
"G tau ngobatin tapi kekeh"
"Uda diem, kasi tau aja yang mana" gita lagi-lagi tersenyum, asgar menyentuh pelan tubuh gita, gita yang tidak biasa disentuh lelaki merasa ada yang aneh yang gelenyar aneh yang merayap diperutnya
Sementara asgar melihat tubuh mulus gita juga merasakan hal yang sama, sudah tiga tahun belakangan ini ia jauh dari wanita, asgar masih laki-laki normal, melihat yang mulus didepan mata dari orang yang kita suka tentu akan berbeda, asgar menelan salivanya, ia terus menatap punggung mulus gita
Gita yang tidak tahan dengan perasaan anehnya, berusaha menyudahi pengobatan asgar
"Sudah pak?" asgar tersadar dan terlihat gugup
"Su..sudah, dan sekarang wajah kamu" asgar kembali mengobati gita
"Yang mana obatnya?" tanya asgar
"Sama saja pak"
Asgar mulai mengobati luka gita, wajah mereka sangat dekat hanya beberapa centi saja, bahkan nafas keduanya saling terasa berhembus, asgar fokus mengobati luka gita, gita mencium aroma tubuh asgar yang wangi liar biasa menurutnya, gita menjadi gugup berada didekat asgar ia selalu mengalihkan pandangannya, asgar tersenyum ia tau gita gugup
"Jangan gugup begitu, bernafaslah" asgar menggoda gita
Asgar memberi jeda untuk gita bernafas, ia tersenyum melihat gita gugup, asgar kembali meminta gita menyandarkan tubuhnya, sekarang ia akan mengobati bagian mata gita, gita kembali gugup ia mengalihkan pandangannya kebeberapa arah
Tak lama kemudian asgar telah selesai mengobati bagian sudut mata gita, ia sengaja tidak beranjak dari samping gita, ia terus menatap gita tepat dimata hitam gita, mata gita yang memang tidak bisa diam karena gugup, beralih ke sisi lain dan tepat menatap mata asgar, mereka menatap lama dengan pikiran masing-masing
Jantung keduanya berpacu seolah ingin mendobrak keluar dari tubuh mereka, asgar dan gita merasa mereka tidak baik-baik saja, ada yang salah dengan jantung mereka, mereka tersadar dari tatapan mereka ketika gita tidak sengaja menyenggol kotak obat yang didekatnya, mereka sama-sama salah tingkah dan memperbaiki dudukan mereka
"Mmm...sudah malam sebaiknya saya pulang saja" kata asgar masih dengan perasaan gugupnya, gita memperhatikam agar dan ia juga melihat jam didinding rumahnya sudah menunjukkan pukul 00.35 wib
"Mm su..sudah malam pak, apa tidak sebaiknya bapak menginap saja? ba..bahaya soalnya" gita mengatur nafasnya di, dalam berbicara
"Oooh ap..apa boleh?"
Gita mengangguk, ia berlalu kekamar untuk mengambil bantal dan selimut untuk ,asgar, mereka sama-sama menenangkan diri mereka yang masih gugup dan salah tingkah
"Ini pak untuk bapak, bapak tidur disofa g apa-apa kan?"
Asgar melihat kamar tidur gita dari sofa, ia mengangguk setuju
__ADS_1
"Pintu kamar jangan dikunci" ucap asgar, gita menyatukan alisnya. "Jangan kunci pintu kamar atau saya juga tidur dikamar?" sambung asgar
"Iya-iya" gita mendengus setuju dan masuk kekamarnya
*****
Pagi menjelang, saat ini arvin sedang diperjalanan kerumah asgar, pagi ini mereka ada pertemuan disebuah hotel jadi mereka akan langsung kehotel tanpa keperusahaan terlebih dahulu
"Assalamualaikum" arvin masuk kerumah asgar ia akan langsung menuju kamar asgar
"Hai mom dad, kapan mommy pulang?" tanya arvin
"Tadi malam ar, yuk sarapan sekalian" kening arvin berkerut
"Tadi malam mom? kenapa g ngabarin mom? kan bisa arvin dsn asgar jemput"
"G apa apa ar ada supir kok, lagian kata maid kalian pergi keacara pesta" sambung daddy
"Iya dad pesta ulang tahun angel" arvin mengambil piringnya, ia ikut sarapan bersama mommy dan daddy
"Loh asgar mana mom?"
"Iya sih mom tapi dia pulang nganterin gita sendiri, asgar sama lena, coba arvin telfon deh"
.
.
Disebuah kamar terlihat penampakan yang sangat menyejukkan mata jika mommy melihatnya, asgar tiba tiba pindah kekamar gita
Ponsel asgar berbunyi, dan itu sangat mengganggunya, ia merasa masih butuh istirahat badannya terasa remuk dengan masih memejamkan mata asgar menjawab ponselnya
"Mmm halo" asgar menjawab khas dengan suara bangun tidurnya
"Lo dimana?" arvin mengaktifkan speakers ponselnya agar mommy dan daddy juga bisa mendengarnya
Asgar membuka matanya berat, ia melihat jika ia berada dikamar yang berbeda, lalu melihat kearah samping dan ia tersenyum melihat gita yang tidur sambil memeluknya
__ADS_1
"Gue dirumah gita" jawab asgar malas, dalam hatinya ia kesal arvin mengganggu paginya
"Waaahh, lo tidur sama gita?" ledek arvin
"Sayang kamu tidur sama gita? wah kamu harus nikahin gita kamu harus bertanggung jawab" mommy mengambil ponsel arvin
"Mommy sudah pulang?"
"Yes mommy sudah pulang, mommy g mau tau kamu harus bawa gita kerumah kita dan mommy akan menikahkan kalian, jangan lari tanggung jawab asgar shawqi" mommy memulai dramanya, sebenarnya ia senang anaknya sudah mulai mendekati wanita, mommy tersenyum memberi kode pada arvin dan daddy untuk diam
"Mmm no mom, no drama, ini g seperti yang mommy pikir" gita nelenguh terganggu dengan suara suara merdu disampingnya
Gita merubah posisi tidurnya ia semakin menempel pada asgar, ia menganggap asgar adalah bantal peluknya, gita juga mengendu leher asgar yang menurutnya sangat wangi, asgar tersenyum membiarkannya tetapi ia juga sedang menahan sesuatu yang bangun dibawah sana
Satu detik.....
Dua detik......
Tiga detik.....
"Pep..pe..pak asgar? kenapa bapak jadi tidur dikamar saya?" tanya gita menutup dadanya
Asgar dengan santainya memandang gita, sementara mommy masih mendengarkan obrolan asgar
"Diluar panas, jadi saya pindah"
"Diiih bapak ngambil kesempatan ya?"
.
.
.
Jangan lhpa vote like dan koment
terimakasih 🥰🙏
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟