
Asgar dan gita telah tiba diperusahaan asgar, asgar memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu masuk perusahaannya
"Gita...." gita menoleh
Gita yang turun dari mobil asgar menoleh kearah seseorang yang memanggilnya, asgar yang mendengarnya juga menoleh, ia masih berada didalam mobilnya dan ia membuka sedikit kaca jendela mobil
"Leo? kamu kemana aja sih? ngilang gitu aja?" mereka mengobrol didepan pintu lobby
"Uda itu sekarang g penting sayang, aku mau tanya sekarang, ada masalah apa kamu sama pak diego?" tanya leo, asgar masih mendengar semuanya
"Aku memukulnya, dia mengfitnahku didepan bossku dan koleganya, aku sudah nahan emosi kok tapi tetep aja g bisa" asgar tersenyum mendengar pengakuan gita
"Kamu ya benar-benar"
"Kamh nyalahin aku juga? aku tadi malm nungguin kamu diapartement kamu sampe jam 10, aku mau cerita semuanya tapi kamu g pulang-pulang, handphone kamu juga mati"
"Maaf sayang aku ketemu teman tadi malam, aku lupa ngecas hp aku"
"Sayang, kamu jadi sekretarisnya pak diego lagi aja ya? biar clear masalahnya, satu kantor lagi heboh dengan masalah ini" sambung leo, asgar yang mendengar ucapan leo menyatukan alisnya
"Gila ya kamu, kamu mau aku jadi wanita simpanan situa gila itu? masalah ini g akan selesai walaupun aku jadi sekretarisnya lagi, dia pasti ngancem aku terus dengan menggunakan surat itu"
"Ya trus gimana sayang??? aku g bisa bantu kamu, karir aku akan jatuh jika aku bantu kamu, ayolah jangan memperbesarkan masalah, lagi pula jika kamu jadi sekretarisnya lagi aku ada disana kok, aku bisa bantu kamu jika kita 1 kantor"
"Bedanya apa? kamu bantu aku sekarang dan kamu bantu aku nanti, karir kamu sama-sama akan jatuh, uda deh aku mau kerja dulu" gita akan meninggalkan leo, tetapi leo menahannya ia memegang tangan gita
"Git, please sayang...damai aja sama pak diego, jadi sekretarisnya lagi aja ya, kamu akan mendekap dipenjara gita, kamu g mikirin ayah kamu?" seketika mendengar nama ayahnya disebut ia melirik leo tajam, ia menghempaskan tangan leo dengan kasar dan berlalu pergi
Asgar keluar daei mobilnya, ia menatap leo dan begitu sebaliknya, ini pertemjan pertama dengan leo, asgar baru saja mengenal leo sedangkan leo sudah tau siapa asgar, ya siapa yang tidak mengenal asgar shawqi
Asgar berlalu melewati leo begitu saja, mereka tidak saling menyapa, asgar berjalan menuju kelantai 40, dijalan menuji keruangannya ia melihat gita yang sedang fokus bekerja, seperti tidak pernah terjadi apa-apa dengannya lalu asgar memasuki ruangan gita
"Jadi itu pacar kamu?" asgar duduk diatas meja yang tidak jauh dari meja gita, ia melipat kedua tangannya didada
Gita tersenyum terpaksa
"Maaf pak ada pak ya?" gita berusaha bersikap sopan, ia berusaha bersikap semanis mungkin
"Sudah baikan kamu sama pacar kamu?"
"Bapak mau balas saya?" gita memandang asgar begitu juga asgar
"Uda pak, saya mau kerja mau nyelesain dokumen-dokumen ini sebelum saya dipecat 6 hari lagi" sambung gita dan itu membuat asgar terdiam, ia lupa jika ia akan memecat gita
__ADS_1
"Buatkan saya kopi" ucao asgar yang akan berdiri dari dudukannya
"Saya yang buatin nih?, tadi pagi kenapa g?" gita tersenyum menggoda asgar
"G jadi" jawab asgar cuek, seketika gita tertawa
"Tapi jangan ngerjain saya lagi ya pak" gita memicingkan matanha menunjuk asgar
"Saya buatkan kopi terenak untuk bapak" gita tersenyum dan berlalu untuk membuat kopi
Asgar juga meninggalkan ruangan gita dengan senyuman, ia kembali keruangannya
Tak lama kemudian, asgar mendapatkan telefon dari mommy bersamaan dengan gita yang masuk mengantarkan kopi untuk asgar
"Yes mom" asgar melirik gita
"Sibuk sayang? lagi dimana?" ucao mommy
"G mom, asgar masih dikantor, kenapa?"
"Mommy akan mengunjungi kak ayubbi, anaknya sedang sakit dan dirawat dirumah sakit"
"Sakit apa mom?" asgar masih melihat gita yang berdiri menunggunya
"Belum tau sayang, kamu jaga diri oke, jangan telat makan"
"Oke sayang bye"
Asgar menutup panggilan dari mommy, ia kembali melirik gita
"Kenapa?" tanya asgar mengangkat alisnya
"Ini kopinya pak"
"Ya uda biarin aja"
"G dicoba dulu pak?"
"Kopi biasakan?"
"Iya pak"
"Ya uda....rasanya sama aja kan?"
__ADS_1
"Cobain dulu pak, ntar g enak kek kemaren".
Asgar menghela nafasnya pelan ia mencobanya
"Enak"
"Baikla permisi pak"
Gita keluar dari ruangan asgar, asgar tersenyum tipis, ntah kenapa ia senang jika kembali berdebat dengan gita
*****
Mommy dan daddy berencana bepergian kerumah ayubbi, ia ingin melihat cucunya yang sedang terbaring dirumah sakit, ia akan melakukan penerbangan sore ini, sebelum pergi mommy menghubungi vanya
"Ya tante"
"Hai sayang, lagi sibuk g?"
"G sih tante, vanya lagi dikantor aja ngobrol sama kakak"
"Begini van, tante dan om akan bepergian keluar kota sore ini, tante titio asgar ya van, tolong liat-liatin asgar, ingatkan dia untuk sarapan, makan siang dan makan malemnya"
Vanya terkekeh "hehehe...iya tante nanti vanya ingatkan asgar ya tan, tante sama om hati-hati"
"Ok sayang terimakasih ya"
Mommy tersenyum senang, melihat asgar yang tidak terganggu saat menemani vanya berbelanja, mommy semakin gencar mendekatkan vanya dan asgar
"Ada apa sayang? kenapa girang begitu?"
"Honey, mommy berusaha mendekatkan anak kita dengan vanya dad, sepertinya asgar tidak terganggu dengan kehadiran vanya"
"Yaa semoga saja sayang, ayo kita berangkat"
Mommy menemui maidnya, ia berpesan jika vanya akan mengontrol makan minum asgar, mommy merencanakan kedekatan anaknya dengan sangat apik dan dibantu oleh para maid dirumahnya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir
🌟🌟🌟🌟🌟