Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
47


__ADS_3

Diego terus memperhatikan gerak gerik gita dan asgar, ia heran kenapa asgar juga membawa gita sementara sudah ada arvin disisinya, ia rasa ia harus mencari tahu ada hubungan apa diantara asgar dan gita


Ia menghubungi seseorang yang juga akan hadir kepesta angel, pesta belum dimulai mereka masih menunggu sang empunya acara hadir


"Halo kamu dimana? temui saya sekarang, saya ada meja no. 12 " ya meja yang dihadiri sudah diberi nomer bahkan nama tamu, tetapi para tamu bisa saja menukar kursi mereka dengan tamu yang lain


"Baik pak saya akan segera kesana" jawab seseorang diseberang telefon


Tak lama kemudian seseorang yang dihubungi diego mendatangi diego, ia membawa seorang wanita cantik


"Selamat malam pak" ucap leo, ya yang dihubungi oleh diego adalah leo, ia membawa leo bersamanya karena menurutnya yang bisa ia kendalikan sekarang adalah leo untuk menjauhi gita dari asgar, jika gita dalam perlindungan asgar maka akan sulit baginya untuk mendapatkan gita


Diego tidak tau jika leo sudah mengakhiri hubungannya dengan gita


Diego tidak membalas sapaan diego, diego terkejut leo membawa seorang wanita untuk menemaninya, diego membawa leo untuk bicara berdua


"Kau membawa siapa kesini?!" diego menahan emosinya pada leo


"Hanya teman pak"


"Apa kau tidak tahu gita juga hadir disini?!"


"Benarkah pak? tetapi saya sudah tidak ada hubungan dengan gita pak, saya sudah mengakhirinya"


"Bodoh!!!" diego mengusap wajahnya kasar


"Kau harus keluar dari sini sebelum gita dan asgar melihatmu, kau harus terus berpura-pura kau masih mempunyai hubungan dengan gita dihadapan asgar, agar asgar menjauhi gita, kau paham!!"


"Pak saya rasa tidak mungkin pak, gita bukan wanita yang bisa diperlakukan seenaknya pak"


Mendengar ucapan leo yang ada benarnya, kepala diego bertambah pusing, ia harus memikirkan cara lain untuk menjauhi gita dan asgar


"Ya sudah kau boleh pergi" ucap diego,


Leo bersama jeny untuk duduk dimeja yang telah disediakan, mereka bergabung dimeja diego dan menunggu dimulainya acara


.


.

__ADS_1


.


Arvin terus bertanya kenapa gita tidak memakai baju yang ia kirimkan atas permintaan asgar, padahal ia bersusah payah memilihkan pakaian yang cocok untuk gita kenakan, ia akan membuat gita terlihat cantik malam ini agar asgar tidak berkedip melihat gita


"Woi..jawab kenapa gaun yang gue kirim g dipake?"


"Ooh jadi lo yang ngirim? sengaja g gue pake terlalu mewah, ntar yang ada gue yang dikirain punya acara"


Asgar membuang nafasnya pelan, ia mencoba menenangkan dirinya


"Ini baju siapa? lo beli baru ya?"


"Baju gue lah, lo kira gue g punya baju bagus apa? gue juga dulu sering pergi ke acara beginian ma bandit tua itu kalau lo lupa"


Tawa lena dan ferdi pecah mendengar kekonyolan obrolan arvin dan gita, sementara asgar hanya tersenyum



Gita memilih memakai jumpsuit celananya, ia rasa bajunyang dipakainya lebih cocok dari pada pilihan arvin


"Itu bukan gue yang ngasi tapi asgar tapi gue yang milihin" arvin menceritakan yang sebenarnya


"Beneran pak?" tanya gita dan asgar mengangguk pelan


"Ya siapa tau kamu g punya baju bagus, kan malu-maluin saya nanti"


Gita melirik asgar malas "Kalau ngomong suka nyakitin ya pak, makasi loh"


Arvin, lena dan ferdi tertawa melihat mereka


"Ati-ati loh kalau berantem terus bisa jodoh ntar" ucap lena menggoda asgar dan gita


"Gue aminin" sambung ferdi, sementara yang digodain diam saja tidak menanggapi ucapan lena


"Lama banget ya acaranya dimulai, laper gue" arvin mengedarkan pandangannya, ka melihat makanan apa saja yang disediakan, tiba-tiba pandangannya berhenti disatu titik


"Eh dimeja pak diego cewe tu, cantik sih"


Asgar dan gita serta yang lain melihat kearah meja diego dan benar saja, mereka melihat seorang wanita cantik tetapi ia bukan pasangan diego melainkan pasangan leo yaitu jeny

__ADS_1


Gita juga melirik ke araha leo, dan itu tak luput dari penglihatan asgar, asgar ingin sekali menunjukkan jika itu wanita yang ia lihat dicafe bersama leo


"Itu sepertinya bukan wanita diego deh, gue kek pernah liat tu cewe, eh as itu cowonya gita kan yang lo liat dicafe kemaren malem? sama cewe itu kan?"


Mendengar ucapan lena, gita melihat ke arah asgar, asgae sebenarnya senang ada yang mewakilinya tetapi ia lebih senang jika gita melihat langsung didepan matanya


"Beneran pak?"


"Ya kamu liat aja sendiri"


"Kenapa g ngasi tau sih pak?"


"Dan kenapa saya harus kasih tau kamu? uda putus juga kan? move on donk"


"Diiih ngatain saya, emangnya bapak uda move on dari sarah?" asgar terdiam, kata-kata gita berhasil membungkamnya


Lena dan ferdi terkekeh, begitu juga arvin


"Beneran len, kemaren kalian liat tu cowo sama cewe itu?" gita yang belum yakin jika leo seperti itu masih mencoba meyakinkan hatinya


"Kalau g salah sih iya git, iya kan sayang? kamu liat jelas g kemaren?"


"G begitu inget sih wajahnya" jawab ferdi


Obrolan mereka terputus ketika mendengar gemuruh tepuk tangan yang menyambut kedatangan si empunya acara, yaitu angel


"Terimakasih kepada para tamu undangan kolega bisnis saya dan teman-teman semua, telah sudi hadir diacara ulang tahun saya yang ke 29 tahun, saya mohon doa dari teman sekalian agar apa yang saya ingin tercapai ditahun ini aamiin"


Kembali suara tepuk tangan memenuhi ballroom hotel, acara pemotongan kue dimulai dan siapa sangka suapan pertama angel jatuh pada asgar dan asgar tidak ingin merusak pesta angel dan ia menerimanya


"Terima kasih asgar" asgar hanya tersenyum ia melirik gita yang menggodanya


"Benerkan pak, bu angel suka sama bapak" lena dan ferdi serta arvin tertawa puas melihat ekspresi asgar


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa vote like dan komen


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2