
Bukan berhenti menangis, justru tangisan gita tambah kenceng dan asgar merasa bersalah
"Eh sayang, kenapa tambah kenceng nangisnya? Aku salah apa? Aku salah ngomong ya? Maaf ya yg maafkan aku" asgar terus memeluk istrinya dan membujuknya
"A..ku nangis ka..karena terharuuu....a..aku sayang kamuu...hiks hiks" mendengar jawaban istrinya asgar tersenyum ia semakin memeluk erat istrinya serta mengusap kepala gita
"Adu aduu istriku sensitif banget sekarang, jadi gemes" asgar melepaskan pelukannya, ia menghadap wajah istrinya dan menghapus air mata istrinya
"Aku senang kamu terharu, tapi aku g mau lagi air mata ini basah karena kecemburuan atau hal buruk oke, aku maunya air mata ini keluar karena kebahagiaan" asgar mencium kedua mata istrinya lalu kening, kedua pipi dan terakhir ia mendaratkan ciumannya di bibir istrinya
Gita membalas ciuman asgar, mereka menyalurkan kasih sayang sayang mereka, namun ciuman itu terus berlanjut hingga memanas, dan terjadilah hal yang paling diinginkan, mereka melewati malam panas mereka dengan penuh rasa cinta
*****
Pagi menjelang asgar bersiap untuk pergi kekantor, dan gita membantu suaminya bersiap
"Jangan macem macem ya ntar dikantor, awal lo ya"
"Diih masih aja cemburu ya, aku g tertarik sayang, aku n*psunya cuma sama kamu" jawab asgar mengedipkan matanya
"Dasar mesum"
"Secepatnya aku akan cari tau siapa yang mengirimkan sarah palsu itu, kenapa dia bisa tiba tiba muncul"
"Oke sayang yang terpenting jaga keselamatan kamu, aku takut kamu kenapa kenapa"
"Iya cantikku" asgar memainkan hidung gita gemas
"Ayo turun yang lain sudah menunggu dibawah" gita tersenyum dan menggandeng tangan suaminya
Dimeja makan keluarga yang lainnya sudah memulai makan mereka, ada mommy daddy ayah aufar dan juga kakak kakak asgar serta abang iparnya
Mereka mengobrol dengan sangat akrab suasa dimeja makan sangat hangat, mereka mengobrol dan sekekali tertawa, hari ini ayah aufar serta kakak kakak asgar dan iparnya akan segera kembali kekotanya masing masing
Setelah sarapan semuanya akan berpisah, ayah dan aufar akan diantar oleh supir daddy kembali kekediamannya, ayah melarang asgar dan gita untuk mengantarnya dikarena kan ayah tidak ingin anaknya kelelahan karen sedang hamil tua
Dan kakak serta suaminya akan kembali ke kota mereka karena ada banyak pekerjaan yang tidak bisa mereka tinggalkan telalu lama, mereka pun berpisah dan saling melepaskan kerinduan dengan pelukan
Setelah semuanya berpisah kini giliran asgar yang akan pergi kekantornya, gita tidak diizinkan ikut oleh asgar karena ia tahu istrinya pasti kelelahan setelah acara tadi malam
*****
Dikantor arvin menunggu diarea parkiran samping kantor, ia akan memantau sarah, ia akan melihat sarah datang kekantor dengan menggunakan apa dan bersama siapa
__ADS_1
Tak lama kemudian sarah terlihat keluar dari mobil SUV berwarna hitam dengan menunduk dan arvin memperhatikan itu, ia melihat dan mencatat plat mobil yang mengantar sarah, lalu ia kirimkan kepada aron
Setelah mobil SUV itu pergi barula arvin keluar darj mobilnya dan mengejar sarah, ia akan berbincang bincang dengan sarah guna untuk mencari tau siapa sarah tersebut
"Hai sar" arvin menyapa sarah
"Ooh ha..hai pa...pak arvin" jawab sarah, ia terus saja menundukkan wajahnya tanpa mau melihat arvin
"Kamu kenapa? Kenapa menunduk begitu? Oya panggil arvin saja, g usah sungkan begitu" tanya arvin yang heran, sepertinya sarah menyembunyikan sesuatu darinya, arvin mencoba mendekatkan diri pada sarah
"Ti..tidak ada apa apa pak, saya hanya sakit gigi" sarah masih menunduk
"Oo benarkah? Lalu kenapa tidak izin saja?"
"Tidak apa apa pak, sakitnya tidak seberapa, saya sudah minum obat juga"
"Lalu kenapa terus menunduk?" arvin masih terheran apa yang disembunyikan sarah darinya apa wajahnya sudah berubah pikir arvin
Arvin berpikir keras bagaimana caranya ia melihat wajah sarah, kenapa ia terus menunduk dan apa wajahnya sudah tidak seperti sarah
"Boleh saya melihat gigimu yang sakit? Gigimu yang sebelah mana yang sakit?" arvin mencari alasan untuk bisa melihat wajah sarah namun terdengar konyol
"Tidak usah pak, saya tidak apa apa"
Mendengar ucapan arvin yang memperbolehkan ia untuk beristirahat dirumah, sarah mulai berpikir apa ia hatus menunjukkan wajahnga agar ia bisa istrirahat dirumah?
Sarah pun menyetujui permintaan arvin, perlahan ia memperlihatkan wajahnya kepada arvin, dan arvin sangat terkejut melihat wajah sarah saat ini
"Kenapa dengan wajah mu? Apa itu benar benar sakit gigi?" arvin semakin bingung setelah melihat wajah sarah
"I..iya pak, saya sakit gigi, jika sakit gigi akan seperti ini" sarah menjawab terbata lalu kembali menundukkan wajahnya
"Ya sudah kamu akan aku antar pulang saja, atau kita akan kedokter saja?"
"Ti..tidak usah pak, saya bi..bisa pergi sendiri pak" sarah menjawab terbata
Mereka asik mengobrol sehingga melewati beberapa lift yang seharusnya sudah mengantarkan mereka keruangan masing masing
Ditengah obrolan sarah dan arvin, terlihat asgar berjalan menuju kearah arvin
"Sedang apa kalian?" tanya asgar
"Pagi pak arvin" jawab arvin dan sarah hampir serempak
__ADS_1
"Tidak ini wajah sarah terlihat berbeda, aku kasian dan ingin mengajaknya kerumah sakit tapi dia tidak mau" jawab arvin
"Bisa kau perlihatkan wajahmu padaku?" pinta asgar
Tanpa berbicara sepatah katapun sarah mengangkat wajahnya dan menunjukkannya pada asgar, dan asgar juga tidak kalah terkejut dengan arvin
"Semalam bukannya wajahmu baik baik saja? Kenapa sekarang jadi seperti ini?" tanya asgar
"Sa..saya sakit gi..gigi pak" sarah semakin gugup berhadapan dengan asgar dan arvin
Asgar dan arvin saling pandang
"Baikla kalian berdua keruangan saya sekarang" asgar berllau meningglkan arvin dan sarah ia menuju lift untuk keruangannya, tak lama kemudian diikuti oleh arvin dan sarah
Sesampainya diruangan asgar, arvin meminta sarah untuk duduk, arvin segera mengunci pintu runagan asgar dan itu membuat sarah sangat ketakutan
"Ke..kenapa dikunci, ka..kalian ma..mau apa?" sarag bertanya gusar ia takut jika kejadian tadi malam yang dilakukan diego akan terulang lagi pagi ini
"To..tolong lepaskan sa..saya, sa..saya hanya ingin be..bas" sarah semakin meracau ia semakin lupa dengan tujuan karena ketakutannya
Asgar dan arvin kembali saling berpandangan
"Ingin lepas dari apa?" tanya asgar dingin dengan nada yang sangat mengintimidasi sehingg membuat sarah sangat gelisah
"Sa..saya ingin be..bas, sa..saya i..ingin pulang"
"Bukankah rumah disini?" asgar kembali bertanya, arvin hanya memperhatikan
"Sa..saya hanya i..ingin pu..pulang kampung pak, sa..saya tidak ma..mau di..disini lagi, to..tolong saya" sarah semakin meracau
.
.
.
.
Lanjut next part
Jangn lupa follow like koment dn vote
Semoga menghibur dan semoga suka 🥰😘
__ADS_1