
Dimobil asgar terlihat lebih banyak diam, ia melajukan mobilnya untuk mengantarkan gita ke kostan gita, gita memaklumi diamnya asgar, sudah 10 menit perjalanan asgar masih diam saja, gita berusaha mengisi sunyinya suasana mobil
"Ehem...." gita berdehem menoleh asgar, tetapi asgar tidak mendengarnya, ia seperti sedang memikirkan sesuatu
"As" gita menyentuh tangan asgar pelan berharap asgar mendengarnya, dan benar saja asgar menoleh
"Mikirin apa?" tanya gita hati hati
"G ada, lagi fokus nyetir aja" asgar masih menutupinya benar kata dokter regi asgar termasuk orang yang susah berbagi, ia lebih senang sendirian dengan segala hal yang ada dipikirannya
"Aku mau cerita sedikit boleh g?" tanya gita, asgar mengangguk menoleh kearah gita
"Tapi dengerin ya, jangan terllu fokus" ucap gita asgae tersenyum masam
"Dulu waktu ibu meninggal aku paling g suka sama aufar, karena menurutku ibu meninggal gara gara aufar karena ibu meninggal saat ngelahirin aufar, aku sudah SD waktu itu, aku sendirian, ayah dan tante ku sibuk mengurusi jenazah dan aufar yang masih bayi, aku benar benar ditinggal sendiri" gita menghembuskan nafasnya
"Jadi setelah tiga hari ibuku meninggalkanku, aku benar benar sangat kehilangannya, kamu tau donk kedekatan anak dan ibu sedekat apa, mungkin aku jauh terpuruk dari kamu yang sekarang, aku masih kecil, ibuku meninggalkanku, dan ayah sedang sibuk bekerja dan juha mengurus adikku yang masih merah, aku menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri dari yang biasanya disiapkan ibu, rambut dikepang ibu dan baju yang rapi, setelah ibu meninggal aku seperti gembel kesekolah dengan baju yang belum digosok belum lagi ayah harus bangin menyusui aufar ditengah malam, aku sering mendengarnya, aku kasian pada ayah dan aku tidak mau lebih membebaninya lagi, dunia kami benar benar berubah 360⁰" gita kembali menjeda ceritanya
"Sampai suatu hari mungkin setelah 10 hari ibu meninggalkan kami, tetanggaku nek umi ternyata memperhatikanku, ia memperhatikanku dari atas sampai kebawah ia melihat ku benar benar seperti gembel, anak kelas 4 SD tau apa sih ya kan? jadi dia membantuku, setiap pagi, jika ia melihay bajuku belum disetrika ia memanggilku dan menyetrika bajuku, sampai ia bilang jika baju yang sudah dicuci oleh ayah antarkan saja ke nenek ya nak biar nenek dan kak ayu yang menyetrikanya, aku mengangguk dan melakukannya" gita melihat asgar yang juga melihatnya, asgar mengurangi kecepatan mobilnya ia merasa tertarik dengan cerita calon istrinya
__ADS_1
"Aku belajar semuanya dari nek umi dan kak ayu, aku belajar masak nyetrika dan menyapu serta membereskan rumah, nek umi mengatakan padaku, jika mengalami kesulitan datangla kerumah nenek ceritakan saja pada nenek, aku benar benar melakukannya, dan ada satu hari yang benar benar berat menurutku, ayah sakit, ayah g bisa bangun mungkin kelelahan dan banyak pikiran, tanteku jauh jauh aku tidak bisa menghubungi mereka, aufar nangis dan haus aku benar benar merasa ingin mati saja, aku tisak tega melihat ayah yang terbaring dan aufar juga terbaring menangis aku tisak tau harus melakukan apa, aku berlari kerumah nenek menceritakan semuanya dengan tangisanku, nenek dan kak ayu segera mendatangi rumah kami, setelah mereka mengurus segalanya, nenek datang padaku, ia mengatakan jika aku tidak apa apa menangis, manangisla dan ceritakan jangan malu karena menangis bisa melepaskan semua rasa bebanku, dan saat itu juga aku menangis didepan nenek hehehee..." gita terkekeh menceritakan pada asgar, asgar
Gita mengambil tangan asgar, asgar melihatnya, lalu gita menggenggamnya
"Apapun yang kamu rasakan saat ini dan kemaren aku rasa aku jauh lebih berat dari apa yang kamu lalui, kamu punya mommy daddy kakak dan teman teman yang perduli padamu, bahkan sekarang kamu punya aku, kamu bisa menceritakan segalanya padaku atau menangis dihadapanku, atau jika kamu malu menceritakannya kepada orang lain, lepaskanla dihadapan batu nisan sarah, aku juga selalu melakukannya dulu dimakan ibu, lepaskan semua yang ada di sini" gita menunjuk dada asgar
"Setelah aku SMP aku baru mengetahui konsekuensi dari melahirkan itu apa, dan sejak saat itu aku tidak lagi menyalahkan aufar, aku sudah menerima takdirku yang besar tanpa seorang ibu" sambung gita
Asgar semakin mengeratkan genggamannya ia mengangguk mendengar ucapan gita
"Aku tidak apa apa, aku hanya kelelahan, terapi membuatku lelah"
"Baiklah nanti istrihat ok" asgar mengangguk
"Mau makan? atau mau bersih bersih?" ucap gita
"Apa boleh numpang bersih bersih? aku sangat ingin mandi, mau pulang masih"
"Ya uda mandi sih mandi aja, ada baju bersihkan dikoper kamu?" tanya gita dan asgae mengangguk
__ADS_1
"Ya uda ambilin dulu sana, aku mandi dulu abis itu aku masakin makan malam" gita berlalu pergi kekamarnya untuk mandi
Setelah gita menyelesaikan mandinya, asgar suda siap menunggu gilirannya untuk mandi, ia sudah menenteng bajunya, gita terkekeh melihat asgar, ia berlalu pergi kedapur untuk memasak
Setelah gita menyiapkan makan malam, ia mencoba mengetuk pintu kamarnya, ia memanggil asgar, menurutnya asgar lam sekali membersihkan dirinya, gita membuka pintu yang tidak dikunci oleh asgar, ia mashk dengan mengendap dan ternyata ia melihat asgar yang sedang tertidur di tempat tidurnya, gita tersenyum melihatnya
"Look a like pasutri ya" gita terkekeh ia merapikan baju asgar yang berserakan dilantai lalu ia membenaekan posisi tidur asgar serta menyelimutinya
.
.
.
Jangan lupa like koment dan vote
Dikasi bonus 3episode up
ditungu komenan komenannya ya
__ADS_1
Terimakasih 🥰
🌟🌟🌟🌟🌟