Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
61


__ADS_3

Pagi ini diego telah berada diruangannya, ia memanggil leo keruangannya, selain ingin tau tentang pekerjaan diego juga akan mengingatkan leo bahwa ia tidak boleh mengganggu gita, walau diego sudah tau bahwa leo sudah tidak berhubungan denga gita tetapi diego perlu memperingatkan leo bahwa gita hanya miliknya


Ntah sejak kapan diego terobsesi ingin memiliki gita, bukan memiliki tetapi lebih ke mencicipi lalu gita akan dilemparkannya kerumah bisnisnya dan pundi pundi mengalir deras kekantongnya, begitula yang ada dipikiran diego sekarang


Beberapa saat kemudian leo memasuki ruangan diego


"Anda memanggil saya pak?"


"Ya..ya silahkan duduk"


Diego memulai pembicaraannya dengan berbincang mengenai pekerjaan dan perusahaannya lalu diego mulai berbicara keinti tujuan ia memanggil leo


"Apa kau tau gita akan menjadi sekretarisku lagi?"


Leo sedikit terkejut, ia menatap diego


"Tidak pak, saya sudah coba dulu membujuknya tetapi ia tidak mau, dan sekarang apa kah dia sudah menyerah?"


"Hahahaa....dia tidak bisa melawanku leo, aku akan mendapatkannya, dan aku peringatkan padamu jangan sekali kali kau mengganggunya, bukankah hubungan kalian sudah berakhir?"


Leo mengangguk " Ya pak sudsh berakhir dan daya tidak akan mengganggunya"


"Baiklah saya pegang ucapanmu, sekarang kau boleh keluar"


Leo keluar dari ruangan diego, diego memejamkan matanya menatap kota darj balik jendela ruangannya


"Sudah tidak sabar aku menunggu gita bekerja..hahaha...ahahaha" diego tertawa seperti ibl*s, mungkin bukan tawanya saja yang seperti ibl*s bahkan hatinya juga


*****


Selama tiga puluh menit asgar beejalan menuju kerkostan gita, ia membuka pintu rumah gita dengan kunci yang dibawanya, ketika ia membuka pintu ia dikagetkan dengan keberadaan gita didepan pintu, tubuh asgae sedikit terlonjak kaget


"Bikin kaget aja sih"


"Biarin, saya kelaparan nungguin bapak"


"Kenapa tidak sarapan?"


"Roti saya habis" gita sedikit mendorong tubuh asgar, asgar memundurkan langkahnya, gita keluar dari rumahnya dan mengunci pintu kostannya


Asgar dan gita sudah berada dimobil asgar, asgar melajukan mobilnya meninggalakan rumah gita


"Tadi malam bapak pulang jam berapa?"

__ADS_1


"Jam sepuluhan"


"Bapak gendong saya ke kamar ya?"


"G saya tendang" mendengar jawaban asgar gita mengerucutkan bibirnya


"Uda bisa becanda ya pak" ucap gita kesal, asgar tak menanggapi ucapan gita


"Pak hari ini saya terakhir kerja"


"Trus?" gita menatap asgar kesal


"Benar benar g peka nih manusia, manis manis dikit kek, giliran gue tidur aja dimanis manisin" gita beemonolog didalam hati


"Ya g ada gaji saya belum masuk pak" jawab gita kesal melihat asgar yang g peka, asgar menatap gita


"Nanti saya kasi tau kebagian keuangan" gita melemaskan bahunya mendengarkan jawaban asgar


Sesampainya mereka dikantor, gita keluar dari mobil menunggu asgar


"Kenapa menunggu saya?"


"Bukankah anda bossnya? jadi saya harus dibelakang bapak"


"Jangan lupa buatkan saya kopi, kopi terakhir" setelah sampai dilantai 40 asgar memerintahkan gita untuk membuat kopinya, mendengar asgar mengatakan kopk terakhir gita mengerucutkan bibirnya, ia tidak menjawab perintah asgar, ia berlalu masuk keruangannya


"Kopi terakhir, baiklah" gita melangkahkan kakinya menuju pantry ia membuatkan kopi untuk asgar yang terakhir kalinya dikantor asgar


Tak lama kemudian ia masuk keruangan asgar


"Ini pak kopi terakhirnya" ucap gita


"Apa hari ini ada pertemuan?"


"Hari ini semua tugas saya sudah saya serahkan ke pak arvin pak, saya hanya melanjutkan kerja yang tertunda kemaren mengenai perbaikan dokumen"


Ditengah obrolan asgae dan gita, arvin masuk tanpa mengetuk pintu


"As, makan siang diluar ya sama klien"


"Hmmmm" jawab asgar


"Hai tak, hari terakhir kerja ya? eh gue denger lo balik ke bandit tua itu?"

__ADS_1


Gita hanya mengangguk tersenyum, arvin melirik asgar yang menperhatikannya, arvin tersenyum melihat mata elang asgar


"Semangat ya" arvin mengangkat sebelah tangannya yang terkepal memberi semangat pada gita dan gita melakukan hal yang sama


"Saya permisi pak"


"Mau berrs beres ya tak?" gita mengangguk berjalan keluar dari ruangan asgar. "Gue bantuin ya" sambung arvin


"Dengan senang hati" jawab gita benar benar sudah keluar dari ruangan asgar, asgar memperhatikannya saja


Arvin terus mengikuti gita sampai diruangan gita, ia benar benar membanti gita mengemas barang


"Yaah gue ada teman lagi donk tak?"


"Bukan g ada temen yang lu khawatarin tapi g ada yang bantuin lo kan?" arvin terkekeh gita tahu apa isi kepalanya. "Khatam gue isi pala lo mah" gita berbicara sambil memasukkan beberapa barangnya kedalam kardus


"Tak lo apa g bisa bertahan?"


"Bertahan gimana maksud lo? gue dipecat vin sesuai perjanjian awal cuma 1 bulan itupun lu yang nego kan?"


"Asgar beneran g nahan lo?".


"Ngapain dia nahan gue? bukannya lo bilang asgar g pernah suka punya sekretaris cewe? ya ginila nasib gue sekarang" arvin kembali terkekeh


"Tapi yang gue liat ni ya, menurut terawangan gue asgar keknya suka deh sama lo?" Kini giliran gita yang terkekeh


"Terawang lo pas lagi langit gelap kali, jadinya ngadi ngadi, orang dia cintanya ma sarah, keknya dia tidur sering mimpiin sarah deh"


"Tau dari mana lo?"


"Kemaren waktu keluar negeri dia mimpiin sarah keringatnya bercucuran coy, keknya dia mimpiin sarah ninggalin dia, trus waktu siboss tiduran dirumah gue dy juga nyebutin sarah, masih cinta banget diakan" gita menunduk lemas sambil mengemas barang barang miliknya


Arvin menghela nafas


"Kasian sih gue liatnya, selama ini dia terus menyalahkan dirinya atas kepergian sarah, dia merasa bersalah g jagain sarah, baju kawinan mereka foto dan cincin juga masih tertata rapi dilemarinya dia, ntah kapan dia move on" arvin menceritakannya pada gita dan gita melemah, ia melanjutkan kerjaannya mengemasi barangnya


.


.


.


Jangan lupa vote like dan komen

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2