulai bekerja hari ini"


"A..apa? se..sekretaris lagi?" tanya gita gugup, ia tidak hanya gugup tetapi ia sangat malas menjadi sekretaris


"Lagi? maksud ibu?" tanya karyawan HRD "Oh ya saya lupa, ibu juga pernah bekerja sebagai sekretaris bukan diperusahaan yang lama? maka dari itu ibu bilang lagi" sambung karyawan HRD


"Dari mana ibu tau?" tanya gita


"Bukannya ibu menuliskannya di CV sebagau pengalaman kerja?"


Gita menepuk keningnya ia lupa ia menuliskan satu-satunya pengalaman kerja yang ia punya yaitu sebagai sekretaris

__ADS_1


"Ooh iya ya bu saya lupa, jadi saya sebagai sekretaris lagi bu? tidak bisa ditempat lain?" tanya gita cengengesan kaku


"Iya ibu tidak bisa, ibu sudah berpengalaman selama 2 tahun sebagai sekretaris dan itu akan sangat membantu pak arvin dan pak asgar bu" jawab karyawan HRD


Gita menurunkan bahu lemas, ia menandatangani kontrak kerjanya, dan seketika matanya berbinar melihat besarnya gaji yang akan ia terima, ia langsung bersemangat dan tersenyum


"Jadi saya kemana ni abis ini?" tanya gita


"Sebentar ya bu" karyawan HRD memghubungi arvin dan menanyakannya


"Ibu bisa langsung kelantai 40 ya bu, keruangan pak arvin"


"Baik bu terimakasih, yang ini saya simpan ya bu" jawab gita menunjukkan kontrak kerjanya


Karyawan HRD mengangguk dan tersenyum lembut, gitapun keluar dari ruangan HRD dan menuju keruangan arvin


Tak selang berapa lama, ia telah sampai dilantai 40, mengingat ia akan menjadi sekretaris, gita melemaskan bahunya ia berjalan gontai menuju ruangan arvin


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya asgar dan yang lainnya menyelesaikan meeting mereka, mereka mngucapkan perpisahan dan berterima kasih kepada pemegang saham lainnya


Setelah berakhir keluarga shawqi akan kembali ke ruangan asgar, saat mereka akan keruangan asgar mereka melihat gita duduk menunggu didepan ruangan arvin, ruangan asgar dan ruangan arvin tidak terlalu jauh


Melihat seluruh keluarga shawqi menuju kearahnya, gita dengan sigap berdiri dan tersenyum menyambut keluarga shawqi


"Apa kamu sekretaris baru asgar?" daddy mengeluarkan suaranya dengan ramah


"Aku g mau dad, aku hanya berurusan dengan arvin" asgar tetap pada pendiriannya, tidak akan menerima sekretaris perempuan


"Ya pak, saya membantu pak arvin" jawab gita


Mommy terkekeh mendengar gita memanggil arvin dengan sebutan pak, rupanya ia tahu jika sekarang adalah jam kerja


"Selamat bekerja dan harus bersemangat serta harus tahan banting" daddy memberi nasehat, bukan apa-apa, ia tabu betul bagaimana sikap asgar yang ketus dan dingin, ia hanya menghangat jika bersama sarah, daddy berharap gita betah dalam bekerja

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2