Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
136


__ADS_3

Sebulan berlalu tidak terasa pernikahan asgar dan gita sudah memasuki dua bulan, asgar benar benar sudah mencintai gita istrinya, ia sangat menyayangi gita dan ia benar benar menjaganya, ya begitula asgar shawqi jika hatinya sudah terpaut ia akan setia hanya pada satu wanita


Pagi ini asgar akan mengantarkan istrinya kekantor, ya gita masih bekerja walaupun asgar sudah melarangnya, ia kekeh akan bekerja dengan alasan ia akan menafkahi ayah dan adiknya, padahal asgar sudah mengatakan jika ia yang akan menafkahi ayah dan adiknya, karena keluarga gita juga menjadi keluarganya, namun dengan kekerasan kepala gita asgar tidak bisa menolaknya untuk tetap bekerja


"Sayang nanti kita makan siang ya, aku jemput" ucap asgar pada istrinya, mereka sudah berada dimobil menuju kantor gita


"Mau makan jam berapa? g capek kamu bolak balik? kita makan malem bareng aj la sayang, kasian loh kamunya" ucap gita mengusap pipi suaminya


Asgar memegang tangan gita yang membelai pipinya lalu asgar mengecup tangan istrinya


"No, aku maunya makan sama kamu tiga kali sehari" balas asgar, dan gita tersenyum bahagia mendengar ucapan suaminya


"Dasar bucin" ledek gita istrinya


"Biarin bucin sama istri sendiri, atau kamu mau aku bucin sama yang lain?" goda asgar


"Coba aja, dua duanya gue karate ntar!" gita tersulut emosi, sementara suaminya tertawa lepas


"Hahahaaa ngeri banget ya punya istri jago bela diri" gita memanyunkan bibirkan mendengar ledekan suaminya dan suaminya kembali mencium tangan istrinya


Tak lama kemudian mereka telah sampai di kantor vincen, sebelum gita turun dari mobil, asgar mengeluarkan ponselnya ia hendak menghubungi seseorang


"Tunggu sebentar sayang" ucap asgar


"Mau nelfon siapa?" tanya gita dan asgar tidak menjawab pertanyaan istrinya, ia hanya menanggapinya dengan mengedupkan sebelah matanya dan itu sukses membuat gita tersenyum tersipu karena ia melihat suaminya sangat tampan jika seperti itu


"Hmm halo vin, jagain bini gue, jangan macem macem, jangan nyuruh nyuruh bini gue dan jangan bikin dia capek, awas lo" ucap asgar yang ternyata menghubungi vincen, gita menepuk lengan asgar pelan, pasalnya dalam minggi ini sudah tiga kali ia mengingatkan vincen dengan perkataan yang sama

__ADS_1


"Iya iya ngerti, lagian lo kalau g mau bini lo capek ngapain disuruh kerja, yang gaji bini lo, lo apa gue sih?" vincen menjawab dengan kesal


"Ya dia g mau, dia maunya kerja ma lo"


"Waah jangan jangan" vincen ssengaja menggoda asgar


"Jangan jangan apa? jangan macem macem lo ya, gue bakar perusahaan lo" asgar memotong ucapan vincen


"Hahahahaa masih aja cemburu ma gue, bentar lagi gue mau nikah, aman bini lo"


"Bagus deh, lepas dari tatapan buaya kek lo, udah gue cabut, inget jagain bini gue" ucap asgar dan ia menutup panggilannya


"Apaan sih sayang, kek aku anak anak aja tau g pakrle dititipij segala, nitip tu ma orang bener bukan ma orang kek vincrn, salah titip itu namanya" omel gita


"Loh emangnya dia kenapa sayang? dia macem macem ya? dia godain kamu?" asgar mencecar gita dengan pertanyaan


"Ganjen aku cuma sama kamu kok sayang, hati hati ya, i love u" asgar mengecup bibir istrinya namun ia keterusan dan gita mendorong asgar perlahan


"Ini dikantor sayang" ucap gita melihat situasi diluar mobil


"Nanti siang aku jemput ya, kita makan siang"


"Perut aku dari pagi g enakan sayang, laper tapi g selera makan, gimana donk"


"Kenaoa? apa kita ke dokter aja?"


"G usah deh, ntar juga baikan mungkin masuk angin aja kali, udah ah kelamaan ngobrol dimobil ntar aku tekat, aku masuk dulu ya, da sayang, hati hati lo jangan ngebut" gita keluar dari mobil suaminya, dan suaminya mengangguk tersenyum

__ADS_1


Asgar meninggalkan gita ditempat kerjanya, ia membiarkan istrinya bekerja dengan tenang, iapun kembali melajukan mobilnya menuju kantornya


*****


Gita kembali berkutat dengan kertas kertas yang ada dimejanya, melihat betapa banyaknya pekerjaan yang harus ia kerjakan tiba tiba perutnya semakin bergejolak, seperti diaduk dengan kuat dan ia ingin sekali memuntahkannya


Gita berlari menuju ketoilet, ia mencoba untuk memuntahkan apa yang ada diperutnya namun tidak bisa, ia tidak mengeluarkan apa apa


"Kenapa dengan perutku, kenapa mual banget" gita keluar dari toilet, ia meminta untuk dibuatkan teh pada karyawan bagian pantry, tak lama teh hangat pun datang, ia meminumnya


Namun mual yang ada diperutnya masih saja ada, hampir setengah gelas ia meminum teh hangat, berharap agar rasa mual dan angin diperutnya segera keluar


Ia kembali lagi ke toilet dan i gin memuntahkannya, kali ini ia berhasil muntah, yang keluar hanyala teh hangat yang ia minum tadi, perutnya agak enakan dan ia kembali mencoba untuk mengerjakan pekerjaannya yaitu berkutat dengan kertas kertas


Belum lama ia mencoba kembali bekerja namun rasa mual kembali menyerangnya, kali ini komplit dengan rasa sakit dikepalanya, ia kembali ke toilet dan kebetulan berpapasan dengan vincen yang keluar dari ruangan, vincen memperhatikan gelagat gita yang tak biasa, ia terlihat sedikit pucat


.


.


.


Jangan lupa like koment dan vote


Bantu vote dan kasi hadiah hadiah manjanya ya mom, agar aku lebih semangat lagi nih nulis dan mikirnya hehehee


Makasii readers 🥰🙏

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2