Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
95


__ADS_3

"Kamu ciumin saya apa sayang yang cium kamu? tinggal pilih sih" ucap asgar santai


Gita mengedipkan matanya....ia bimbang, asgar menatap gita, gita jadi serba salah, asgar mendekatkan wajahnya kegita dan gita mencondongkan tubuhnya ke belakang


"Apaan sih mas, malu tau diliat orang sawah tu"


"Ya uda kalau gitu dirumah" asgar berdiri, ia mengulurkan tangannya dihadapan gita, gita melihatnya saja tanpa menyambut tangan asgar, melihat gita yang diam saja, asgar memberi gita kode dengan mata agar gita menyambut tangannya


Gita akhirnya menyambut tangan asgar, asgar menggenggam erat tangan gita, mereka berjalan menuju rumah gita yang tidak jauh dari tempat mereka duduk


Gita tersenyum senang asgar menggandeng tangannya, ia juga membalas gandengan tangan asgar, ia menggenggam erat tangan asgar


"Malam ini mau makan apa?" tanya gita


"Mmm apa aja, masakan kamu enak, saya suka"


"Minggu depan mommy akan kerumah ayah ngelamar kamu secara resmi dan kita g pake tunangan kita langsung nikah aja" asgar menoleh memandang gita


"Dekorasi pernikahan uda sesuai dengan permintaan kamu kan? apa masih ada yang kurang?" sambung asgar


"Saya rasa uda cukup" jawab gita, mereka berjalan sambil mengobrol ringan dan tak lama kemudian mereka telah sampai dirumah gita, ternyata aufar sudah menyiapkan sarapan untuk asgar dan gita


Asgar pamit kepada ayah untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan gita pun mengikuti asgar, ia juga membersihkan dirinya dikamarnya


Setelah semua selesai asgar kembali keluar untuk sarapan, gita sudsh terlihat disana dan ia menyajikan makanan untuk asgar, gita sangat telaten karena ia sudah terbiasa menyiapkan untuk ayah dan aufar dulu sebelum ia menjadi anak rantau


Disela asgar dan gita serta yang lain menyantap sarapan, ponsel asgar berbunyi dan itu ternyata dari aron, asgar menyelesaikan sarapannya dan ia pamit keluar untuk menjawab panggilan aron


"Ya ada apa bro?" ucap asgar


"Lo dimana bro?"


"Gue dirumah gita, ngelamar gita" asgar memang orang yang to the point ia tidak pandai berbasa basi

__ADS_1


"What??! jadi kabarnyang gue denger dari gabby kemaren benar?"


"Kemaren anak anak ngumphl dan gue absen ternyata mereka gibahin lo hahahaaaa..."


"Dasar kalian, eh ada apa nih telfon?"


"Soal diego as"


"Kalau soal diego gue uda g mau tau ron, tujuan gue kemaren untuk nyelamatin gita doank dan sekarang gita akan nikah ama gue, gue yakin diego g akan ganggu gita lagi" ucap asgar memotong pembicaraan aron


"Lagipula gita uda resign kemaren, lo uda gue bebasin ya, g usah ngurusin dia lagi buang bunag waktu lo" sambung asgar


"****** lo, gue langi semangat juga, ya uda deh kalau gitu, kenapa g dari dulu sih lo nikahin dia, bener bener buang waktu gue lo"


"Sorry man" asgae terkekeh. "Kemaren diego udah berbuat terlalu jauh man, gue takut gue marah...ntahla...gue g tau kenapa, gue g bisa aja liat gita sama orang lain"


"Lo tu cinta ma gita tapi otak lo aja masih terpaku ma sarah, ikuti hati lo man, jangan lo bawa bawa sarah dalam hidup lo yang baru kalau lo g mau rumah tangga lo ancur, gue cuma nasehatin, gue yakin lo itu uda cinta ma gita tapi lo g sadar aja" ucao aron berusaha meyakinkan asgar


Asgar hanya diam mencerna perkataan aron, ia teemenung diteras rumah gita


"Khianatin gimana? sarah uda mati as, dia g bisa ngerasain cinta lo lagi, mau sampai kapan lo gini dan mau sampai kapan lo nungguin sarah, kalau emang lo g bisa lepas dari sarah ngapain lo nikahin gita, kasian anak orang"


Asgar menghembuskan nafasnya pelan, ia kembali didalam kebimbangan, selama dirumah gita ia seakan lupa segalanya, yang ia lihat hanya gita, tetapi aron kembali mengingatkannya kepada sarah, ia seakan ingin pulang kerumahnya untuk melepaskan kegundahannya dengan bercerita bersama foto sarah


"Gue tutup dulu, makasi ya bro" asgar menutup panggilan ponselnya, ia masuk kerumah gita dan kembali duduk dimeja makan


"Yah saya hari ini harus pulang, kerjaan sudah menunggu" ucao asgsr dan itu mmlembuat gita menoleh terkejut, ada perasaan tidak rela asgar pulang secepat itu, pasalnya ia tidak mengikuti asgar pulang, ia akan mengikuti asgar jika hari pernikahannya sudah tiba


"Kenapa tiba tiba nak?" tanya ayah


"Ada kerjaan yang mendadak yah....saya bersiap dulu, permisi" asgar pergi kekamar aufar untuk membereskan pakaiannya, gita mengikuti asgae kedalam kamar aufar


"Kenapa tiba tiba?" tanya gita ia membantu asgar membereskan pakaian asgar dan memasukkannya dikoper, sementara asgar membereskan yang lainnya

__ADS_1


"Hanya soal kerjaan" jawab asgar singkat


"Beneran? g ada masalah lain? bukannya tadi itu panggilan dari aron bukan arvin?" ucap gita, asgar menghentikan aktifitasnya, ia menoleh gita


"Sama saja, aron ataupun arvin menghubungi saya karena soal kerjaan"


"Tapi kan aron cuma nangani kasus diego, apa diego membuag masalah lagi?" tanya gita yang tidak puas dengan jawaban asgar


Asgar menghembuskan nafasnya pelan


"Gita please, bisakah kali ini kita tidak berdebat?"


"Saya hanya ingin tahu, saya calon istri kamu, wajar donk, atau pernikahan kita bagi bapak hanya status?"


"Gita please" asgar masih membereskan beberapa barang bawaannnya


"Saya sedang tidak ingin berdebat gita, saya hanya akan pulang"


"Iya tapi ada apa? kenapa mendadak? dan kamu berbeda, ada masalah apa? saya hanya ingin tahu"


Asgar duduk disebelah gita, ia menggenggam tangan gita erat dengan kedua tangannya


"Saya......saya hanya teringat sarah, selama saya disini saya seperti melupakannya, dan saya merasa bersalah" asgar menunduk, sementara gita spontan melepaskan tangannya dari genggaman asgar, ia langsung keluar dari kamar asgar


.


.


.


Jangan lupa like vote dan koment


Terimakasih 🥰🙏

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2