Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
62


__ADS_3

Waktu terasa cepat berlalu, sore mulai menjelang, tandanya gita sudah harus angkat kaki dari perusahaan asgar, sungguh berat meninggalkan pekerjaannya walaupun masih saja satu bulan ia bekerja tetapi ia merasa nyaman dengan pekerjaannya


Gita ingin keruangan asgsr dan arvin untuk hanya sekedar pamit, ia keruangan arvin terlebih dahulu


Tok....


Tok....


Tok....


Gita masuk keruangan arvin dan ia melihat arvin sedang serius menghadap komputernya, ia duduk dikursi yang berhadapan dengan arvin


"Vin"


"Eh lo tak, kirain siapa"


"Gue mau pamit pulang sxan resign"


Arvin menghentikan kerjaannya, ia membuang nafasnya pelan


"Lo ati ati ya kerja mas diego, kalau ada apa apa hubungin gue, jangan sungkan"


"Baik banget si lo, gue kan jadi sedih"


"Lo kan temen gue, uda jangan sedih ntar kita sering ketemuan ya diluar"


"Ketemuan ngapain? eh lo kalau nikah undang gue ya kalau g gue kutuk lu" arvin tertawa mendengar candaan gita


"Gue pamit ya, makasi ya vin uda banyak bantu gue, baek baek lu kerja, banyakin sabar sama boss songong lo yang gagal move on itu" sambung gita terkekeh


"Jangan ngeledek lo jodoh lo ntar" arvin terkekeh, gita hanya mencibir dan beranjak pergi


Gita berjalan menuju keruangan asgar, ia mengetuk pintu ruangan asgar lalu masuk, ia nelihat asgar sedang membereskan kerta kerta diatas mejanya


"Sore pak" gita berdiri tak jauh dari meja kerja asgar, sedangkan asgar hanya melirik gita sambil terus membereskan kertasnya


"Saya pamit pak, terimakasih sudah memperkerjakan saya, saya mohon maaf jika selama satu bulan saya banyak berbuat salah pak"


Gita menunggu jawaban dari asgae, tetapi asgar tidak menanggapi ucapn gita, gita membuang nafasnya pelan ia menahan kekesalannya


"Saya permisi pak" tidak mendapat jawaban dari asgar gita pun keluar, ketika ia hendak membuka pintu ruangan asgar, asgar menghentikannya, asgar sudah selesai berkemas dan berjalan mendekati gita


"Saya akan mengantarmu pulang" ucap asgar, senyum gita terbit dan ia memutar tubuhnya untuk melihat asgar, betapa terkejutnya gita jika asgar sudah berada dibelakangnya, tubuhnya sedikit terlonjak


"Iiih bapak, kaget tau" gita memegang dadanya mengatur nafasnya

__ADS_1


"Satu sama" asgar melenggang keluar dari ruangannya


Gita melihat asgar yang berjalan menuju keruangannya dan ia pun mengikuti asgar, saat mereka masuk keruangan gita, asgar melihat ada satu kardus kecil yang akan gita bawa


"Apa hanya ini barang yang kamu bawa?"


"Iya pak, kenapa?"


Asgar menggeleng melihat gita


"Kamu bisa bawa sendirikan?"


"Ya bisala pak" gita mengerucutkan bibirnya, ia berpikir asgar akan membantunya membawa kardus bawaannya tetapi nyatanya tidak


"Baiklah, ayo pulang"


Asgar berjalan mendahului gita, sedangkan gita berjalan sedikit lambat karena ia membawa kardusnya yang lumayan berat, asgar menunggu gita didepan lift


"*Dasa*r es batu g peka, nolongin setengah setengah, kalau mau nganter pulang sekalian ni tolongin bawa kardus, seneng banget liat gue tersik*sa, untung tampan lo as* as" gita menggerutu didalam hati melihat asgar yang dengan santainya menunggu gita didepan lift


Asgar menahan lift agar tetao terbuka sampai gita juga ikut mashk kedalam lift, sesampainya gita didalam lift asgar menutuo pintu lift dan ia mengambil alih kotak kardus yang gita bawa


"Huuft dari tadi kek pak"


"Katanya bisa"


"Kenapa g minta tolong?"


"Harusnya bapak peka donk" gita berucap pelan.


"Apa?" tanya asgar yang memang tidak mendengar ucapan git


"G ada pak, makasih uda bantuin saya"


Asgar dan gita sudah berada dilobby, asgar lagi lagi mendahuluinya, dan gita yang berjalan dibelakang asgar menjadi tontonan karyawan yang ada dilobby, karena memang jam pulang kerja dilobby mendadak ramai diisi dengan karyawan yang akan pulang


"hepmh benerkan kata gue, g lama dia kerja disini, tu buktinya uda dipecat hahaha"


"Sukurin lo, semoga next sekretaris gue yang megang"


Gita mendengar gunjingan gunjingan karyawan lain atas dirinya, ia hanya diam tidak menanggapinya tetapi dia hafal betul wajah penggunjing yang selalu mencari masalah dengannya


Gita berjalan lurus kedepan, ia menambah kecepatan langkahnya sebelum yang menunggunya mengamuk didalam mobil dan semakin membuatnya jadi bahan gunjingan


Gita memasuki mobil asgar dan terang saja karyawan yang menggunjingnya terpana melihat gita menaiki mobil asgar

__ADS_1


"Pak saya buka kaca ya, mau say goodbye sama karyawan yang lain" gita beralasan pada asgar, ia ingin memanasi dua karyawan yang menggunjingnya dan asgar memperbolehkannya


"Byyyeeee" ucap gita dan asgar menoleh ke arah gita tersenyum, ia bukan tidak tahu jika gita berbohong padanya, ia tahu betul selama gita bekerja gita tidak punya teman selain arvin


Dua penggunjing membelalakkan matanya, mereka melihat asgar tersenyum melihat gita, mereka tidak menyangka bahwa kisah sarah akan terulang hanya dalam satu bulan


"Gita lebih hebat dari sarah ternyata cuma dalam satu bulan"


"Iya bener, sarah aja butuh waktu lama hingga asgar mencintainya" kedua penggunjing melemas


Gita kembali menutup kaca mobil asgae sambil tersenyum puas


"Kenapa tersenyum?" asgar sengaja bertanya


"G ada pak puas aja ngerjain orang sirik"


"Siapa?"


"Banyak tuh karyawan bapak"


Asgar tidak lagi menanggapi ucapan gita, ia fokus menyetir mobil, dalam perjalanan pulang mereka, ponsel asgar berbunyi dan itu panggilan dari lena


"Ya len"


"....."


"G sih gue lagi mah nganterin gita pulang"


"....."


"Oke gue kesana" asgsr menutup panggilannya


"Kita kerumah kamu trus kamu ganti baju, kita ketemu lena sekalian makan malam" ucap asgar


"Ada kabar apa pak?"


"Liat aja ntar"


.


.


.


Jangan lupa vote like dan komen

__ADS_1


Terimakasih


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2