
Gita tiba dikantornya, benar apa yang dipikirkan asgar dan vincen, gita melihat situasi sebelum ia turun dari taxi dan masuk kekantor, ia melihat apakah mo il asgar ada disana atau tidak, ia benar benar memperhatikan mobil yang berada diparkiran, karena setaunya asgar akan selalu memarkirkan mobilnya di lobby
Syukur gita tidak melihat mobil asgar yang ia pindahkan di bassement kantor vincen, gita memasuki kantor dengan tenang, ia tersenyum menyapa karyawan yang terlihat lebih menghormatinya karena hampir seluruh karyawan tahu jika ia adalah nyonya dari tuan muda di keluarga shawqi
Git sudah sampai diruangannya, dan ia menghubungi vincen melalui interkomnya, ia mengabari jika ia sudah diruangannya dan vincen tersenyum
"Keruangan gue sekarang git" ucap vincen dan ia menutup panggilan interkomnya, mendengar perkataan vincen asgar menegakkan tubuhnya terkejut vincen hanya tersenyum melihatnya
"Istri gue mau kesini?" tanya asgar ia terkejut tapi nampak ada raut bahagia diwajahnya
Vincen mengangguk dan kembali ke sofa mendekati asgar, belum sempat vincen duduk disofa gita sudah muncul didepan pintu ruangan vincen pintu ruangan vincen otomatis tertutup
Gita melihat suaminya, ia terpana melihat suaminya dan begitu juga asgar ia terpana melihat istrinya yang sangat ia rindukan, mereka saling menatap lama, ada kerinduan yang mereka pancarkan dimata mereka masing masing tetapi seketika gita tersadar dan ia ingin kembali membuka pintu hendak keluar dari ruangan vincen
Vincen menahan gita dengan memegang tangan gita
"Eh git lo mau kemana? ini clien kita" ucap vincen menahan gita, ia masih memegang tangan gita, vincen menarik gita kesofa
"Eh tangan lo, jangan pegang pegang istri gue!" seketika asgar cemburu melihat tangan vincen memegang tangan istrinya
"Gue bantuin lo aaaass" ucap vincen sedikit kesal, mendengar asgar dan vincen yang sedikit berdebat gita menahan senyumnya, suaminya tidak berubah masih aja cemburu sama vincen pikir gita dan gita menyukai itu
"Jam jam genting gini masih aja lo cemburu ma gue, ya uda gue tinggal dulu, kita tukeran ruangan sebentar git" vincen pergi meninggalkan asgar dan gita didalam ruangannya ia memberi ruang untuk dua sejoli itu melepaskan rindu
__ADS_1
Diruangan kini hanya tinggal asgar dan istrinya yaitu khawla gita nizia, gita sekarang sedang berdiri disisi kursi yang berhadapan dengan asgar, asgar memandangi wajah istrinya lama sambil tersenyum gugup, jangan ditanya seperti apa jantungnya, jantung asgar berdegup kencang seakan ingin keluar dari tubuhnya
Ia berdiri berhadapan dengan istrinya, ia ingin memegang tangan istrinya namun gita dengan cepat menepisnya
"Sayang please"
"Apaan sih pegang pegang" ucap gita kesal
Asgar kembali ingin memegang tangan istrinya namun istrinya kembali menolak, akhirnya iapun menyerah
"Sayang aku minta maaf aku salah, aku uda nyakitin kamu, ku janji aku g akan nyakitin kamu lagi, aku bersumpah sayang, please kita pulang ya"
"Aku g ada dipikiran kamu bahkan kamu, trus untuk apa aku ikut kamu pulang?"
"Kamu salah sayang"
"Bukan, bukan maksud aku nyalahin kamu, maksud aku kamu salah berpikir kamu g ada dihati aku"
"Kamu yang bilang ke aku kalau sarah masih ada dihati dan pikiran kamu, berarti sarah aja donk yang ada bukan aku, uda lah as hati aku sakit banget ngingatnya" gita berjalan menuju pintu hendak keluar meninggalkan asgar
'Sayang tunggu dulu, dengerin aku dulu" asgar mengejar istrinya, ia memegang tangan gita guna menahan gita keluar dari ruangan, namun gita yang sudah sakit hati kembali mengingat perkataan suaminya tempo hari, berbalik menghempaskan tangan suaminya lalu mendorongnya
Asgar hampir terjatuh namun ia kembali mendekati istrinya dan memegang bahu istrinya, perkalian tak terelakkan, sudah lama gita menunggj waktu ini, menunggu waktu untuk menghajar suaminya, meskipun sudah lama tidak mengasah ilmu bela dirinya tetapi gita masih mampu untuk berkelahi, gita terus menghajar suaminya namun dengan lihai asgar mengelak, ia tidak membalas asgar hanya menangkis serangan istrinya
__ADS_1
"Sayang please, aku g mau kita seperti ini, aku datang untuk meminta maaf bukan untuk berkelahi" ucap asgar disela tangkisannya
Kemarahan gita sudah memuncak, ia tidak menanggapi ucapan asgar, ia terus melakukan serangan pada suaminya dan suaminya juga terus mengelak, alhasil tidak satupun pukulan gita mengenai asgar
Dengan tidak bisanya ia memukul asgar ia menjadi sangat kesal dan hampir menangis bahkan ia sudah benar benar menangis, ia ingin melepaskan semua rasa marahnya yang ia pendam sendiri selama empat hari ini, mungkin dengan memukul asgar, gita rasa bisa melepaskan rasa marahnya
Asgar melihat ada air mata yang membasahi pipi istrinya, serangan gita melemah disertai tangis yang semakin deras, melihat itu asgar semakin merasa bersalah, ia menagkap kedua tangan istrinya lalu memeluknya erat, sangat erat
Tangisan gita pecah dipelukan suaminya, ia marah kesal dan juga cemburu karena perkataan asgar tempo hari, ia melepaskan semuanya dipelukan asgar, tangisannya semakin menjadi
"Maafkan aku sayang, maafkan aku" asgar membelai kepala istrinya, gita tidak membalas pelukan asgar
"Aku berjanji akan membuatmu bahagia, please jangan tinggalkan aku lagi, aku bersumpah aku sudah melupakan sarah" mendengar nama sarah kembali disebut, gita seperti tersadar dan tiba tiba saja ia berhenti menangis, dengan cepat ia melepaskan pelulan asgar lalu ia memukup asgar tepat diperutnya dan pukulan itu tepat mengenai perut suaminya, asgar tidak sempat untuk mengelak
Setelah ia memukul suaminya, ia keluar dari ruangan vincen, asgar tertunduk memegang perutnya, ia berusaha berjalan mengejar istrinya walaupun perutnya sakit, vincen juga melihat gita melewati ruangannya, ia melihat asgar berusaha mengejar gita dan ia mengikutinya
.
.
.
Jangan lupa like vote dan koment
__ADS_1
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟