Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
75


__ADS_3

Gita membersihkan tubuhnya, ia sengaja berlama lama didalam kamarnya karena malas melayani asgar, ia takut jika ia terlalu melayani dan mengikuti kemauan asgar maka ia makin terjebak didalam perasaan yang ia pendam untuk asgar, gita tidak kembali kekantornya ia mengirimkan pesannya pada diego


"Selamat sore pak, maaf pak saya izin untuk tidak kembali kekantor, lagi pula bapak kan yang membuat saya izin menumpahkan minuman dibaju saya, terimakasih" gita tetaplah gita, si gadis pemberani, ia merasa jika ia tidak lagi dilingkungan kantor sehingga tidak perlu lagi bersikap hormat kepada diego, ia akan bersikap sopan dan menghormati diego jika ia berada diwilayah kantornya


*****


Sementara diego yang sudah tiba dikantornya menggeram membaca pesan yang dikirimkan oleh gita


"Kau sedang asik berduaan dengan asgar bukan? dasar munafik, kau pintar mencari mangsa gita, yang muda kaya dan berkharisma, liat saja aku akan membawamu ketempat yang seharusnya, tetapi sebelum itu aku akan mencicipimu hahahaa....." diego tertawa seperti orang gila, ia berkhayal dengan angannya


Diego salah paham dengan gita, diego berpikir jika gita sama seperti wanita lainnya yang jika melihat orang kaya dan tampan seperti asgar ia akan langsung mencari seribu cara untuk menjeratnya


*****


Kembali kekamar gita


Gita sudah menyelesaikan mandinya dan ia juga sudah memakai bajunya, ia berpikir akan menghubungi ayahnya, ia benar benar membiarkan asgar sendiri diluar, gita menghubungi ayahnya sepertj biasa menanyakan kabar ayahnya dan juga adiknya


Sementara asgar yang duduk disofa rumah gita berbaring sambil menunggu gita keluar dari kamarnya, sudah hampir tiga puluh menit ia menunggu gita tetapi gita tak kunjung keluar, ia berdiri dan menuju kamar gita, ia mencoba membuka kamar gita ternyata gita menguncinya lalu asgar mengetuk pintu kamar gita


Tok.....


Tok.....


Tok.....


Gita yang sedang menghubungi ayahnya terlihat kaget, ia berjalan mendekati pintunya


"Ayah nanti gigit hubungi lagi ya, ada tamu yah" ucao gira pada ayahnya


"Baiklah nak, hati hati ya, jaga diri"


"Baik ayah" gita menutup panggjlan ayahnya


"Itu yang gigit takutkan yah, gigit tidak bisa menjaga diri menghadapi pengganggu yang satu ini" gita berbicara sendiri lalu ia membuka pintu kamarnya


"Ada apa?!" tanya gita ketus


"Kenapa bapak g pulang aja sih?" sambung gita


"Bikinin saya kopi donk" ucao asgae seolah tidak ada yang teejadi diantara mereka

__ADS_1


Gita mendengus mendengar perintah asgar


"Maaf bapak asgar shawqi yang terhormat, saya bukan sekretaris anda lagi, jadi anda tidak bisa memerintah saya seenaknya, silahkan pergi dari rumah saya sekarang" gita keluar dari kamarnya berjalan menuju pintu rumahnya dan membukanya, ia mempersilahkan asgar untuk keluar dari rumahnya


"Kamu ngusir saya?"


"Iya, kenapa? ini rumah saya bukan?"


Asgar membuang nafasnya kasar, ia menatap gita lekat dan berjalan mendekatinya, asgar berdiri tepat dihadapan gita, mereka saling menatap


"Besok saya akan kembali"


"Maaf saya tidak menerima tamu"


"Saya akan memaksa"


"Tapi saya akan bekerja"


"Saya akan menunggunya" jawaban asgar membuat gita terdiam, ntah apa maksud dari ucapan asgar bahwa ia akan menunggu gita hingga gita pulang kerja


"Terserah!!!" gita membuang wajahnya ia sama sekali tidak ingin menatap asgar, kepulangan asgar membuat gita menghela nafasnya


"Dia benar benar berbuat seenaknya, cemilan gue dikulkaaas ahaaaaaa" bahu gita melemas ia merengek seperti anak kecil melihat cemilan yang ia beli habis tak berbisa dimakan asgar


*****


Diperjalanan asgar menghubungi arvin


"Hallo vin, gue g balik kekantor lagi, urus semuanya ya, dan ntar malam jangan lupa kita ketemu anak anak dicafe biasa"


"Ok as, eh lo kenapa ma gita? tadi ketemuan dicafe udah kek orang asing eh tiba tiba cemburu"


"Siapa yang cemburu?"


"Ya lo lah, lo cemburu kan diego mau nganterin gita pulang kerumah, lo takut gita diapa apain diego, ngaku lo"


"Berisik lo, gue g cemburu" asgar menutup panggilannya


" Apa mungkin gue cemburu? g mungkin, ini g boleh, gue g boleh khianatin sarah, gue hanya cinta sama sarah, ya gue cinta sarah" asgar bermonolog dalam hati, ia benar benar terobsesi dengan sarah, ia bukan lagi cinta, karena rasa bersalahnya pada sarah, ia merasa ia harus menjaga cinta sarah


"Aku akan menjaga cinta ku sayang, kita akan bertemu nanti, aku akan membawa cintaku utuh, aku akan menunggu saat itu" asgar sudah hampir gila karena rasa bersalahnya pada sarah, ia sama sekali tidak menyadari jika hati dan pikirannya tidak sejalan, hatinya ingin selalu bersama gita sementara pikiran menganggunya, pikirannya terus saja mengingatkan akan cintanya pada sarah

__ADS_1


*****


Malam hari asgar bersiap untuk bertemu dengan teman temannya dicafe seperti biasa, mommy senang melihat anak semata wayangnya sudah mau pergi keluar untuk bertemu teman temannya


"Keluar ya sayang?" tanha mommy saat asgar menuruni anak tangga dirumahnya


"Iya mom, mau ketemu arvin dan yang lain"


"Hati hati ya pulangnya jangan kemaleman lo"


"Oke mom"


Asgar melajukan mobilnya setelah oamit pada mommy dan daddy


Tak lama kemudian asgar tiba dicafe yang dimaksud, ia memberi salam khas pria pads teman temannya, disana sudah ada arvin, aron dan ferdi serta lena, gabby dan juga bela


"Kenapa g bawa gita?" tanya lena


"Ngapajn bawa gita?"


"Ya kalaian csan" jawab lena


"Udah g len, uda g deket lagi tapi cemburuan hahahaa.." arvin masih saja menggoda asgar


"Cemburuan kenapa?" tanya aron terkekeh


Arvin pun menceritakan kejadian tadi siang saat meeting, arvin menceritakannya detail tanpa ada yang cut


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Tunggu updatan selanjutnya ya


Masak dulu bestih 🥰😘


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2