
Pagi hari menjelang, ayah membangunkan anak sulungnya untuk melakukan ibadah sholat subuh, ayah juga membangunkan aufar dan keduanya sudah bangun dan segar, mereka duduk didepan tv bersama ayahnya
Sementara asgar belum bangun dari tidurnya, ia masih berada dikamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul lima lewat empat puluh menit, hari sudah mulai terang
"Git bangunin calon suamimu sana, uda mau terang ini" ucap ayah
"Baik ayah" gita berjalan menuju kamar asgar, ia ingin mengetuk pintu kamar asgar, belum sempat gita mengetuk asgar sudah membuka pintu kamarnya
"Kenapa?" tanya asgar
"Ya mau bangunin kamu, uda sholat belum?"
"Uda" asgar berlalu keluar ia sudah siap dengan pakaian jogingnya, ia meninggalkan gita begitu saja, gita mengerucutkan bibirnya ditinggal asgar
"Morning yah" ucap asgar saat bertemu ayah
"Sudah bangun nak asgar, ayah kirain belum bangun makanya minta gita bangunin kamu"
"Uda yah" jawab asgar singkat, ia duduk memakai sepatu jogingnya, setelah selesai ia asgar melirik gita
"Ikut g?" tanya asgar
"Aku ikut donk bang, uda lama g joging" bukan gita melainkan aufar yang menjawab pertanyaan asgar, asgar kembali melihat gita ia mengangkat kedua alisnya, gita melemaskan bahunya pergi kekamarnya untuk berganti baju sebenarnya ia malas, ia sangat jarang berolahraga
Setelah aufar dan gita berganti pakaian dengan pakaian olahraganya mereka berpamitan dengan ayah dan mulai berlari pelan
"Abang biasa olahraga ya bang?" tanya aufar, asgar mengangguk, sementara gita berada dibelakang mereka gita terlihat tidak bersemangat
"Punya tubuh seperti abang gimana sih bang? bagus banget"
"Rajin olahraga aja tiap hari, gym renang lari" jawab asgar
Asgar melihat kearah belakang dan rupanya dari kejauhan gita sedang mengobrol bersama teman prianya, mereka terlihat tertawa serta gita dengan tidak segan memegang megang pria tersebut, asgar menghentikan lariannya ia berjalan menuju gita, aufar hanya tersenyum melihatnya ia tidak sabar menunggu apa yang akan terjadi
Gita dan teman prianya
"Iya nek, lu lagi sibuk apa sekarang?" tanya gita
__ADS_1
"G ada nek, gue sibuk merias orang aja sekarang, lu kapan? sini gue rias, uh cakep banget wajah lu" ucap temen gita sambil memegang wajah gita, asgar mempercepat jalannya menuju gita melihat wajah gita yang dipegang pegang
"Tu calon laki gue, dia ngiranya lu laki, cemburu tuh dia" ucap gita pelan
"Cakep banget neeekkk, ya Allah dapet dari mana lu nek, bagi gua satu napa"
"Ambil aja lu kalau mau" ucap gita iseng
Sesampainya asgar ditempat gita, teman gita yang biasanya dipanggil saci tersenyum kearah asgar
"Haaii maaassss, kenalin saya saci" saci mengulurkan tangannya, asgar melihat gita yang tersenyum meledek, gita memberi kode pada asgar lewat matanya untuk menyambut uluran tangan saci
Mau tidak mau asgar menyalami saci, sementara aufar tidak mau berada terlalu dekat dengan saci, karena ia tahu saci sangat agresif ap lagi melihat pria tampan
Lama saci menjabat tangan asgar, asgar tidak bisa melepaskannya karna pegangan saci cukup kuat, gita tersenyum membiarkannya
"Mau kemana mas? sarapan dulu yuk ama saci" ucap saci mentel, ia beralih kesamping asgar, asgar merasa risih ia seolah meminta bantuan kepada gita, tetapi gita malah mengerjai calon suaminya, ia berpura pura tidak melihat
"Git tuk gua aja ya git, cakep banget nek, uuhh bodynyaa" saci merapa dada asgar, asgar melepaskan tangan saci dari tubuhnya
"Ya Allah nek suaranya laki bangeet, aku langsung jatuh cinta" saci memeluk lengan asgar erat, asgar sangat risih, tetapi manusia agresif satu ini tidak tinggal diam tangannya kemana mana mer*ba tubuh asgar
"Lepasin g!!" ucap asgar sedikit teriak, asgar melihat gita yang hanya mengangkat kedua bahunya terkekeh
"Bang kalau uda didekep susah lepasinnya hahaaaa...." ucap aufar dengan sedikit berteriak, asgar menoleh kearah aufar, saci tidak menyia nyiakan kesempatan itu, saci mendekatkan wajahnya kewajah asgar saat asgae menoleh kembali kearah saci
Cup.....
Saci berhasil menci*m pipi asgar, dan tentu saja gita dan aufar sontak tertawa terbahak, saci berlonjak senang, sementara asgar syok terdiam, ia menghapus bekas cium*n saci dipipinya
"Wangi banget ya Allah, sekali lagi boelh ya mas, disebelahnya biar imbang gituuu" ucap saci kembaki meraba tubuh asgar
Asgar mendorong saci sedikit kuat, dan saci terjengkang terduduk diaspal
"Auuuhh" saci merintih
"Mas kok gitu sih sama saci kasar banget deh, tadi kan uda saci cium iiihh" ucao saci dengan gaya mentelnya, ia berusaha bangun dari duduknya, tetapi sebelum saci bangun asgar terlebih dulu menarik tangan gita dan membawanya pergi, gita masih saja terbahak
__ADS_1
"Gimana bang dicium bencong? hahahaaa...." ledek aufar
Asgar tidak menjawab ledekan aufar, ia hanya bergidik ngeri, asgar menatap gita yang masih tertawa, melihat asgar menatapnya tajam gita menghentikan tawanya
"Maaaass tungguin sacii donk" saci berteriak dari kejauhan
Mendengar saci berteriak asgar gita dan aufar berlari laju menghindari saci, sdan sampaila mereka dipondok tua yang terdapat ditepian jalan menghadap kesawah, sungguh pemandangan yang indah mereka berhenti dan duduk disana, aufar yang kecapean memilih untuk pulang terlebih dahulu karena rumah mereka sudah tidak terlalu jauh dari tempat mereka berhenti
Kini tinggallah asgar dan gita yang menikmati pemandangan indah disawah, yang tak pernah asgar lihat bila di kota
"Kenapa g bantuin saya tadi? malah tertawa" asgar masih saja geli, ia terus menghapus bekas bibir saci
"Hahaaa abisnya mas cemburu buta sih, g liat dulu siapa yang dicemburuin" ucap gita, ia sudah mulai terbiasa dengan panggilan 'mas' nya
"Ya mana saya tau, dari jauh terlihat seperti laki laki dan dia seenaknya memegang wajah kamu" asgar melihat gita
"Karena kamu sudah membiarkan saya dicium banci jadi kamu harus menghapus jejaknya"
"Maksudnya?" tanya gita mengerutkan dahinya
"Ya kamu ciumin saya disini" asgar menunjukkan pipinya, dimana saci menciumnya tadi
"Kamu ciumin saya apa sayang yang cium kamu? tinggal pilih sih" ucap asgar santai
Gita mengedipkan matanya....ia bimbang
.
.
.
Jangan lupa like vote dan koment
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1