
Setelah mengantar ayah dan aufar keterminal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi mereka menunggu sampai yang ayah naiki hilang dari pandangan
Asgar dan gita kembali kemobil dan mereka takan pergi ke praktek dokter regi, asgar sudah berjanji pada gita bahwa ia akan melakukan terapi sesuai saran dari dokter regi, setelah sampai ditempat praktek dokter regi asgar dan gita bergegas masuk
"Waaw pengantin baru, silahkan duduk silahkan duduk" ucap regi, asgsr dan gitapun duduk begitu juga dengan regi, regi meminta asistennya untuk membuatkan minuman untuk tamu spesialnya
"Bagaimana malam pengantin? apa sudah terlaksana?" ucap regi menggoda asgar
"Menurut lo?" jawab asgar
"Haha...asgar shawqi tetaplah asgar shawqi right? pemarah" ucap regi bangun dari duduknya ia mengambil status pemeriksaan asgar dan kembali duduk dikursinya menghadap asgar
"Baiklah, mari kita mulai terapi, setelahnya baru kita mengobrol" asgar melihat gita dan gita mengangguk
"Aku akan disamping kamu" gita menenangkan asgar dan asgar mengangguk setuju
Asgar mulai duduk dikursi terapinya, regu memulai terapinya dengan membuat asgar tertidur, gita kembali menggenggam tangan asgar, seperti biasa asgar dituntut untuk melepaskan segala yang terpendam dihatinya sehingga itu tidak lagi menjadi beban bagi asgar dan ia bisa lepas dari rasa bersalahnya dimasa lalu
Asgar mulai berkeringat, ia mengingat kembali bagaimana kejadian kecelakaan sarag, ia ingin menolak namum regi kembali membuat asgar tidur
"Apa selama dua hari ini ia ada bertingkah aneh?" tanya regi pada gita
"G sih mas, memangnya kenapa?"
"Maksudnya ada ia mengingat sarah?"
"G ada sih" jawab gita singkat dan regi mengangguk
"Tapi barang peninggalan sarah masih utuh mas, ia simpan dengan sangat rapi dan tidak boleh ada yang menyentuhnya, dulu sebelum nikah aku sempat menyentuhnya dan dia marah hebat sampe akunya dicekek" ucap gita dan itu membuat regi terkekeh
Regi menghela nafasnya, ia melihat asgar yang terus mengeluarkan keringatnya
__ADS_1
"Asgar harus sering terapi sih, mas pikir karena ia berada dilingkungan yang jauh dari lingkungan ia mengingat sarah maka ia tidak akan mengingatnya, tetapi jika kalian sudah kembali kerumah dan terutama kamarnya mas rasa ia akan kembali mengingat sarah karena disitu banyak objek yang mengingatnya pada sarah"
"Jadi aku harus gimana mas?"
"Jangan lari, tetapi harus dihadapi"
"Maksudnya?"
"Maksudnya begini, jika nanti kalian akan berada dirumah asgar jangan mau jika ia meminta kalian untuk tidur dikamar yang berbeda, kalian harus tidur dikamar asgar, agar apa? agar ia dengan sendirinya melepas ingatannya pada sarah, kamu harus membuat kamar itu penuh dengan kenangannya bersama kamu"
"Kalau itu tidak berhasil
"Itu akan berhasil, tinggal kamunya yang harus sabar, dan juga asgar harus sering diterapi, mas rasa ia tidak lagi mencimtai sarah ia mencintai kamu hanya saja rasa bersalahnya pada sarah membuatnya bingung dengan perasaannya"
"Baik mas, aku akan ngikutin saran mas" ucao gita dan regi mengangguk
Regi kembali pada asgar, ia berusaha memasukkan pikiran positif kedalam pikiran asgar bahwa kematian sarah adalah bukan kesalahannya, ia ingin asgar bercerita tetapi asgar tidak bercerita ia hanya menyebutkan nama sarah beberapa kali
Setelah dirasa regi cukup, ia membangunkan asgar dengan perlahan, asgar terbangun dan ia melihat gita, gita tersenyum ia mengambil tisu dan mengusapnya kewajah asgar yang penuh keringat
"Gimana? apa yang lo rasain?" tanya regi, asgar memandang gita dan gita mengangguk menandakan ia tidak apa apa
"Seperti biasa, gue mengulang kisah sarah kecelakan, tetapi anehnya saat gue mau bantuin sarah tangan gue ditarik seseorang, dia g ngizinin gue menolong sarah"
"Terus?" tanga regi, ia penasaran dengan cerita asgar
"Ya gue maksa buat bantuin sarah, tangan yang nahan gue terlepas dan gue lari kearah sarah" jawab asgar dan itu membuat regi membuang nafasnya pelan
"Ya uda minggu depan lo harus balik kesini"
"Tapi gue mau honeymoon"
__ADS_1
"Ya uda pulang honeymoon kesini, hati hati kalian berdua, gue doain cepat dapet zuriat"
"Ok bro thanks ya" ucap asgar berdiri, ia memegang tangan gita erat lalu membawa gita keluar dari ruang praktek regi setelah pamit pada regi
Diperjalanan pulangnya kehotek untuk mengambil koper mereka, gita mengajukan pertanyaan yang sangat sulit bagi asgar
"As, kan kamu bilangnya tadi kalau kamu ditarik seseorang yang nahan kamu buat bantuin sarah, kira kira siapa ya? aku ya?"
Asgar melihat kearah gita, ia menggeleng
"Aku g tau siapa, yang jelas cewe tapi g jelas juga wajahnya, kenapa emang?"
"Kalau yang nahan kamu itu aku? kira kira kamu pilih siapa? pilih aku atau sarah?" gita sedikit takut menanyakannya
"Kenapa nanyanya gitu? ya g bisa donk sayang disamain, sarah uda meninggal dan kamu sekarang uda jadi istri aku"
"Iya itu karena sudah meninggal, kalau didalem terapi tadi kenapa kamu masih nekad bantuin sarah?"
"Sayang....beda donk ibaratnya gini ya, ada org kecelakaan didepan kita masa kita g bantuin, masa kita liatin aja" ucap asgar tersenyum
"Pinter banget kamu ngelesnya ya"
"Hahahaahaaaa" asgar tertawa lepas, ia merasa bahagia sekali, ia sengaja menggunakan alasan itu agar tidak menyakiti hati gita, tetapi ntahla kita lihat saja apakah asgar bisa melawan apa yang ada dilubuk hatinya?
.
.
.
Jangan lupa like komen dan vote
__ADS_1
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟