
Asgar dan arvin sudah tiba disalah satu hotel ternama, mereka menghadiri pesta ulah tahun koleganya, mata asgar menatap tajam kesekelilingnya ia seperti sedang mencari seseorang
"Mencari seseorang?" tanya arvin menggoda
"Hai as, vin" Lena dan ferdi menyapa asgar dan arvin, lena merupakan pengacara kondang yang banyak dikenal oleh perusahaan jadi wajar saja ia diundang oleh angel keacaranya, asgar dan arvin tersenyum menyalami sahabat mereka
"Lo sendirian vin? bella mana?" giliran ferdi yang bersuara, ya arvin mendapatkan undangannya tersendiri jadi ia bebas untuk membawa pasangan atau tidak
"Bella g bisa dateng, dia banyak kerjaan" ferdi dan lena mengangguk mengerti
Asgar masih menajamkan matanya mencari seseorang tapi ia belum juga menemuinya, arvin memberi kode pada lena dan ferdi mereka tersenyum menggoda asgar
"Eh ada kabar baru soal diego?" tanya lena
"Kita baru aja mau kerumah lo nanti" jawab arvin
"Iya, gue kira lo g diundang angel" sambung asgar
"Yuk duduk disana, pegel nih berdiri terus" ucao lena ia berjalan menggandeng suaminya kemeja yang disediakan, asgar dan arvin menyusul
.
.
Gita telah sampai diaula hotel tempat pesta angel diadakan, ia mencari-cari asgar, ia ingin menghubungi asgar tetapi tertunda karena diego lebih dulu menghampirinya
"Wah wah wah kau benar-benae menakjubkan, kau sangat cantik malam ini" diego mendekati gita ia berbicara sedikit pelan
Gita mendengus dan sedikit menjauh
"Kenapa? apa kau tidak sabar melihatku dipenjara?"
"Kau tau gita apa yang ku inginkan" diego menatap gita seperti singa lapar, ia memindai tubuh gita dari atas hingga kebawah dengan wajah mes*mnya
Asgar yang memang mencari gita sejak tadi, ia melihat tatapan lapar diego yang menatap tubuh gita, ia berjalan menemui gita, ia berusaha menahan emosinya, ia juga tidak tahu kenapa ia begitu emosi, arvin dan ferdi serta lena menatap kepergian asgar
"Vin, apa lo juga mikir asgar suka ma gita?" arvin tersenyum
__ADS_1
"Lo tau g? dia sampe nemenin gita kekantor polisi, trus nanyain kekepala kepolisian soal kasus gita gimana caranya gita bisa keluar dari masalahnya, trus malam ini dia yang ngajakin gita kesini gue ampe bohong ama gita kalau gue g bisa dateng" arvin mulai menggibah
"Vin, ntar lo kirim gaun buat gita untuk kepesta angel" arvin mengikuti gaya asgar bicara. "Hahahaa..lo tau gue sampe bengong tau g, sekretaris pembangkang bisa goyahin asgar, hahahahaa sampe ngirim gaun segala dan lo liat gaunnya g dipake sama gita hahahaa..." sambung arvin
Arvin, lena dan ferdi tertawa
"Dia juga nyari cela buat jatuhin diego tau g? sejak kapan asgar shawqi ikut campur urusan orang lain yakan?" ucap lena
"Gue seneng sih dia move on, tapi keknya dia belum sadar tu dia suka ma gita, ditanyain selalu ngeles ya yank" kini ferdi yang berkomentar, lena mengangguk mengiyakan ucapan suaminya
"Kita liatin ya dia bakal ngapain, seneng gue dia uda move on" sambung lena
Asgar mendatangi gita yang sedang berbicara dengan diego
"Gita.." asgar memanggil gita dan membuat gita dan diego menoleh
"Selamat malam pak diego" asgar juga menyapa diego
"Kamu baru nyampe?" asgar beralih pada gita dan gita mengangguk mengiyakan
"Apa kabar pak asgar shawqi?" diego menyalami asgar. "Senang bertemu dengan anda"
"Maaf pak asgar, apa gita masih bekerja dengan anda?"
Asgar tersenyum mengangguk
"Apa anda tidak tahu kasus yang gita alami? saya melaporkan gita dengan kasus penganiayaan dan jika gita terus bekerja pada anda itu akan bisa merusak nama baik anda pak asgar" jelas diego panjang lebar
"Saya rasa itu tidak akan mempengaruhi saya pak diego, lagi pula ia masih bisa bekerja dengan baik, bahkan dengan sangat baik" gita menatap asgar yang seperti membelanya didepan diego, gita tidak menyangka jika asgar mendukungnya
"Baikla, saya hanya tidak mau kerjasama diantara kita terganggu karena kasus ini"
Asgar tersenyum " Saya pastikan itu tidak akan terjadi, baikla pak diego saya permisi dulu" asgar berucap dingin lalu menarik tangan gita untuk mengikutinya
Setelah ia rasa jauh dari penglihatan diego, asgar melepaskan tangan gita, ia membuangnya begitu saja, gita mengerucutkan bibirnya melihat tangannya, mereka berjalan menuju dimana meja arvin berada
"Kenapa bapak membela saya?" tanya gita
__ADS_1
"Jangan GR, saya hanya menjaga nama baik saya karena masih memperkerjakan wanita penganiaya"
Gita mendengus tidak menyangka dengan jawab asgar
"Ya sudah bapak tanda tangan saja surat resign saya"
"Itu hanya akan merugikan perusahaan saya, dan kerjaanmu juga banyak yang belum selesai" asgar mempunyai alasan yang tepat
"Diih kemaren bilangin saya yang g mau rugi, nyatanya bapak juga gitu" mereka sudah tidak jauh dari meja arvin
"Loh itu arvin ada, bapak bohongin saya ya? bilangnya arvin g dateng"
"Yang ngomong gitu siapa?"
"Arvin heheee" gita menyengir
Mereka tiba dan duduk dimeja arvin dan lena, lena memperkenalkan ferdi suaminya kepada gita, arvin dan yang lainnya tersenyum melihat asgar
"Lo bilang g bisa dateng? kenapa jadi dateng? g ngabarin gue lagi kalau dateng" tanya gita
Arvin tersenyum
"Loh gaun yang gue kirim kenapa g dipake?" arvin mengalihkan pembicaraannya, asgar menoleh gita lalu beralih ke arvin sementara lena dan ferdi tersenyum memperhatikan asgar yang terkejut
Asgar menatap arvin dengan mata elangnya, arvin tersenyum, ia menunggu jawab gita
"Woi..jawab kenapa g dipake?"
.
.
.
Jangan lupa vite like dan koment
Terimakasih 🥰🙏
__ADS_1
semoga suka dengan ceritanya
🌟🌟🌟🌟🌟