Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
81


__ADS_3

Selang beberapa menit gita menghabiskan minuman digelasnya, diego membawa gita untuk bertemu koleganya yang lain, ia sengaja menjauhkan gita dari asgar dan arvin karena sebentar lagi obat yang dimasukkan kedalam minuman gita akan bereaksi, jika asgar melihatnya maka rencana diego akan gagal


Asgar terus memperhatikan gita, ia melihat beberapa kali gita memegang kepalanya, mata asgar tidak pernah beralih dari gita, diego membawa gita sedikit menjauh, diego mulai mengelus punggung gita dan turun memegang pinggang gita, sementara gita terlihat berjalan lemah dan terus memegang kepalanya, diego berjalan kearah pintu keluar


Asgar tidak tinggal diam, ia tidak bisa menahan kekesalannya melihat perlakuan diego pada gita, ia mengikuti kemana diego membawa gita, arvin yang melihat asgar sedikit terburu juga mengikuti asgar


Asgar mengedarkan pandangannya ia mencari gita namun tak ia temukan ia kembali berlari mencari gita dan terlihat disebelah kanan tak jauh dari lobby diego duduk bersama gita, gita bersandar lemah dibahu diego dan diego dengan leluasa mengusap punggung gita yang terbuka, mereka menunggu alex yang akan membawakan mobil dari parkiran hotel


Asgar berjalan mendekati gita, ia melihat gita akan kehilangan kesadarannya ia begitu lemah tak berdaya, sementara arvin terus mencari asgar dan akhirnya menemukannya, arvin juga mendatangi asgar dan diego


"Ada apa dengan gita?!" tanya asgar dingin, dia mendekati gita dan berjongkok, diego yang melihat asgar merasa kesal, tetapi ia tidak bisa memarahi asgar karena ia masih membutuhkan asgar dalam bisnisnya


"Git....gita....gita bangun" asgar menepuk pipi gita pelan untuk membangunkan gita, tapi usaha asgar sia sia, asgar melihat arvin yang mendekatinya


"Vin ambil mobil, kita bawa kerumah sakit, cepat!" perintah asgar pada arvin, dan arvin memutar tubuhnya malas, ia sudah lelah berlari dan kini ia harus berlari lagi


"Ti..tidak usah pak asgar biar saya saja yang membawanya kerumah sakit, mungkin gita hanya kelelahan" diego masih berusaha membawa gita, ia menolak jika asgar yang membawa gita


"Maaf pak, saya yang akan membawa gita kerumah sakit" asgar masih bersikukuh memaksa diego melepaskan gita, diego dengan santainya masih mengelus bahu gita, tubuh gita melemah, ia sudah benar benar pingsan, obat sudah bekerja, asgar masih berusaha menahan emosinya melihat diego yang terus mengelus bahu gita yamg terbuka


"Tidak usah pak asgar, silahkan bapak lanjutkan pestanya, gita tadi datang bersama saya jadi saya bertanggung jawab atas dirinya" jawab diego


Tak lama kemudian arvin dan alex datang membawa mobil mereka masing masing, asgar membuang nafasnya kasar, ia memegang kepalanya ia kehabisan akal mendengar jawaban diego, asgar masih melihat diego mengelus bahu gita, hatinya semakin panas, ia tidak rela melihat gita dipegang orang lain


"Pak diego lepaskan tanganmu dari calon istriku!! minggir!! aku yang lebih bertanggung jawab atas calon istriku!!" asgar menekan setiap kata katanya


"Arvin mobilnya!!" asgar berteriak ia sudah kehilangan akalnya, ia sangat khawatir dengan gita

__ADS_1


Diego yang mendengar ucapan asgar termenung dan terdiam, sungguh ia tidak percaya, tetapi asgar yang ia kenal tidak pernah bercanda dengan ucapannya


Asgar menggendong gita, ia mengambil alih gita dari tangan diego, lalu ia membawa gita kemobil arvin sementara mobil asgar ia akan menjemputnya nanti, diego menahan kesalnya kali ini ia benar benar marah, kenapa dia bisa ketinggalan berita jika gita adalah wanita asgar, sementara ia sudah terlanjur berjanji dengan daniel bahwa gita akan menjadi miliknya


"****!!" diego mengumpat


"Kenapa kau tidak bilang padaku jika asgar akan menikahi gita!!!" diego memarahi alex, alex sudah turun dari mobilnya sejak ia melihat asgar menggendong gita


"Maaf pak saya tidak tahu dan saya tidak pernah mendengarnya"


"Dan kau dengarkan tadi asgar bilang apa? gita calon istrinya!!! sial!!" diego membuang nafasnya lalu ia menaiki mobilnya, melihat diego menaiki mobil alex mengikutinya, diego akan pergi kerumah bisnisnya untuk melepaskan kekesalannya pada wanita miliknya


*****


Dijalan asgar memangku gita, ia terus berusaha membangunkan gita, arvin yang melihat asgar seperti itu merasa senang dan yakin jika asgar memang mencintai gita, hanya saja asgar belum menyadarinya


"Kerumah gue aja" asgar mengeluarkan ponselnya dari sakunya, ia menghubungi dokter keluarganya untuk segera datang kerumah


Sesampainya dirumah, asgar kembali menggendong gita, ia membawa gita masuk kedalam rumah dan menuju kekamarnya


Karena belum terlalu malam, mommy dan daddy masih belum tidur, mereka sedang menonton tv diruang keluarga, mommy mendengar suara mobil dan ia mengira itu asgar, mommy bangun dari duduknya untuk melihat siapa yang datang dan benar saja dugaan mommy, itu benar benar anaknya dan anaknya sedang menggendong seorang gadis, mommy senang sekaligus khawatir


"Kenapa as? siapa yang kamu bawa? dia kenapa?" mommy mencecar asgar dengan banyak pertanyaan


Mendengar suara istrinya yang khawatir, daddy juga bangkit dari dudukannya untuk melihat apa yang terjadi


"Ntar aja ceritanya mom, gita pingsan asgar bawa kekamar dulu" mommy mengangguk, asgar terus berjalan, lalu ia berhenti didepan anak tangga rumahnya

__ADS_1


"Mom jika dokter keluarga kita datang tolong suruh kekamar asgar, thanks mom" sambung asgar


Saat mommy hendak kembali duduk, mommy melihat arvin masuk kerumahnya


"Vin" mommy memanggil arvin


"Yes mom?"


"Ceritain ke mommy dan daddy apa yang terjadi? gita apain asgar? mommy seneng deh liatnya tapi mommy juga khawatir" cecar mommy


"Tuh liat, bisa bisanya dia bawa gita kekamarnya, gimana mommy g seneng coba, selain sarah kan g ada yang boleh masuk kekamarnya, eh sekarang malah dia yang bawa gita" sambung mommy bersemangat


"Kalau mommy ngomong terus gimana arvin mau cerita" ucap daddy


"Hehehee..kesenengan dad, ayo vin cerita ada apa?" sambung mommy yang sudah tidak sabar mendengar cerita arvin


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2