
Keesokan hari pada pukul sebelas lewat dua puluh menit, gita sedang sibuk dengan urusan dapur, ia akan memasak untuk dirinya dan asgar, ia merasa senang asgar menyukai masakannya, sebenarnya ia bisa saja menolak permintaan asgar karena asgar tidak lagi menjadi bossnya, tetapi karena gita sudah mulai menyukai asgar, gita pun menuruti permintaan asgar untuk makan siang dirumahnya beberapa hari ini sebelum ia mulai bekerja diperusahaan diego
Gita memasak makanan yang tidak biasa, ia melihat resep resep baru diaplikasi ponselnya, ia ingin memasak masakan istimewa untuk asgar
*****
Asgar sedang fokus bekerja diruangannya, hari ini ia tidak begitu sibuk, ia baru saja kembali dari pertemuan dengan kliennya bersama arvin
Tok...
Tok...
Tok...
Arvin mengetuk pintu asgar dan masuk keruangan asgar
"Makan siang g?" tanya arvin
Asgar melihat arvin, ia seperti sedang berpikir, asgar ingat betul jika ia akan makan siang dirumah gita beberapa hari ini
"Woi makan siang g?" arvin kembali bertanya melihat asgar yang hanya memandangnya tetapi tidak menjawab pertanyaannya
"Bungkusin aja gue satu, gue makan disini aja" pinta asgar
"Tumben, sibuk banget ya? kan uda clear semuanya" asgar hanya mengangkat kedua alisnya
"Ya uda ntar gue bungkusin deh" arvin pergi untuk membeli makan siangnya dan arvin
Asgar melihat jam ditangannya waktu sudah menunjukkan pukul dua belas lewat lima belas menit, ia melihat lemari pastel sarah dan juga foto sarah yang sudah dibingkainya ulang
"Aku g akan khianatin kamu sayang" asgar tersenyum membelai foto sarah lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya
*****
Lama gita memasak sehingga waktu sudah menunjukkan pukul dua belas lewat empat puluh menit, gita sudah menyelesaikan masakannya dan membersihkan dirinya, gita menunggu asgar untuk makan siang, sembari menunggu asgar gita berbaring disofa dan menyalakan tvnya tak lama kemudian gitapun tertidur
__ADS_1
Gita terbangun tersentak, ia melihau jam didindingnya sudah pukul dua dan ternyata ia tertidur cukup lama, ia bangun melihat lauk diatas mejanya, sama sekali belum tersentuh, lalu ia pergi membuka pintu rumahnya dan itu tidak teekunci
"Apa pak asgar g dateng ya? pintu kan g gue kunci, kalau dia dateng dia pasti nyelonong masuk dan bangunin gue, hmmm apa gue telfon aja ya?" gita berbicara sendiri
Gita mencoba menghubungi asgar beberapa kali, tetapi panggilan gita tidak dijawab asgar sama sekali, lalu gita mencoba menghubungi arvin karena ia khawatir, tidak biasanya asgar seperti ini
"Hallo vin, lo dimana?"
"Gue dikantor tak, ada apa? tumben lo nelfon gue "
"Uda makan belom?" tanya gita
"Uda tadi sama asgar, kita makan dikantor"
"Tumben makan dikantor biasanya juga diresto" gita mencoba untuk bersikap biasa saja walaupun ia ingin bertanya lebih tetapi ia menahannya
"Tau tu mantan boss lu, tiba tiba aja minta bungkusin makanan padahal kerjaan g banyak banyak amat"
"Ooh ya uda deh, sombong banget lu yak g ada nanyain kabar gue" gita mengalihkan pembicaraannya
"Oke deh kabari aja, gue senin uda mulai kerja ma bandot tua"
"Hahaha...hati hati lo ma bandot tua, hajar aja kalau dia macem macem"
"Hahaha..pasti lah, ya uda lo sambung kerja lagi deh, bye" gita menutup panggilannya
Gita membuang nafasnya kasar
"Ngerjain gue lo ya asgar shawqi, gue uda capek capek masak lo g makan, tiba g gue undang lo seenaknha dateng, mau lo apa sih asgar!!!" gita bermonolog sendiri melepaskan kekesalannya
Gita mengambil sepiring nasi untuk dirinya sendiri, ia memakan makanannya lahab, ternyata resep bari yang ia lihat diaplikasi sangat lezat, ia masak lumayan banyak sehingga masih banyak yang tersisa
"Ya uda deh g kuat gue, kenyang banget, untuk malem aja sekalian, awas lo ya as buang buang uang gue, liat aja lo g akan pernah gue masakin lo lagi"
Gita menyelesaikan makanannya, ia bersungut sambil membereskan sisa makananya dimeja
__ADS_1
Sementara asgar ia sedang fokus pada pekerjaannya, ia tau dan dengar jika gita menghubunginya melalui ponselnya tetapi ia dengan sengaja tidak menjawab panggilan dari gita, ia merasa ia harus menjauhi gita, ia tidak akan pernah mengkhianati sarah, cintanya hanya untuk sarah
Tidak terasa waktu cepat berlalu, sore ini asgar pulang lebih cepat dari biasanya, sehingga membuat mommy bertanya
"Tumben cepet pulangnya sayang?"
"Kerjaan uda beres mom" asgar duduk disofa yang sama dengan mommy
"Memangnya abis dari mana? rumah gita lagi ya?"
"No mom, asgar abis dari kantor" asgar terlihat lesu dan lemas, ia seperti sedang banyak beban pikiran
"Kenapa sayang? keknya lagi ada masalah berat banget? cerita donk?"
"Mmm" asgar mengangkat kedua alisnya. "G kok mom asgar cuma lelah aja, daddy mana mom?"
"Daddy ada diatas lagi baca berita kali diponselnya, mandi gih, sebentar lagi kita makan malam oke"
Asgar mengangguk mengiyakan perintah sang mommy, asgar beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya
Dikamarnya ia langsing menuju lemarinya dimana ia menyimpan banyak foto dan kenangannya bersama sarah, ia dilanda kegalauan, disatu sisi ia berpikie masih mencintai sarah, tetapi disisi hatinya yang lain ia juga memikirkan gita, ia berpikir gita pasti sudah memasak banyak untuknya dan gita juga menghubunginya beberapa kali, tetapi asgar masih terpaku pada sarah, ia takut jika semakin ia dekat dengan gita maka sarah akan terluka
Asgar membuang nafasnya pelan, ia terus mengusap foto sarah, ia tersenyum
"Aku hanya mencintaimu bukan?" asgar berucap menatap foto sarah, lama asgar menatap foto sarah sebelum ia benar benar membersihkan tubuhnya dan ikut makan malam bersama mommy dan daddy
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Terimakasih 🥰🙏
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟